GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
SMA Veteran 1 Sukoharjo Berkibar, Terampil, dan Berprestasi di Ajang Bunkasai 2026
![]() |
| Defina Dyah Sri Lestari membawa piala dan piagam penghargaan saat foto bersama kepala sekolah, Koyem, M.Pd beserta guru bahasa Jepang Pramita Dinar Ari Putri, S.S., Gr. |
SMA Veteran 1 Sukoharjo Berkibar, Terampil, dan Berprestasi di Ajang Bunkasai 2026
Sukoharjo – majalahlarise.com - SMA Veteran 1 Sukoharjo kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang akademik dan keterampilan bahasa asing. Salah satu siswinya, Defina Dyah Sri Lestari, kelas XII F5.1, berhasil meraih Juara 3 pada ajang Festival dan Lomba Bahasa Jepang (Bunkasai) 2026 yang digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026, di SMK Negeri 7 Surakarta.
Prestasi ini menjadi bukti konsistensi SMA Veteran 1 Sukoharjo dalam mengembangkan potensi peserta didik, khususnya di bidang bahasa asing. Defina menguraikan perjalanan panjang yang ia tempuh hingga mampu meraih podium juara tingkat Jawa Tengah dan DIY.
“Proses mendapatkan juara ini tentu tidak mudah. Ada latihan setiap hari dan saya sudah mengikuti beberapa lomba sebelumnya. Dari pengalaman itu, alhamdulillah saya bisa meraih juara,” tutur Defina saat diwawancarai.
Ia mengungkapkan, persiapan lomba dilakukan secara intensif selama lebih dari dua bulan. Latihan dijalani hampir setiap hari sepulang sekolah bersama guru pembimbingnya.
“Kendalanya cukup banyak, terutama dalam pengucapan. Bahasa Jepang itu tidak hanya soal tulisan, tapi juga pelafalan yang berbeda-beda. Alhamdulillah di SMA Veteran 1 Sukoharjo ada guru Bahasa Jepang yang luar biasa sehingga saya lebih mudah belajar,” ungkapnya.
Defina juga menuturkan ketertarikannya terhadap Bahasa Jepang bermula sejak menempuh pendidikan di SMA Veteran 1 Sukoharjo. Sosok guru menjadi motivasi utama hingga ia aktif mengikuti berbagai lomba Bahasa Jepang.
“Saya jadi semakin suka Bahasa Jepang karena melihat guru saya sangat inspiratif. Dari situ saya mulai serius belajar dan ikut lomba-lomba,” katanya.
Ke depan, Defina memiliki cita-cita menjadi pegawai BUMN, sekaligus ingin mengembangkan bakat lain yang dimiliki. Ia juga berkeinginan membuka les Bahasa Jepang sebagai bentuk pengabdian dan pengembangan diri.
“Saya berharap anak muda di era digital ini tidak hanya menghabiskan waktu bermain gadget, tetapi juga mengembangkan minat dan bakat, termasuk belajar berbagai bahasa asing yang sangat bermanfaat,” pesannya.
Sementara itu, Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd, M.Pd, menjelaskan sekolahnya menjadi pelopor pengembangan Bahasa Jepang di Sukoharjo melalui kegiatan Bunkasai.
“Bunkasai Bahasa Jepang di Sukoharjo pertama kali ada di SMA Veteran 1 Sukoharjo. Sekolah lain mengikuti. Dulu kami sudah mengenalkan Bahasa Prancis dan Bahasa Jepang. Sekarang kami kembangkan Bahasa Jepang, Bahasa Inggris, IT, dan Bahasa Arab agar anak-anak memiliki nilai dan keterampilan saat lulus,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembelajaran Bahasa Jepang telah memberikan dampak nyata bagi lulusan SMA Veteran 1 Sukoharjo.
“Luaran kami sudah banyak yang bekerja di Jepang, menjadi perawat dan bekerja di perusahaan Jepang dengan penghasilan sangat baik. Itu menjadi bukti keterampilan bahasa memberi masa depan yang lebih luas,” ujarnya.
Terkait prestasi Defina, wanita yang akrab disapa bu Koyem menguraikan rasa syukur atas capaian tersebut. “Alhamdulillah siswa kami meraih juara tiga tingkat Jawa Tengah dan DIY. Di Sukoharjo, satu-satunya hanya SMA Veteran 1 Sukoharjo. Anak-anak ini berproses, jatuh bangun, tapi kami selalu mendukung agar tetap belajar dan meningkatkan literasi setiap hari,” tuturnya.
Sementara itu, Guru Bahasa Jepang sekaligus pembimbing lomba, Pramita Dinar Ari Putri, S.S., Gr, juga menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian Defina.
“Devina berproses dari nol hingga bisa meraih juara tiga tingkat provinsi. Ini hasil kerja keras dan latihan yang konsisten,” ungkapnya.
Ia berharap prestasi tersebut mampu menjadi motivasi bagi siswa lainnya. “Semoga bisa menjadi estafet prestasi untuk adik-adik kelasnya dan ke depan bisa naik ke juara dua, juara satu, bahkan tingkat nasional,” katanya.
Menurutnya, tantangan utama dalam pembelajaran Bahasa Jepang terletak pada pengucapan dan mental tampil di depan umum.
“Bahasa Jepang bukan bahasa ibu kita, jadi pronunciation dan mental berpidato perlu dilatih terus. Pesan saya, jangan takut mencoba dan jangan takut salah, karena dari situ kita belajar,” tuturnya.
Prestasi Defina Dyah Sri Lestari semakin membuktikan komitmen SMA Veteran 1 Sukoharjo sebagai sekolah yang berkibar, terampil, dan berprestasi, sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang siap bersaing di era global. (Sofyan)
Baca juga: SD Muhammadiyah PK Solo Raih Juara 1 Festival Seni Beregu SD/MI se-Soloraya
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...

Tidak ada komentar: