JATEC Gelar Strategi Cerdas Merebut Peluang Bisnis 2026 di Waduk Cengklik Boyolali

Print Friendly and PDF

Amin T Widyo (Master Entrepreneur) saat memaparkan materi peluang bisnis.


JATEC Gelar Strategi Cerdas Merebut Peluang Bisnis 2026 di Waduk Cengklik Boyolali

Boyolali — majalahlarise.com - Jaringan Entrepreneur Community (JATEC) menggelar kegiatan bertajuk Strategi Cerdas Merebut Peluang Bisnis 2026 pada Minggu, (11/1/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga selesai ini digelar di Warung Joglo, kawasan Waduk Cengklik, Boyolali, dan diikuti puluhan pelaku usaha serta calon entrepreneur.

Acara yang dikemas dalam suasana santai namun sarat wawasan bisnis ini menghadirkan sejumlah pembicara inspiratif, di antaranya Mulyadi (Pengusaha Kuliner), Amin T Widyo (Master Entrepreneur), dr. Aan Cahyono (Juragan Ternak Kambing), serta Mak Ketty (Juragan Koro Pedang). Selain sesi berbagi pengalaman dan strategi bisnis, panitia juga menyediakan full doorprize untuk peserta.

Ketua panitia kegiatan, Endah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia mengatakan kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang bertumbuh bagi para pelaku usaha.

Mulyadi (Pengusaha Kuliner)


“Kepada Bapak, Ibu semuanya yang telah meluangkan waktunya untuk hadir pada acara hari ini, kami mengucapkan terima kasih. Acara ini terselenggara sebagai wadah silaturahmi, menjalin komunikasi, menjalin relasi, insight bisnis, dan sebagai jalan untuk kita semua menjadi lebih semangat dalam menjalankan usaha masing-masing,” ujarnya.

Endah juga menguraikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.

“Kami menyadari dalam penyelenggaraan acara hari ini pasti banyak kekurangannya. Apabila selama terselenggara acara hari ini ada kekurangan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tuturnya.

dr. Aan Cahyono (Juragan Ternak Kambing)


Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi peserta.

“Kami yakin bisnis bertumbuh bukan hanya dibangun sendiri, tetapi juga berdasarkan kolaborasi, kepercayaan, dan kerja sama. Semoga kopdar hari ini bisa membuka peluang-peluang baru dan menjadi langkah kecil menuju kesuksesan yang lebih besar,” katanya.

Ketua JATEG, Sukarna, mengatakan kegiatan ini merupakan ajang gathering bagi pengusaha dan calon pengusaha untuk mengokohkan semangat kewirausahaan.

Mak Ketty (Juragan Koro Pedang)


“Kita adalah gathering teman-teman pengusaha dan calon pengusaha. Tujuannya untuk mengokohkan kembali semangat para entrepreneur agar lebih growing secara eksponensial, sekaligus menanamkan virus kewirausahaan kepada calon-calon pengusaha,” kata Sukarna.

Ia menyebutkan kegiatan ini diikuti 57 peserta yang telah mendaftar. Sukarna berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat jejaring dan kolaborasi.

“Harapannya teman-teman lebih bersemangat dalam mengarungi profesinya, menambah link and match, membangun kembali kolaborasi dan sinergi. Untuk calon pengusaha, kami berharap mereka lebih kokoh meniatkan diri terjun ke dunia entrepreneurship,” jelasnya.

Menanggapi tantangan ekonomi 2026, Sukarna berpesan agar pengusaha meningkatkan kerja sama.

Pembicara, pengurus JATEC dan para peserta saat foto bersama usai acara.


“Di tengah ketidakpastian perekonomian, kami berharap teman-teman pengusaha meningkatkan kembali kolaborasi dan kerja samanya, sehingga kita semakin kuat dan perekonomian tidak dikuasai oleh asing,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, Mulyadi menekankan pentingnya ide dalam menjalankan bisnis di tahun 2026.

“Tahun 2026 ini menjadi suasana ekonomi emas. Pebisnis harus banyak ide, karena bisnis itu dibangun dari ide. Kalau idenya hebat, nilainya mahal dan bisa menjadi sesuatu yang luar biasa,” katanya.

Mak Ketty memaparkan perjalanan panjangnya mengembangkan koro pedang sebagai komoditas pangan lokal dan sarana pemberdayaan petani. Ia menguraikan pentingnya ketekunan dan keberpihakan kepada petani.

“Indonesia tidak seharusnya terus bergantung pada kedelai impor. Kita punya potensi tanaman lokal seperti koro pedang yang bisa ditanam sendiri oleh petani dan memberi nilai tambah,” tutur Mak Ketty.

Ia juga menceritakan pengalaman berat saat harus tetap membeli hasil panen petani meski menghadapi keterbatasan modal dan pasar.

“Saat itu saya memilih bertanggung jawab pada petani. Walaupun berat, itu menjadi pelajaran hidup yang sangat berharga,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Aan Cahyono menguraikan pandangannya tentang dunia usaha yang tidak selalu bergantung pada besarnya modal.

“Modal itu fleksibel, tergantung kesiapan dan manajemennya. Yang penting berani memulai, membangun komunikasi, dan bergabung dengan komunitas,” kata dr. Aan.

Ia menambahkan latar belakang sebagai dokter tidak menjadi penghalang untuk fokus menjadi pengusaha.

“Bagi saya, kemandirian ekonomi, produktivitas, dan fokus adalah kunci dalam dunia usaha,” jelasnya.

Amin T Widyo menegaskan semua bisnis memiliki peluang selama dijalankan dengan fokus.

 “Semua bisnis itu bagus asal dijalankan dan fokus. Bisnis tidak bisa dijadikan sampingan. Kalau mau sampingan, itu investasi. Kalau bisnis, harus dikelola dan dijalankan,” katanya.

Ia berpesan agar pelaku usaha benar-benar menekuni bisnisnya untuk meraih sukses di tahun 2026.

“Kalau mau sukses, fokus jalankan bisnisnya. Nanti kalau sudah kuat dan mapan, baru bicara investasi,” pungkas Amin.

Kegiatan JATEC ini diharapkan mampu memperkuat jejaring, menumbuhkan optimisme, serta melahirkan kolaborasi konkret antar pelaku usaha dalam menghadapi peluang dan tantangan bisnis di tahun 2026. (Sofyan)


Baca juga: HUT ke-6 RS Indriati Boyolali, Lomba Bayi dan Anak Tarik Antusias Ratusan Peserta


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top