Pengajian Rutin Jumat Kliwon Desa Nglembu Hadirkan Wayang Golek Pitutur

Print Friendly and PDF

Ustadz Ki Pujiono, menyampaikan tausiyah penuh hikmah melalui perpaduan seni tradisional dan pesan keislaman yang edukatif serta menghibur.


Pengajian Rutin Jumat Kliwon Desa Nglembu Hadirkan Wayang Golek Pitutur

Boyolali - majalahlarise.com - Pemerintah Desa Nglembu kembali menggelar Pengajian Rutin Jumat Kliwon pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Aula Balai Desa Nglembu. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi hari.

Pengajian rutin kali ini terasa istimewa karena menghadirkan Wayang Golek Pitutur sebagai media dakwah. Penceramah, Ustadz Ki Pujiono, menyampaikan tausiyah penuh hikmah melalui perpaduan seni tradisional dan pesan keislaman yang edukatif serta menghibur.

Dalam ceramahnya, Ustadz Ki Pujiono menguraikan materi bertajuk “Tiga Langkah Hidup Barakah”. Tiga langkah tersebut meliputi meniatkan seluruh rutinitas harian sebagai ibadah, membiasakan amalan ringan berpahala besar seperti puasa sunah, membaca Al-Qur’an, sholat malam, sholat Duha, dan infak, serta membuat “monumen pahala” sebagai pengingat singkatnya usia manusia dengan cara meninggalkan amal jariyah secara ikhlas tanpa pamer.


Kepala Desa Nglembu, Sutoto, SE, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengajian rutin tersebut. Ia menuturkan kegiatan Jumat Kliwon memiliki peran penting sebagai sarana mempererat ukhuwah, meningkatkan keimanan masyarakat, sekaligus melestarikan tradisi dakwah yang mengandung nilai budaya dan pesan moral.

“Pengajian ini tidak hanya menguatkan spiritual warga, tetapi juga menjaga tradisi dakwah yang ramah dan membumi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan pengajian rutin ini dipanitiai oleh Bejo dan Syamsudi. Keduanya memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan.

Melalui pengajian rutin Jumat Kliwon, Pemerintah Desa Nglembu terus berkomitmen menghadirkan kegiatan keagamaan yang menyejukkan, mendidik, serta memperkuat karakter dan kebersamaan masyarakat desa. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top