GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Ust. Pujiono Isi Tausiyah Syukuran Aqiqah Zanisa Azzahra di Malangrejo Kidul
![]() |
| Penceramah, Ust. Pujiono, dai wayang golek Pitutur, menyampaikan tausiyah. |
Ust. Pujiono Isi Tausiyah Syukuran Aqiqah Zanisa Azzahra di Malangrejo Kidul
Boyolali – majalahlarise.com - Suasana khidmat dan penuh syukur menyelimuti acara Syukuran Aqiqah kelahiran Zanisa Azzahra, putri pertama dari pasangan Bapak Zaenal Musthofa dan Ibu Danisa Sri Rejeki, yang digelar di Malangrejo Kidul (Kebob Baru), Desa Canden, Kecamatan Sambi, pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Acara berlangsung hangat dengan dihadiri keluarga besar, tetangga, serta tokoh masyarakat. Lantunan shalawat dari hadrah Jatisari turut mengiringi jalannya acara, menambah suasana religius dan penuh kebersamaan.
Hadir sebagai penceramah, Ust. Pujiono, dai wayang golek Pitutur, menyampaikan tausiyah sarat pitutur tentang rasa syukur atas kelahiran anak dan pentingnya peran orang tua dalam mendidik generasi. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa waktu mendampingi anak sangatlah singkat, sehingga orang tua perlu memberikan kasih sayang terbaik agar terbangun ikatan batin yang kuat.
“Mendampingi anak itu tidak lama. Maka berikan kasih sayang yang terbaik, agar ikatan batin orang tua dan anak menjadi kuat. Dari ikatan itulah lahir akhlak yang baik,” tutur Ust. Pujiono.
Ust. Pujiono menegaskan bahwa anak adalah investasi dunia dan akhirat yang harus dirawat, diasuh, dan dibimbing agar tumbuh menjadi anak sholehah. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengutip pesan Sayidina Umar bin Khattab RA:
“Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: memanah, berenang, dan menunggang kuda.”
Pesan tersebut dijelaskan secara kontekstual dan simbolik. Menurutnya, memanah bukan sekadar olahraga, tetapi simbol keterampilan hidup. Anak sejak dini perlu dibekali keahlian, ketekunan, dan fokus, karena dalam kehidupan manusia membutuhkan kemampuan dan keterampilan agar mampu bertahan dan memberi manfaat.
Sementara berenang dimaknai sebagai simbol pentingnya olahraga dan kesehatan. Umat Islam dituntut memiliki tubuh yang sehat dan kuat agar mampu beribadah, bekerja, dan berjuang dengan optimal. “Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah,” ujarnya.
Adapun menunggang kuda dimaknai sebagai simbol aksesibilitas dan mobilitas. Anak perlu dibekali kemampuan beradaptasi, bergerak, dan mandiri menghadapi perubahan zaman. Mobilitas yang baik akan melatih keberanian, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi tantangan kehidupan.
“Intinya, pendidikan anak harus menyentuh tiga aspek: keahlian hidup, kesehatan jasmani, dan kemandirian mobilitas. Jika ini dirawat sejak dini, insyaAllah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berakhlak,” jelas Ust. Pujiono.
Sebagai penutup tausiyah, Ust. Pujiono menyampaikan pantun doa untuk sang buah hati:
Bunga zahra harum baunya,
Mekar indah di pagi ceria.
Selamat datang cahaya dunia,
Zanisa Azzahra putri tercinta.
Acara syukuran aqiqah ditutup dengan doa bersama, memohon agar Zanisa Azzahra tumbuh sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta menjadi generasi sholehah yang membawa keberkahan bagi keluarga, agama, dan masyarakat. (Sofyan)
Baca juga: HUT ke-6 RS Indriati Boyolali, Lomba Bayi dan Anak Tarik Antusias puluhan peserta
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...

Tidak ada komentar: