Sanggar Tari Giri Alit Wuryantoro Dorong Wiraga, Wirasa, dan Wirama Lewat Uji Kompetensi Siswa

Print Friendly and PDF

Peserta saat melaksanakan uji kompetensi.


Sanggar Tari Giri Alit Wuryantoro Dorong Wiraga, Wirasa, dan Wirama Lewat Uji Kompetensi Siswa

WONOGIRI — majalahlarise.com - Sanggar Tari Giri Alit Wuryantoro menggelar Uji Kompetensi bagi para siswanya di Gedung Olahraga Desa Mlopoharjo, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, Minggu (4/1/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 24 peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga remaja.

Pelaksana kegiatan sekaligus pengelola Sanggar Tari Giri Alit, Raden Tumenggung Wahid Nugraha Adipura, menyampaikan uji kompetensi ini digelar untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dan hasil gladi para siswa selama menjalani latihan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menambah semangat para peserta agar bisa menyatu, saling bersilaturahmi, serta ke depan mampu mengembangkan hobi dan bakat seni tari.

“Untuk saat ini peserta yang mengikuti uji kompetensi kurang lebih ada 24 anak,” ujar Wahid Nugraha saat ditemui di sela kegiatan.

Ia menuturkan harapannya agar melalui uji kompetensi ini anak-anak semakin tergugah untuk giat berlatih dan saling mengisi satu sama lain, sehingga kemampuan mereka dapat berkembang lebih baik di masa mendatang.

Peserta uji kompetensi saat foto bersama dengan dewan juri dan penitia usai kegiatan.


Dewan juri, Kanjeng Pangeran Budayaningrat, S.Kar., menjelaskan penilaian dalam uji kompetensi ini disesuaikan dengan tingkat sanggar dan karakter peserta. Menurutnya, para peserta yang tampil berasal dari rentang usia anak hingga remaja dengan kemampuan yang dinilai luar biasa.

“Ada beberapa repertoar tari yang disajikan, mulai dari dua tradisi yang sudah dikenal seperti Golek Manis dan Tari Merak, hingga repertoar tari kekinian. Semuanya luar biasa karena anak-anak sudah mampu menempatkan wiraga, wirasa, dan wirama,” jelasnya.

Ia menguraikan asesmen penilaian difokuskan pada tiga unsur utama tersebut, ditambah penilaian penampilan kelompok karena peserta tampil secara berkelompok. Budayaningrat, yang telah lama berkecimpung di dunia tari dan penilaian sejak era 1980-an, juga melihat adanya pengembangan repertoar yang berpijak pada tradisi dengan tingkat kemantapan yang baik.

“Tari Merak yang ditampilkan tadi luar biasa. Dalam koridor penilaian wiraga, wirasa, dan wirama semuanya mengena. Namun karena harus menentukan yang terbaik, tetap digunakan skala penilaian yang berlaku, meskipun pada dasarnya semua penampilan terlihat baik,” katanya.

Terkait harapan ke depan, Budayaningrat menyampaikan uji kompetensi semacam ini penting untuk menanamkan nilai wiraga, wirasa, dan wirama sejak dini. Ia menuturkan kecantikan dalam tari tidak hanya terletak pada wajah, tetapi juga pada perilaku, irama gerak, serta kemampuan menempatkan diri.

“Latihan tari akan membentuk karakter halus, karakter yang peka terhadap irama. Bahkan cara berjalan dan bersikap pun akan terlatih agar terlihat indah dan tertata,” ujarnya. Ia berharap pembinaan sejak usia dini di sanggar tari dapat mengantarkan anak-anak menjadi penari profesional dengan penyajian dan busana yang tertata serta sikap yang terdidik.

Sementara itu, Kepala Desa Mlopoharjo, Budi Santosa, menyampaikan uji kompetensi ini menjadi ruang evaluasi dan diskusi terkait aspek-aspek penilaian dalam seni tari. Ia menguraikan aspek yang dinilai meliputi wiraga, wirasa, wirama, serta aspek pendukung wirupa.



Menurutnya, uji kompetensi ini dapat memberikan motivasi, baik bagi para guru di sanggar seni maupun bagi para siswa. Dengan saling mendukung antar aspek, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya anak didik yang berprestasi.

“Lewat uji kompetensi ini, masing-masing sanggar seni bisa semakin bersemangat menciptakan anak-anak yang berprestasi. Jika nanti sanggar dan anak didik berprestasi, tentu akan membanggakan wilayah desa, orang tua, dan masyarakat,” tuturnya.

Uji Kompetensi Sanggar Tari Giri Alit berlangsung sejak pagi hingga siang hari dengan rangkaian penampilan berbagai kelompok tari, musyawarah tim penilai, penampilan tamu dari Sanggar Ayodya Pala, hingga pengumuman grup dan peserta terbaik. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda pembinaan berkelanjutan dalam pengembangan seni tari di wilayah Wuryantoro dan sekitarnya. (Sofyan)


Baca juga: Empat Kunci Sukses Hidup Dunia Akhirat Disampaikan Dai Champions MUI di Solo


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top