DPD HISPPI PNF Jawa Tengah Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dilantik, Teguhkan Peran Strategis Pendidikan Nonformal untuk SDM Unggul 2030

Print Friendly and PDF

Dewan Pimpinan Daerah HISPPI Pendidikan Nonformal (HISPPI PNF) Jawa Tengah masa bakti 2025–2030 resmi dilantik.


DPD HISPPI PNF Jawa Tengah Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dilantik, Teguhkan Peran Strategis Pendidikan Nonformal untuk SDM Unggul 2030

Semarang – majalahlarise.com - Upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui jalur pendidikan nonformal semakin kokoh setelah Dewan Pimpinan Daerah HISPPI Pendidikan Nonformal (HISPPI PNF) Jawa Tengah masa bakti 2025–2030 resmi dilantik pada Kamis (11/12/2025). Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan megah di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, disaksikan ratusan pendidik, penguji, tokoh organisasi, dan perwakilan pemerintah daerah.

Pelantikan ini sekaligus meneguhkan peran strategis HISPPI PNF sebagai garda depan peningkatan kompetensi pendidik dan penguji, sekaligus memperluas kiprah pendidikan nonformal yang kini semakin dibutuhkan masyarakat.

Dalam sambutan, Ketua Umum DPP HISPPI PNF Rifyanto Bakri, S.IP., M.M. menyampaikan pendidikan nonformal terbukti menjadi jalur penting dalam peningkatan keterampilan, daya saing, dan kompetensi kerja masyarakat.

“Pendidikan itu tidak hanya pendidikan formal. Pendidikan nonformal memberikan kontribusi yang tidak kalah pentingnya. Dari yang tadinya tidak bisa menjadi bisa, lalu mahir, hingga rampil. Peran besar inilah yang menjadi tantangan bagi HISPPI,” ujar Rifyanto disambut tepuk tangan meriah.

Ia menjelaskan menuju tahun Indonesia Emas 2045, kapasitas dan kompetensi pekerja tidak bisa hanya bertumpu pada pendidikan formal. Pelatihan, kursus, dan sertifikasi menjadi tulang punggung pembangunan SDM.

Dalam paparannya, Rifyanto menyampaikan gambaran lengkap ekosistem pendidikan nonformal di Jawa Tengah 1.307 lembaga kursus dan pelatihan aktif, 7.000–8.000 pendidik, pengajar, instruktur, dan penguji yang bekerja di sektor nonformal. Puluhan ribu peserta didik yang mengikuti berbagai program keterampilan setiap tahunnya.

“Lembaga kursus dan pelatihan adalah rumah besar bagi pendidik dan instruktur. Mereka harus diperkuat kompetensinya. Jika pendidiknya kompeten, output-nya pasti kompeten.”

Rifyanto mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang disebutnya sebagai salah satu provinsi paling aktif mendorong perkembangan pendidikan nonformal.

"Tanpa dukungan Pemprov Jateng, acara meriah dan elok seperti ini tidak mungkin terselenggara. Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur dan jajarannya," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan proses advokasi yang saat ini tengah dilakukan HISPPI PNF di tingkat nasional, yaitu mengusulkan agar dalam revisi UU Sisdiknas kembali dibentuk Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal, sehingga ada "rumah besar" sebagai pembina resmi organisasi dan lembaga pendidikan nonformal.

Ketua DPD HISPPI PNF Jawa Tengah periode 2025–2030, Dwi Purwaningsih, B.A., S.Pd.AUD., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan komitmen kuat pengurus untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menyatakan HISPPI PNF Jateng siap menjadi mitra strategis pemerintah dan dunia usaha. “Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, mikro-organisasi, dan seluruh pemangku kepentingan demi memperkuat kualitas pendidik dan penguji di Jawa Tengah," tuturnya.

Dwi juga menyampaikan setiap langkah pengabdian adalah ibadah, dan setiap kolaborasi merupakan jalan menuju keberkahan. Ia mengajak seluruh pengurus 24 DPC se-Jawa Tengah untuk bergerak selaras, terukur, dan inovatif.

Mewakili Gubernur Jawa Tengah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, S.H., M.Hum., memberikan sambutan yang kuat, menyentuh, dan penuh pesan moral.


Ia mengatakan pemerintah memiliki kepentingan besar terhadap keberadaan HISPPI PNF. “SDM Jawa Tengah membutuhkan dukungan pelatihan, kompetensi, dan sertifikasi. Kami yakin organisasi ini dapat membantu meningkatkan kualitas tenaga kerja di Jawa Tengah," ujarnya.

Iwanuddin menjelaskan pentingnya kolaborasi dengan OPD, pemda kabupaten/kota, balai pelatihan, dan seluruh lembaga terkait.

Dalam bagian inspiratif sambutannya, ia menyampaikan filosofi pelayanan. “Harga bisa dilupakan. Rasa bisa dilupakan. Tetapi perlakuan tidak akan pernah dilupakan. Organisasi ini harus memberi perlakuan terbaik kepada masyarakat," terangnya.

Ia menutup sambutannya dengan sebuah kisah dari India: Tell me a fact and I will understand. Tell me the truth and I will believe. Tell me a story and I will keep it in my heart forever.

“Biarlah HISPPI PNF menjadi cerita yang tinggal dalam hati masyarakat, karena kontribusinya bagi kualitas manusia Jawa Tengah,” ujarnya.

Pengurus DPC HISPPI PNF tingkat Kabupaten/Kota. 


Pelantikan DPC HISPPI PNF se-Jawa Tengah

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus DPC HISPPI PNF tingkat Kabupaten/Kota. Para pengurus berasal dari 24 kabupaten/kota dan akan menjadi ujung tombak implementasi program, mulai dari pelatihan instruktur, sertifikasi kompetensi, hingga inovasi pembelajaran nonformal di daerah. (Sofyan)


Baca juga: Polres Boyolali Gelar Apel Quick Respon Terpadu di Rest Area KM 487 B, Persiapan Mengahadapi Nataru


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top