SMAN 1 Manyaran Gelar Ko-Kurikuler, Eco-Inovation Jejak Sampah untuk Masa Depan

Print Friendly and PDF

Puncak kegiatan diawali dengan sarapan bersama antara guru dan siswa yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. 



SMAN 1 Manyaran Gelar Ko-Kurikuler, Eco-Inovation Jejak Sampah untuk Masa Depan

Wonogiri – majalahlarise.com - SMAN 1 Manyaran menggelar kegiatan ko-kurikuler bertema “Eco-Inovation Jejak Sampah untuk Masa Depan” sebagai upaya menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan peserta didik. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 26 hingga 30 Januari 2026, dan ditutup dengan kegiatan puncak pada Jumat (30/1/2026).

Ko-kurikuler tersebut melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga staf karyawan. Selama rangkaian kegiatan, siswa terlibat aktif dalam praktik ramah lingkungan, di antaranya pembuatan komposter dari dedaunan yang menghasilkan eco enzim berbahan daun nangka, daun pepaya, dan jerami. Selain itu, siswa juga melakukan penanaman apotek hidup serta berbagai jenis sayuran dengan memanfaatkan botol air mineral bekas sebagai media tanam.

Puncak kegiatan diawali dengan sarapan bersama antara guru dan siswa yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan panen karya, ditandai pemutaran video dokumentasi hasil aktivitas siswa serta presentasi kelompok yang menampilkan ide dan inovasi pengelolaan sampah.

Kepala SMAN 1 Manyaran, Retno Winarni, S.S., M.Pd., menyampaikan kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan sejak dini melalui aksi nyata di lingkungan sekolah.

Kepala SMAN 1 Manyaran, Retno Winarni, S.S., M.Pd saat memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan.


“Tujuan kegiatan ini menumbuhkan cinta lingkungan demi menjaga sekolah tetap hijau dan asri dengan banyak tanaman serta buah-buahan. Karena puncak ko-kurikuler bertepatan dengan Hari Sampah, siswa dianjurkan membawa tumbler dan lunch box, bahkan bapak dan ibu guru membawa bekal menggunakan daun jati. Kami mengajak gerakan minim sampah dari hal-hal kecil, karena perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Kegiatan ini berkelanjutan dan dimulai sejak sekarang untuk meminimalisir sampah,” tuturnya.

Koordinator Ko-Kurikuler SMAN 1 Manyaran, Eko Nugroho, S.Pd., menguraikan kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter di luar pembelajaran formal.

“Ko-kurikuler bertujuan menumbuhkembangkan sekaligus meng-cover materi yang tidak tersampaikan dalam pembelajaran umum. Ini merupakan pendidikan karakter dengan mengambil tema pengolahan sampah atau jejak sampah masa depan kita, bagaimana membuat hal yang baik serta penanganan sampah. Kami juga turut prihatin terhadap banjir dan bencana alam yang terjadi, sehingga sudah seharusnya kita mencintai alam,” jelasnya.

Ia mengatakan keberhasilan kegiatan tidak lepas dari keterlibatan seluruh unsur sekolah. Mulai dari siswa, guru, staf karyawan, hingga pihak kantin turut berperan aktif menjaga kebersihan dan mendukung gerakan minim sampah di lingkungan sekolah.

“Harapannya, kita bisa menikmati hidup yang bersih sehingga nyaman berdampingan dengan apa pun, termasuk dengan lingkungan,” katanya.

Dari sisi peserta didik, Nayla Alifah, siswi SMAN 1 Manyaran, mengaku memperoleh pengalaman dan pemahaman baru melalui kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini membuat saya lebih sadar pentingnya mengelola sampah dengan baik. Kami jadi tahu sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti komposter dan tanaman. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kerja sama serta tanggung jawab kami terhadap lingkungan,” ujarnya.

Melalui ko-kurikuler bertema lingkungan ini, SMAN 1 Manyaran berharap mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan. (Anindya/ Sofyan)


Baca juga: Serah Terima Kepala SMP Muhammadiyah PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Berlangsung Khidmat


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top