GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Ratusan Warga Kalitengah Klaten Berebut Uang Koin dalam Tradisi Sadranan Jelang Ramadan
![]() |
| Warga berebut uang koin dalam tradisi Sadranan di Dukuh Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. |
Ratusan Warga Kalitengah Klaten Berebut Uang Koin dalam Tradisi Sadranan Jelang Ramadan
Klaten – majalahlarise.com - Ratusan warga tumpah ruah mengikuti tradisi Sadranan yang digelar menjelang bulan suci Ramadan di Dukuh Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (13/2/2026). Salah satu momen yang paling ditunggu adalah saat udhek-udhek atau menebar uang koin.
Setelah doa bersama, sejumlah tokoh masyarakat menebarkan uang koin ke tengah kerumunan warga. Suasana pun mendadak riuh. Anak-anak hingga orang dewasa tampak berebut mengumpulkan koin yang berserakan di tanah. Meski saling berdesakan, kegiatan tetap berlangsung tertib.
Salah satu tokoh masyarakat, Harjanto Hadi Sutomo, menjelaskan tradisi Sadranan rutin digelar setiap bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa, menjelang datangnya Ramadan. Kegiatan digelar dengan doa bersama dilanjutkan tradisi udhek-udhek yakni menebar uang koin.
"Tradisi udhek-udhek memiliki makna berbagi rezeki dan mempererat kebersamaan antar warga. Kegiatan ini sudah ada sejak nenek moyang dan menjadi tradisi turun-temurun. Sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya.
Sementara itu, warga yang berhasil mengumpulkan koin tampak sumringah. Bagi anak-anak, momen ini menjadi pengalaman yang menyenangkan. Tradisi tersebut juga menjadi pengingat nilai gotong royong dan rasa syukur.
"Ini tadi saya susah dapatnya uang koin, harus berebut dengan yang lain. Alhamdulillah saya dapat sekitar Rp 30.000. Uangnya nanti buat jajan dan beli keperluan sekolah," ujar Isa Dwi Rochmawati, salah satu warga.
Dengan tetap menjaga nilai budaya dan kebersamaan, warga berharap tradisi Sadranan akan terus lestari dari generasi ke generasi. (Arkhan Al Ghazali)
Baca juga: Hamenang Resmikan Senjadi Emerald, Serap Lapangan Kerja Baru di Klaten
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...

Tidak ada komentar: