GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Kunci Menulis Berita dengan Adiksimba Dibekalkan kepada Guru PAI Banjarsari
![]() |
| Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko saat foto bersama dengan Guru PAI Banjarsari. |
Kunci Menulis Berita dengan Adiksimba Dibekalkan kepada Guru PAI Banjarsari
SOLO – majalahlarise.com - Keterampilan menulis berita menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki guru di era keterbukaan informasi. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan komunitas belajar Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Banjarsari yang digelar di Aula Korwil III Kecamatan Jebres, Kota Solo, Kamis (29/1/2026).
Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, menguraikan pentingnya penerapan Adiksimba sebagai kunci dasar dalam menulis berita. Adiksimba merupakan akronim dari apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana, yang menjadi fondasi utama dalam penulisan berita.
Jatmiko mengatakan, menulis berita sejatinya mudah jika penulis memahami dan mampu menjawab enam unsur Adiksimba secara runtut dan jelas. Melalui pembekalan ini, KKG PAI Banjarsari membekali para guru dengan pengetahuan jurnalistik dasar agar mampu mendokumentasikan setiap kegiatan secara informatif dan faktual.
“Menulis berita itu semudah tersenyum. Kuncinya ada pada Adiksimba. Selama enam unsur itu terjawab, berita akan mudah dipahami pembaca,” ujar Jatmiko, yang juga merupakan guru PAI SD Muhammadiyah 1 Solo.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Ketua KKG PAI Banjarsari Aris Joko Prasetyo, Ketua Komunitas Belajar Siti Nur Fitriyah, Sekretaris Dwi Nur Azis, serta Pengawas PAI Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Sumiyati, yang telah memberi ruang pembelajaran jurnalistik bagi para guru.
Jatmiko menjelaskan, setiap kegiatan KKG PAI perlu diinformasikan secara jelas kepada publik. Oleh karena itu, unsur Adiksimba harus hadir secara utuh dalam setiap berita yang ditulis agar informasi tersampaikan secara akurat dan tidak menimbulkan multitafsir.
Menurutnya, keterampilan menulis menjadi kebutuhan penting bagi guru untuk mendokumentasikan praktik baik pembelajaran, aktivitas sekolah, maupun kegiatan komunitas belajar. Dokumentasi tersebut memiliki nilai edukatif sekaligus menjadi arsip sejarah pendidikan.
“Jurnalistik dasar penting bagi guru agar mampu menyusun informasi secara runtut, faktual, dan sesuai kaidah penulisan berita. Dengan begitu, kegiatan pendidikan tidak hanya berjalan, tetapi juga tercatat dengan baik,” ujarnya.
Selain materi jurnalistik, kegiatan komunitas belajar ini juga diisi dengan pembinaan yang menekankan peran KKG sebagai wadah peningkatan mutu pendidikan agama Islam serta penguatan kolaborasi antarguru.
Ia juga mendorong guru PAI untuk aktif menulis dan memublikasikan berita kegiatan pendidikan melalui media internet. Langkah tersebut dinilai strategis dalam meramaikan sekaligus mengarusutamakan konten moderat di ruang digital dengan penulisan yang memenuhi kaidah jurnalistik, termasuk unsur 5W plus 1H.
“Guru PAI bisa menulis berita agar nantinya dipublikasikan di internet. Ini menjadi bagian dari dakwah dan edukasi yang mencerahkan,” ujar anggota Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Solo itu.
Dalam kesempatan yang sama, Bendahara KKG PAI Banjarsari menyampaikan laporan keuangan tahun 2025 kepada seluruh anggota sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan organisasi. (Sofyan)
Baca juga: Orientasi Akademik PPG Calon Guru Gelombang I 2026 Digelar Univet Bantara Sukoharjo
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...

Tidak ada komentar: