Unisri Press Gelar Workshop Penulisan dan Bedah Buku, “Ngomong, Nulis, Jalan-jalan” Jadi Kunci Pemuda Taklukkan Dunia Komunikasi

Print Friendly and PDF

Akademisi sekaligus penulis muda, Sihabuddin, S.I.Kom., M.I.Kom., sebagai narasumber.


Unisri Press Gelar Workshop Penulisan dan Bedah Buku, “Ngomong, Nulis, Jalan-jalan” Jadi Kunci Pemuda Taklukkan Dunia Komunikasi

Solo — majalahlarise.com - Unisri Press Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta kembali menggelar workshop penulisan dan bedah buku bagi mahasiswa dengan tema inspiratif “Ngomong, Nulis, Jalan-jalan: Tiga Cara Pemuda Menaklukkan Dunia Komunikasi.” Kegiatan yang diikuti 144 mahasiswa ini berlangsung di Ruang Seminar Lantai III Gedung B, Kamis (20/11), menghadirkan akademisi sekaligus penulis muda, Sihabuddin, S.I.Kom., M.I.Kom., sebagai narasumber.

Dalam laporan pembuka, Yudhistiro Pandu Widhoyoko, S.S., M.Pd., Kepala Unisri Press, mengatakan workshop ini merupakan agenda rutin yang bertujuan meningkatkan kecakapan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah sekaligus memotivasi mereka untuk menghasilkan karya berkualitas. Program ini juga dirancang untuk membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir seperti skripsi.

"Kami berharap dengan adanya workshop ini mahasiswa bisa meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah khususnya skripsi, laporan, dan publikasi melalui pemahaman struktur, gaya penulisan yang benar, serta motivasi yang kuat untuk menyelesaikan tugas akhir," ujar Yudhistiro.

Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang II, Dr. Bambang Widarno, S.E., M.M., yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta. Menurutnya, workshop penulisan dan bedah buku bukan sekadar kegiatan teknis, tetapi bagian penting dalam pengembangan budaya akademik di lingkungan Unisri.

"Workshop penulisan buku adalah bentuk publikasi ilmiah yang sangat penting. Ini dapat meningkatkan reputasi institusi sekaligus mempromosikan hasil penelitian kepada masyarakat luas. Karena itu, kami sangat mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif menulis dan terlibat dalam publikasi ilmiah," tuturnya.

Dalam sesi inti, Sihabuddin mengupas tiga kunci menguasai komunikasi modern: berbicara, menulis, dan bepergian. Menurutnya, tiga aktivitas tersebut membuka cakrawala berpikir, memperluas jaringan, dan memperkaya wawasan yang sangat dibutuhkan generasi muda di era kompetitif saat ini.

Menutup sesi, Sihabuddin berpesan kepada seluruh peserta agar terus mengasah kemampuan literasi.

“Kalau mau jadi penulis yang baik, maka jadilah pembaca yang baik. Jangan lupa banyak berlatih,” pesannya sebelum workshop ditutup.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat mahasiswa untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas penelitian, serta mendorong lahirnya lebih banyak publikasi ilmiah dari sivitas akademika Unisri. (Sofyan)


Baca juga: Jawa Tengah Sinkronkan 23 Juta Data Penduduk dengan DTSEN, Target Rampung Januari 2026


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top