PHRI Solo Optimistis Pariwisata 2026 Melesat, MICE Dibuka dan Destinasi Baru Dongkrak Ekonomi Kota Bengawan

Print Friendly and PDF

Joko Sutrisno, Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Surakarta.


PHRI Solo Optimistis Pariwisata 2026 Melesat, MICE Dibuka dan Destinasi Baru Dongkrak Ekonomi Kota Bengawan

Solo - majalahlarise.com - Sektor hospitality di Kota Solo diprediksi akan melesat pada tahun 2026. Optimisme ini disampaikan Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Surakarta, Joko Sutrisno, saat ditemui usai menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPC IWAPI Surakarta di Kusuma Sahid Prince Hotel, Rabu (26/11/2025).

Menurut Joko, langkah pemerintah yang kembali membuka izin kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) di hotel-hotel menjadi indikator utama kebangkitan industri pariwisata.

“Sekitar dua minggu lalu kami berdiskusi dengan DWAK. Dinas-dinas sudah diperbolehkan mengadakan meeting, rapat, atau acara di hotel. Ini juga berlaku di tingkat provinsi. Saya yakin akan membawa angin segar bagi destinasi wisata, oleh-oleh, termasuk hotel,” ujarnya.

Ia menjelaskan selama dua tahun terakhir sektor perhotelan mengalami kelesuan yang cukup berat, bahkan di awal 2024 banyak karyawan hotel terpaksa dirumahkan. Namun mulai pertengahan 2024 terlihat tren pemulihan yang kuat.

“Bulan Juni kemarin sudah mulai masuk semua. Artinya perekonomian bergerak lebih baik,” imbuhnya.

Joko juga mengungkapkan data dari Dinas Pariwisata Kota Surakarta yang menunjukkan kunjungan wisata Solo pada 2024 melampaui Yogyakarta. Lonjakan ini ditopang destinasi-destinasi baru yang sedang naik daun.

"Masjid Sheikh Zayed dan Balekambang menjadi penopang daya tarik wisata Solo. Ini menambah optimisme kami untuk 2026,” jelasnya.

Dalam pandangan PHRI, stabilitas bisnis sangat ditentukan oleh kepastian regulasi pemerintah. Meski dinamika di Keraton Surakarta masih berlangsung, Joko mengatakan pengaruhnya tidak terlalu besar terhadap ekonomi daerah.

“Mohon maaf, urusan Keraton tidak terlalu signifikan terhadap perekonomian Solo. Kraton hanya salah satu destinasi. Yang paling terasa justru keberadaan MBG (dapur umum) yang menggerakkan ekonomi dari bawah,” terangnya.

Ia menyebut, Solo memiliki 47 dapur MBG yang menyerap kebutuhan bahan baku dalam jumlah besar mulai dari beras, sayur, hingga logistik lainnya sehingga memberi dampak langsung bagi para pelaku usaha lokal.

Ditambah dengan kebijakan Wali Kota yang mendorong rapat-rapat OPD digelar di hotel, serta dinas pariwisata yang rutin menggelar event-event berskala nasional, roda ekonomi Solo kembali bergerak cepat.

“Apalagi Solo saat ini zero exceedence untuk kesehatan dapur MBG, berkat pendampingan dari pemerintah dan dinas kesehatan,” tambah Joko.

Menghadapi peluang 2026, Joko menjelaskan bahwa pelaku hospitality harus bergerak cepat memaksimalkan pelayanan.

“Hotel, restoran, pusat oleh-oleh, dan hiburan harus meningkatkan service excellence. Kalau pelayanannya bagus, masyarakat akan ‘tuman’ atau terbiasa kembali datang ke Solo,” katanya.

Terkait pelantikan pengurus DPC IWAPI Surakarta, Joko berharap terbangun kolaborasi erat antara IWAPI, PHRI, Kadin Surakarta, dan pemerintah.

“UMKM di Indonesia itu 94–95 persen dan banyak didominasi ibu-ibu. Dengan dilantiknya Bu Umi sebagai ketua, kami yakin anggotanya makin cepat menangkap peluang,” terangnya.

Pria yang juga menjabat Ketua Kadin Kabupaten Karanganyar ini menyampaikan di Solo Raya, Kadin Karanganyar saat ini menjadi yang terbaik dalam capaian omzet. Kegiatan pembinaan rutin dilakukan melalui kunjungan bisnis setiap tiga bulan.

“Kami datangi pengusaha sukses, termasuk eksportir. Banyak yang awalnya mulai dari nol, hanya tekad dan semangat, lalu bisa menjadi eksportir hebat. Ini memotivasi pelaku usaha lainnya,” jelasnya.

Joko menutup dengan optimisme bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi Solo. Kombinasi antara pembukaan MICE, tumbuhnya destinasi baru, kuatnya aktivitas MBG, serta sinergi antar organisasi usaha diyakini mempercepat pemulihan ekonomi Kota Bengawan.

“Dengan kepastian kebijakan, event yang ramai, dan layanan yang prima, saya yakin ekonomi Solo akan semakin tumbuh,” pungkasnya. (Sofyan)


Baca juga: Buka Simulasi DRP, Pesan Sekda Tidak Muncul Lagi 'Piya piye' Saat Ada Gangguan Siber


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top