GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Tomat dan Cabe Profesor, Gerakan Petani Muda di Pracimantoro
![]() |
| Hamparan lahan pertanian yang tertata rapi dengan tanaman tomat muda. Area ini dikenal dengan sebutan “Tomat & Cabe Profesor”. |
Tomat dan Cabe Profesor, Gerakan Petani Muda di Pracimantoro
Wonogiri - majalahlarise.com - Di Desa Mlangse Kidul, Tubokarto, Kecamatan Pracimantoro, tampak hamparan lahan pertanian yang tertata rapi dengan tanaman tomat muda. Area ini dikenal dengan sebutan “Tomat & Cabe Profesor”, dikelola oleh kelompok petani muda yang dipimpin oleh Sigit, selaku pengelola lahan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pracimantoro.
Sigit menjelaskan lahan tersebut merupakan tanah milik pemerintah, yang dipercayakan kepadanya untuk dikelola bersama empat rekan lainnya. “Lahan ini dulu, sekitar tahun 2019, kondisinya sangat tidak terawat. Tapi saya diberi amanah untuk mengelolanya, sekaligus menggerakkan petani-petani muda agar ikut bertani lagi,” jelasnya.
Saat ini, tanaman utama yang dibudidayakan adalah tomat, dan di bagian tengah lahan disusuli dengan cabai rawit kualitas unggul. Bibit tanaman disemai secara mandiri oleh tim pengelola. “Bibitnya nyemai sendiri, Mas. Jadi benar-benar dari bawah sampai perawatan semua kita yang kerjakan,” tambah Sigit.
Meski telah menunjukkan hasil positif, pengelolaan lahan ini masih menghadapi beberapa kendala. “Kalau kekurangan utama ya air. Kendalanya Cuma itu. Tapi sudah ada sumur, jadi untuk sementara cukup,” ujarnya.
Ke depan, kelompok petani muda ini berencana untuk mengembangkan tanaman padi, meski terkendala biaya pembongkaran guludan yang cukup tinggi. “Kalau ada peluang dan biaya cukup, nanti mau di sawah saja. Tapi sementara ya fokus di tomat dan cabai dulu,” terang Sigit.
Menariknya, hasil dari lahan ini tidak dipungut oleh pihak pemerintah, melainkan dikelola sepenuhnya oleh petani muda sebagai bentuk pemberdayaan dan contoh nyata bagi masyarakat sekitar. “Intinya, ini contoh supaya petani muda bisa semangat lagi. Kalau ada yang memulai, biasanya yang lain ikut,” tutur Sigit menutup wawancara.
Dengan semangat kerja keras dan inovasi para petani muda seperti Bapak Sigit, Desa Mlangse Kidul menunjukkan bahwa pertanian bisa menjadi sumber harapan baru bagi generasi muda pedesaan. (Danu)
Baca juga: Pemprov Jateng All Out Dukung Koperasi Desa Merah Putih untuk Percepat Kebangkitan Ekonomi Desa
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...


Tidak ada komentar: