Implementasi Program MBKM, Mahasiswi ISI Surakarta Laksanakan Riset Proyek Independen di Usman Janatin City Park Purbalingga

Print Friendly and PDF

 

Mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Luthfiah Melianawati, melaksanakan kegiatan riset atau proyek independen di Usman Janatin City Park, Purbalingga, Jawa Tengah.


Implementasi Program MBKM, Mahasiswi ISI Surakarta Laksanakan Riset Proyek Independen di Usman Janatin City Park Purbalingga

Purbalingga — majalahlarise.com - Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kembali menghadirkan kontribusi nyata mahasiswa bagi pengembangan daerah. Seorang mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Luthfiah Melianawati, resmi menuntaskan kegiatan riset atau proyek independen di Usman Janatin City Park, Purbalingga, Jawa Tengah.

Luthfiah merupakan mahasiswi Program Studi Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta yang mengikuti skema MBKM Riset/Proyek Independen selama periode 1 September hingga 31 Desember 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan mitra eksternal Usman Janatin City Park yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani No.57, Purbalingga Kidul, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga.

Melalui skema MBKM ini, mahasiswa memperoleh kesempatan menjalani proses penelitian secara komprehensif, mulai dari penyusunan proposal, pengumpulan dan analisis data, hingga penyusunan laporan penelitian dengan pendampingan dosen pembimbing MBKM serta mitra eksternal. Skema ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis mahasiswa, meningkatkan kualitas riset, membangun ekosistem penelitian, serta menjadi bekal dalam penyusunan tugas akhir.


Pada pelaksanaan MBKM kali ini, Luthfiah memilih proyek independen dengan luaran berupa ide perencanaan dan perancangan interior Usman Janatin City Park. Hasil perancangan tersebut diserahkan kepada pihak mitra sebagai gagasan dan bahan pertimbangan pengembangan kawasan wisata ke depan.

Ketertarikan Luthfiah terhadap dunia industri kreatif menjadi latar belakang pemilihan proyek ini. Sebagai putri daerah Purbalingga, ia menilai wilayah tersebut memiliki potensi besar di bidang seni, budaya, dan ekonomi kreatif, baik tradisional maupun modern, yang memerlukan ruang dan fasilitas terintegrasi.

Berdasarkan data Kabupaten Purbalingga, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menunjukkan tren pemulihan yang kuat. Tercatat terdapat 24 desa wisata, 89 daya tarik wisata, serta peningkatan kunjungan wisatawan lebih dari 1,6 juta orang pada periode Januari–Agustus 2022. Selain itu, lebih dari 319 pelaku ekonomi kreatif terdata dengan fokus utama pada sektor kuliner, kriya, dan fashion. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purbalingga juga mencapai 7,43 persen hingga triwulan II tahun 2025, yang turut menopang perkembangan sektor kreatif.

Melihat potensi tersebut, Luthfiah menggagas konsep Usman Janatin Creative Hub sebagai ekosistem ekonomi kreatif yang mampu menjadi wadah bagi seniman, pekerja kreatif, pelaku UMKM, serta masyarakat luas dalam sebuah destinasi wisata edukatif.


Perancangan interior Usman Janatin Creative Hub mengusung tema “Transisi Berkoneksi”, yang dimaknai sebagai upaya mentransformasikan Usman Janatin City Park menjadi objek wisata dengan fungsionalitas yang lebih optimal. Konsep ini diharapkan mampu menjembatani kesenian tradisional dan modern beserta para pelakunya, mendekatkan masyarakat dengan dunia seni dan kreatif, serta menghubungkan seni dengan potensi pengembangan ekonomi daerah.

Dari sisi desain, creative hub ini menerapkan gaya green futuristic dengan konsep ruang terbuka (open space). Pendekatan tersebut dirancang untuk menciptakan fleksibilitas aktivitas, menonjolkan fungsi ruang yang adaptif bagi lingkungan kreatif, serta menghadirkan desain yang bersifat timeless sehingga dapat dinikmati oleh berbagai usia dan kalangan. Tema, konsep, dan ide perancangan ini sekaligus memperkuat Usman Janatin Creative Hub sebagai identitas kawasan.

Luthfiah berharap hasil perancangan yang telah diserahkan dapat memberi manfaat jangka panjang.

“Semoga dengan diserahkannya hasil perancangan interior Usman Janatin Creative Hub dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Daerah Purbalingga untuk direalisasikan pada waktu yang akan datang, sehingga wisata edukatif dan kreatif di Purbalingga semakin beragam, perekonomian daerah terus berkembang, dan masyarakat semakin sejahtera,” ujarnya. (*)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top