Pelayanan Digitalisasi SD Muhammadiyah 1 Solo Perkuat Rujukan Nasional

Print Friendly and PDF

 

Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti saat menerima kunjungan studi tiru dari SD Islam Program Khusus (PK) Muhammadiyah Delanggu, Klaten. 

Pelayanan Digitalisasi SD Muhammadiyah 1 Solo Perkuat Rujukan Nasional

SOLOmajalahlarise.com - Penerapan manajemen pelayanan berbasis digital menjadi faktor strategis dalam memperkuat posisi SD Muhammadiyah 1 Solo sebagai sekolah rujukan nasional. Beragam inovasi layanan terus dikembangkan, salah satunya melalui pemanfaatan M1 Smart Card, kartu elektronik multifungsi yang mendukung transaksi non-tunai di lingkungan sekolah, Rabu (28/1/2025).

M1 Smart Card digunakan untuk berbagai kebutuhan siswa, mulai dari pembayaran kantin sehat, koperasi atau toko sekolah, infaq, layanan perpustakaan, hingga sistem absensi. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, praktis, dan transparan berbasis teknologi digital.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menyampaikan pergeseran paradigma pelayanan pendidikan saat menerima kunjungan studi tiru dari SD Islam Program Khusus (PK) Muhammadiyah Delanggu, Klaten. Kegiatan tersebut dipandu oleh Master of Ceremony dari Humas sekolah, Dwi Jatmiko.

Menurut Sri Sayekti, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan saat ini lebih ditentukan oleh kualitas layanan yang dirasakan secara langsung.


“Customer mencintai layanan, bukan mencintai lembaga. Ketika pelayanan baik, kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya,” tuturnya dengan ramah.

Ia menguraikan, pelayanan prima di era digital tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Pelayanan excellent dimaknai sebagai kesiapan sekolah dalam melayani selama 24 jam melalui berbagai kanal, baik luring maupun daring.

Sebagai contoh, layanan digital diterapkan mulai dari pengelolaan dapur sekolah melalui program dapur sehat yang memproduksi makanan bergizi atau MBG. Selain memperoleh asupan gizi seimbang, siswa juga dibiasakan belajar disiplin dan tanggung jawab sejak dini.

“Informasi menu MBG bisa diakses melalui website sekolah. Ini menjadi langkah kecil untuk membangun kecepatan respons, kemudahan akses, dan kenyamanan pengguna sebagai indikator keberhasilan pelayanan digital,” jelasnya.

Lebih lanjut, digitalisasi pelayanan turut memperkuat fungsi publikasi lembaga. Informasi yang disampaikan secara cepat, terbuka, dan akurat dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperluas jangkauan layanan pendidikan.

“Kalau perilakunya tidak berubah, sistem sebagus apa pun tidak akan berjalan,” kata Sri Sayekti.

Sementara itu, Kepala SD Islam Program Khusus Muhammadiyah Delanggu, Badri, mengatakan pihaknya membawa 35 guru dan karyawan untuk melihat langsung praktik baik di SD Muhammadiyah 1 Solo yang berdiri sejak 1935 dan dikenal sebagai sekolah rujukan nasional.

“SD Muhammadiyah 1 Solo menjadi sekolah favorit sekaligus sekolah percontohan di wilayah Surakarta dan rujukan nasional. Melalui studi tiru ini, kami berharap memperoleh wawasan, pengalaman, serta inspirasi untuk diterapkan dalam pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik,” ujar Badri. (Sofyan)


Baca juga: Seru! Murid Kelas I SD Muhammadiyah PK Solo Praktik Menghias Cupcake



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top