IDI Boyolali Gelar Muscab, Yustinus Slamet Nugroho Terpilih Pimpin Periode 2025–2028

Print Friendly and PDF



IDI Boyolali Gelar Muscab, Yustinus Slamet Nugroho Terpilih Pimpin Periode 2025–2028

Boyolali – majalahlarise.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Boyolali menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) sekaligus pemilihan ketua untuk masa bakti 2025–2028. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan demokratis ini digelar di Aula Lantai 4 Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Boyolali, Sabtu (13/12/2025).

Muscab yang diikuti para anggota IDI Cabang Boyolali tersebut menjadi forum penting dalam menentukan arah organisasi profesi dokter di Kabupaten Boyolali ke depan. Selain pemilihan ketua, agenda ini juga menjadi ruang evaluasi serta perumusan program kerja yang lebih responsif terhadap tantangan dunia kesehatan.

Ketua Panitia Muscab, Ratmi Pungkasari, menyampaikan Muscab merupakan agenda rutin organisasi yang digelar setiap tiga tahun sekali. Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam forum musyawarah tidak boleh menggerus persatuan di tubuh IDI.

“Siapapun yang jadi atau terpilih sebagai Ketua IDI, kami tetap satu untuk Boyolali, untuk negeri,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua IDI Cabang Boyolali periode 2022–2025, Didik Suprapto, menilai Muscab sebagai momentum strategis bagi organisasi. Menurutnya, forum ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga refleksi perjalanan organisasi dan penguatan soliditas profesi dokter.

“Muscab IDI merupakan momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperkuat soliditas profesi, serta merumuskan arah kebijakan yang lebih baik ke depan. Selain itu, Muscab juga menjadi sarana memilih pemimpin baru yang akan meneruskan estafet kepemimpinan,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali. Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Boyolali, Muhammad Arief Wardianta, menegaskan bahwa IDI merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan sektor kesehatan.

“Kami tidak mungkin menjalankan program kesehatan tanpa kolaborasi erat dengan tenaga medis, khususnya para dokter yang menjadi garda terdepan pelayanan. Karena itu, kami berkomitmen memperkuat sinergi, baik dalam peningkatan layanan kesehatan masyarakat, peningkatan kapasitas SDM kesehatan, maupun percepatan program-program prioritas kesehatan,” ungkapnya.

Ia berharap Muscab IDI Cabang Boyolali dapat berjalan dengan tertib, demokratis, dan penuh kekeluargaan, serta menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi. Musyawarah ini juga diharapkan melahirkan pimpinan cabang yang amanah, berintegritas, dan mampu menjadi teladan bagi seluruh anggota.

Pada akhir Muscab, forum secara resmi menetapkan Yustinus Slamet Nugroho sebagai Ketua IDI Cabang Boyolali Periode 2025–2028. Sementara itu, posisi Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Cabang Boyolali Periode 2025–2028 dipercayakan kepada Widiyasih Pritasari.

Terpilihnya kepengurusan baru diharapkan mampu membawa IDI Cabang Boyolali semakin solid dan berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Boyolali. (Ags/ Sofyan)


Baca juga: Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNS Gelar Pameran “Sketsa 2025” sebagai Tugas Akhir


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top