GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNS Gelar Pameran “Sketsa 2025” sebagai Tugas Akhir
Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNS Gelar Pameran “Sketsa 2025” sebagai Tugas Akhir
Surakarta — majalahlarise.com - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar pameran seni bertajuk “Sketsa 2025” sebagai bagian dari pelaksanaan tugas akhir. Pameran ini menampilkan beragam karya sketsa dan eksplorasi visual yang merepresentasikan proses kreatif, gagasan, serta identitas artistik mahasiswa.
Melalui pameran tersebut, karya-karya yang sebelumnya hanya menjadi tugas akademik kini dihadirkan ke ruang publik, sehingga dapat diapresiasi lebih luas oleh masyarakat. “Sketsa 2025” menjadi wadah aktualisasi sekaligus pembuktian capaian pembelajaran mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNS dalam mengolah konsep, teknik, dan estetika seni rupa.
Yos Christian, mahasiswa yang tergabung sebagai Divisi Desain, menyampaikan rasa antusias dan kebanggaannya atas terselenggaranya pameran ini. Menurutnya, pameran tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga sebagai ruang pengenalan karya kepada publik.
“Saya sangat happy karena ini tidak hanya sekadar tugas yang dikumpulkan untuk dosen, tetapi juga bisa dipamerkan sebagai bentuk karya seni mahasiswa yang bisa dikenal,” ujar Yos Christian.
Ia menambahkan, pameran ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengelola karya secara profesional, mulai dari perancangan konsep visual, penataan ruang pamer, hingga komunikasi karya kepada audiens. Kegiatan ini sekaligus diharapkan mampu mendorong kepercayaan diri mahasiswa untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam dunia seni rupa.
Pameran “Sketsa 2025” menjadi bukti komitmen mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNS dalam menjadikan proses akademik selaras dengan praktik nyata, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan seni dan budaya. (Manaf)
Baca juga: Ahmad Luthfi Soroti Masih ada 31 Puskesmas Tanpa Dokter Gigi di Jateng
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...

Tidak ada komentar: