Wujud Solidaritas Korban Bencana, Malam Tahun Baru 2026 di Candi Prambanan Digelar Tanpa Kembang Api

Print Friendly and PDF



Wujud Solidaritas Korban Bencana, Malam Tahun Baru 2026 di Candi Prambanan Digelar Tanpa Kembang Api

Klaten – majalahlarise.com – Perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di kawasan Candi Prambanan akan berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pengelola destinasi memutuskan menggelar malam tahun baru secara sederhana tanpa pesta kembang api sebagai wujud solidaritas dan empati terhadap masyarakat terdampak bencana alam di berbagai daerah di Indonesia.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, sekaligus ajakan refleksi bagi seluruh pengunjung agar momen pergantian tahun tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan dan doa bagi sesama.

Pengelola kawasan Candi Prambanan bersama pihak terkait sepakat mengganti kemeriahan kembang api dengan rangkaian kegiatan bernuansa budaya dan spiritual. Pengunjung akan disuguhi pertunjukan seni tradisional, doa bersama lintas keyakinan, penyampaian pesan kemanusiaan, serta aksi solidaritas yang menekankan nilai empati dan kebersamaan.

Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM), Gistang Richard Panutur, menyampaikan seluruh destinasi yang dikelola IDM tahun ini mengusung tema “Hadiah Warisan Budaya adalah Cerita Penuh Makna”. Melalui tema tersebut, IDM ingin menghadirkan pengalaman pergantian tahun yang lebih bermakna dengan sentuhan nilai budaya dan kemanusiaan.

“Pada tanggal 31 Desember 2025, di momen malam pergantian tahun, kami akan menggelar Suara Prambanan ke-3. Tahun-tahun sebelumnya identik dengan pesta kembang api, namun tahun ini berbeda. Kami memilih meniadakan kembang api dengan mempertimbangkan kondisi berbagai daerah di Indonesia yang sedang dilanda bencana dan kedukaan,” ujar Gistang, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan empati IDM terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Menurutnya, perayaan tahun baru seharusnya menjadi momentum untuk saling menguatkan, bukan sekadar euforia.

“Pada momen pergantian tahun baru, khususnya melalui event Suara Prambanan, kami akan fokus pada kegiatan donasi, doa bersama, serta penyalaan lilin sebagai simbol harapan. Kegiatan ini tetap disertai apresiasi budaya dan pertunjukan seni yang menjadi ciri khas Candi Prambanan,” katanya.

Gistang juga mengatakan pihak manajemen turut menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat di sejumlah wilayah. Ia menguraikan, momentum Natal dan Tahun Baru sejatinya identik dengan kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Kami telah menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui IDM untuk saudara-saudara kita di Sumatra. Kami berharap langkah kecil ini dapat menjadi penguat solidaritas nasional dan menghadirkan makna lebih dalam pada perayaan tahun baru,” imbuhnya.

Dengan konsep tersebut, perayaan malam Tahun Baru 2026 di Candi Prambanan diharapkan menjadi ruang refleksi bersama, sekaligus simbol empati, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama di tengah situasi kebencanaan yang melanda berbagai daerah. (Arkan Al Ghazali)


Baca juga: Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional ke-31, Wagub: Momen Ungkit Pertumbuhan Ekonomi 


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top