SMK Negeri Nogosari Gelar Wayang Golek Pitutur Peringati Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW

Print Friendly and PDF


SMK Negeri Nogosari Gelar Wayang Golek Pitutur Peringati Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW

Boyolali - majalahlarise.com - Suasana halaman Masjid SMK Negeri Nogosari, Boyolali, tampak berbeda pada Kamis pagi. Sekolah tersebut menggelar peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW dengan kemasan unik melalui pagelaran Wayang Golek Pitutur, memadukan seni budaya lokal dengan nilai-nilai keislaman. Kamis (15/1/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 700 siswa, guru, serta tenaga kependidikan itu berlangsung khidmat namun penuh kehangatan. Acara diawali lantunan sholawat oleh grup Hadrah Anak Sholeh, yang beranggotakan siswa-siswi aktivis Rohis SMK Negeri Nogosari. Nuansa religius terasa kental sejak awal hingga akhir kegiatan.

Hadir sebagai narasumber utama, Ustadz Pujiono, Mudir Pondok Pesantren MU Manafi’ul ‘Ulum Canden, Sambi. Melalui lakon Wayang Golek Pitutur, ia menguraikan tema “Merawat Warisan Isro’ Mi’roj” dengan bahasa yang komunikatif dan sarat makna.

Ustadz Pujiono menuturkan peristiwa Isro’ Mi’roj bukan sekadar kisah sejarah, melainkan warisan spiritual yang perlu dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menguraikan lima nilai utama yang harus dirawat, meliputi menjaga shalat, menumbuhkan akhlak mulia, meningkatkan kepedulian sosial, mencintai ilmu pengetahuan, serta memiliki komitmen membangun peradaban yang beradab.

“Kita tidak cukup hanya memperingati, tetapi perlu menginternalisasi nilai-nilai Isro’ Mi’roj dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda,” ungkapnya di hadapan para peserta.

Kepala SMK Negeri Nogosari, Daryono, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, pendekatan dakwah melalui seni budaya seperti wayang golek menjadi media efektif untuk menanamkan nilai keislaman kepada siswa.

“Melalui seni, pesan dakwah menjadi lebih hidup, mudah dipahami, dan membekas di hati siswa,” ujarnya.

Kegiatan ini didukung kepanitiaan yang solid dengan susunan Ketua Panitia Daris Darojat, S.Pd., Sekretaris Aris Munawar, serta Bendahara Anis Sofya Adyani, S.Pd. Daris Darojat menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat karakter religius siswa sekaligus melestarikan seni tradisi sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi refleksi singkat. Peringatan Isro’ Mi’roj tahun ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum perubahan perilaku menuju pribadi yang lebih beriman, berakhlak, dan berprestasi.

Sementara itu, Adip Mustofa, salah seorang guru SMK Negeri Nogosari, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran kegiatan. Ia berharap kegiatan ini membawa dampak positif bagi peserta didik.

"Semoga anak-anak semakin taat beribadah dan memiliki akhlak yang lebih baik,” tuturnya. (Sofyan)


Baca juga: Lolos Kurasi Internasional, Karya Tiga Dosen DKV ISI Surakarta Dipamerkan di Palestina


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top