Dai MUI Pusat: Alquran Petunjuk dan Penyejuk Kehidupan Umat Muslim

Print Friendly and PDF

Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko.


Dai MUI Pusat: Alquran Petunjuk dan Penyejuk Kehidupan Umat Muslim

SOLO – majalahlarise.com - Alquran sebagai petunjuk dan berdampak bagi penyejuk kehidupan. Hal itu diungkapkan oleh Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko di pengajian jemaah ibu-ibu Muslimah Masjid Nur Mirah di kawasan Kratonan, Solo, Senin (15/12/2025).

Alquran disebutkan sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan membacanya dengan hati yang khusyuk akan mendatangkan ketenangan.

Selain itu, dengan ketenangan hati adalah merupakan salah satu nikmat besar yang diidamkan setiap orang. 

Dalam Islam, ketenangan hati dapat dicapai melalui berbagai cara yang Allah SWT ajarkan dalam Alquran dan melalui teladan Rasulullah saw.

“Jangan berhenti bergaul dengan Alquran. Alquran sebagai petunjuk dan penyejuk yang berdampak bagi kehidupan,” ujar Jatmiko.

Lantas Dai Muda dari Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas (MTDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo ini menyampaikan hadits riwayat Bukhori yang berbunyi. ‘Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.’

“Bacalah Alquran, karena sesungguhnya Alquran akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang yang membacanya. Termasuk Jemaah ibu-ibu Muslimah Masjid Nur Mirah Solo,” ujarnya.

AlQuran adalah petunjuk bagi umat manusia, memberikan panduan dalam menjalani kehidupan dengan penuh berkah dan ridha Allah SWT. Siapa pun orang yang ingin menuju kepada kebahagiaan dunia maupun akhirat, maka tidak ada kata lain kuncinya, kecuali menjadikan alquran.

Sesuai hadis Riwayat Muslim menyatakan bahwa “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca Kitab Allah dan mempelajarinya bersama, melainkan ketenangan (sakīnah) akan turun kepada mereka, rahmat akan meliputi mereka, para malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.” 

“Bagi ibu-ibu yang berkelebihan harta bisa berbagi makanan. Kalau tidak ingin masuk neraka. Lihat Quran surah Al-Muddatstsir ayat 42-44. Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab, "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,” paparnya, sambil tersenyum. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top