GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Hubungi:
Telp/ WA : 082245929199
majalahlarise@gmail.com
Total Tayangan Halaman
CB Magazine »
News
»
TP PKK Jateng Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara, Ning Nawal Ajak Perempuan Rutin Periksa Kesehatan
TP PKK Jateng Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara, Ning Nawal Ajak Perempuan Rutin Periksa Kesehatan
Posted by CB Magazine on Sabtu, 13 Desember 2025 |
News
![]() |
| Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal) turut menyaksikan puluhan perempuan yang antusias mengikuti pemeriksaan. |
TP PKK Jateng Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara, Ning Nawal Ajak Perempuan Rutin Periksa Kesehatan
Kendal - majalahlarise.com - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus menggencarkan edukasi serta layanan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Hal itu sebagai upaya menjaga kesehatan reproduksi perempuan.
Salah satunya, melalui kegiatan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara Melalui IVA Test (Inspeksi Visual Asam Asetat), Sadanis (Pemeriksaan Payudara Klinis), dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), di Kantor Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Kamis (11/12/2025).
Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal) turut menyaksikan puluhan perempuan yang antusias mengikuti pemeriksaan tersebut. Tidak hanya pemeriksaan, pihaknya juga melakukan edukasi tentang pencegahan kanker serviks dan payudara.
"Alhamdulillah hari ini kita melakukan beberapa kegiatan, yaitu IVA Test, kemudian Sadanis, terus ada cek kesehatan gratis juga. Kemudian kita juga ada sosialisasi tentang pencegahan kanker," kata dia sesuai kegiatan.
Pada kesempatan itu, Nawal mengajak para perempuan untuk rutin melakukan pemeriksaan kanker serviks dan payudara, di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Pasalnya, kedua kasus tersebut terbilang cukup tinggi di Jateng.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan pada 2024, tercatat sebanyak 2.515 perempuan di Jateng terdiagnosis kanker leher rahim atau kanker serviks. Adapun perempuan penderita kanker payudara jumlahnya mencapai 13.570 orang.
Selain itu, Nawal mendorong kader PKK mendukung Dinas Kesehatan Jateng dalam menggiatkan skrining DNA Human Papillomavirus (HPV) yang ditargetkan 9 juta sasaran pada 2030. Hingga kini, skrining sudah diikuti oleh 53.907 wanita.
"Sedangkan untuk saat ini masih di angka 53.907 (orang wanita). Sehingga kita perlu sinergitas dari banyak pihak, termasuk PKK, dan hari ini juga hadir lima federasi organisasi perempuan," ucap istri Wakil Gubernur Jateng ini.
Nawal mengatakan, pada kegiatan itu, ada sebanyak 60 perempuan yang mengikuti Test IVA. Pihaknya mendorong upaya deteksi tersebut terus digencarkan di Jawa Tengah.
Terlebih, pemeriksaan kanker serviks dan payudara juga dapat diintegrasikan dengan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin yang sudah menjangkau lebih dari 1.278 desa.
"Pada prinsipnya jumlah penyintas kanker di Jawa Tengah ini sangat tinggi, sehingga upaya seperti Sadari, pentingnya mamografi, dan lain sebagainya, sudah harus diedukasikan di masyarakat. Sehingga, hari ini kita hadir untuk edukasi dan sosialisasi," ungkap Nawal.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Provinsi Jateng, Irma Makiah mengatakan, pihaknya terus menggenjot skrining DNA HPV dan IVA Test untuk mencegah kanker serviks dan payudara.
Pihaknya menargetkan, sebanyak 9 juta wanita di Jateng melakukan skrining DNA HPV pada 2030. Kegiatan eliminasi kanker rahim ini juga didukung oleh imunisasi HPV untuk anak-anak usia sekolah.
Irma melaporkan, dari 2024 hingga September 2025, sudah ada sebanyak 53.907 wanita usia 30-69 tahun telah mengikuti skrining. Untuk IVA Test, selama 2023 hingga 2025, tercatat sebanyak 408.490 wanita usia 30-50 tahun telah melakukan pemeriksaan.
Dina Prabandari, ibu rumah tangga asal Desa Tampingan, mengungkapkan, layanan pemeriksaan IVA Test sangat membantu mengetahui kesehatan reproduksinya. Dia bersyukur, berdasarkan pemeriksaan, hasilnya bagus.
"Baru sekali ini saya ikut tes, sebelumnya takut kalau sakit. Tapi ada teman yang bilang nggak sakit, jadi mantap aja ikut. Hasilnya alhamdulillah bagus," ucap Dina. (Hum/ Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...

Tidak ada komentar: