GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Joko Sriyono Mendapatkan Penghargaan Pelestari Budaya Tahun 2025
![]() |
| Joko Sriyono menerima penghargaan dari Wawali Surakarta Astrid Widayani. |
Joko Sriyono Mendapatkan Penghargaan Pelestari Budaya Tahun 2025
Solo - majalahlarise.com - Joko Sriyono mendapatkan Penghargaan Apresiasi Pelestari Budaya Kota Surakarta Tahun 2025 dari Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani. Joko Sriyono mendapatkan penghargaan bersama dengan 2 pelestari budaya yang lain, yaitu Tugini dan Ign Purwanto. Selasa (2/12/2025), bertempat di Pendhapi Gedhe Balai Kota Surakarta.
Joko Sriyono dianugerahi penghargaan karena telah melestarikan seni lukis wayang beber tradisional yang jarang ditekuni para seniman. Lukis wayang beber ia pelajari sejak kecil melalui Raden Ngabehi Atmo Supomo, dan kemudian ia tekuni selepas dari profesinya sebagai desainer motif batik di beberapa perusahaan baik sebagai karyawan maupun kerja lepas. Hingga kini, ia memiliki Sanggar Seni Naladerma di kampung Baluwarti, lingkungan Keraton Surakarta. Bahkan, sejak 2024 ia telah merintis Galeri Naladerma bersama Dony Susanto bertempat di Ndalem Atmo Supomo di bawah binaan ISI Surakarta.
Sanggar Naladerma telah menjadi pusat belajar wayang beber tradisional. Banyak mahasiswa yang telah melakukan magang melukis wayang beber di bawah bimbingan Joko Sriyono. Joko dan wayang bebernya juga menjadi objek penelitian para dosen, mahasiswa, dan siswa SMA dari berbagai kampus dan sekolah. Mahasiswa asing pun telah meneliti wayang bebernya. Tidak hanya itu saja, wayang beber karya Joko Sriyono telah dikoleksi oleh berbagai kalangan baik dalam maupun luar negeri.
![]() |
| Joko Sriyono menerima visitasi Tim Kurator dari Disbudpar Kota Surakarta. |
![]() |
| Aktivitas Joko menerima kunjungan studi mahasiswa disabilitas. |
Berkat keuletan Joko Sriyono, wayang beber tradisional masih lestari hingga kini di Kota Solo. “Pemberian penghargaan ini merupakan momentum penting untuk menjaga kesinambungan kebudayaan adiluhung yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” papar Astrid Widayani dalam sambutannya. (Sofyan)
Baca juga: Wagub Taj Yasin Ajak PWI Berkolaborasi Membangun Jawa Tengah
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...



Tidak ada komentar: