GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KELAS DIGITAL
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KELAS DIGITAL
Disusun oleh: Nur Indah Margi Utami, S.Pd., M.Sc.; Ririn Sri Sumasni, S.Pd.; Irwan Rilandi, S.Pd.
Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo, Jawa Tengah
![]() |
| Nur Indah Margi Utami, S.Pd |
![]() |
| Ririn Sri Sumasni, S.Pd |
![]() |
| Irwan Rilandi, S.Pd |
Abstrak
Kemajuan teknologi informasi dan telah mengubah paradigma pendidikan dari sistem tradisional menuju pembelajaran digital yang interaktif. Artikel ini membahas penerapan model pembelajaran berbasis deep learning dalam konteks kelas digital, dengan fokus pada peningkatan hasil belajar, motivasi, dan partisipasi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment yang membandingkan efektivitas pembelajaran deep learning dengan model konvensional. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar dan keterlibatan siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi deep learning dan teknologi digital berpotensi memperkuat kualitas pendidikan di era digital.
Kata kunci: deep learning, kelas digital, pembelajaran digital, kecerdasan buatan, hasil belajar.
Pendahuluan
Perkembangan teknologi digital membawa dampak besar terhadap dunia pendidikan. Jika sebelumnya guru berperan utama sebagai sumber informasi, kini peserta didik dapat mengakses pengetahuan secara mandiri melalui berbagai platform pembelajaran daring. Hal ini menuntut pergeseran peran guru dari penyampai informasi menjadi fasilitator pembelajaran bermakna. Salah satu pendekatan yang relevan dengan perubahan ini adalah deep learning, yang menekankan pemahaman mendalam dan keterkaitan konseptual antara teori dan praktik (Davis, 2019).
Menurut Ramsden (1992), deep learning bukan hanya tentang mengingat informasi, tetapi juga tentang memahami, menghubungkan, dan mengaplikasikan konsep dalam berbagai konteks nyata. Dalam konteks pendidikan digital, penerapan deep learning memungkinkan terciptanya pembelajaran yang lebih adaptif, personal, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Landasan Teori
Deep learning secara umum dikenal sebagai cabang dari artificial intelligence (AI) yang menggunakan jaringan saraf tiruan (artificial neural networks) untuk memproses data secara hierarkis (Goodfellow, Bengio, & Courville, 2016). Dalam dunia pendidikan, konsep ini diterapkan untuk menganalisis perilaku belajar siswa, memberikan rekomendasi materi yang sesuai, serta mengembangkan sistem evaluasi otomatis berbasis data (Popenici & Kerr, 2017).
Dalam konteks pedagogis, Kemdikbudristek (2023) menegaskan bahwa pembelajaran mendalam mencakup empat prinsip utama: mindful (sadar), meaningful (bermakna), joyful (menyenangkan), dan holistik. Pembelajaran diharapkan menyentuh seluruh aspek kemanusiaan pikiran, hati, dan tindakan serta mengembangkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) seperti berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.
Sementara itu, kelas digital merupakan ruang belajar berbasis teknologi yang memungkinkan proses belajar sinkron maupun asinkron. Melalui Learning Management System (LMS), video interaktif, dan media kolaboratif, siswa dapat belajar secara fleksibel sesuai gaya belajar masing-masing (Keengwe & Kidd, 2010).
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas XI di MAN Sukoharjo, masing-masing berjumlah 30 siswa. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran deep learning berbasis digital, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data diperoleh melalui tes hasil belajar, angket respon siswa, lembar observasi, dan dokumentasi aktivitas pembelajaran.
Analisis data dilakukan dengan uji t-test untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antar kelompok, sedangkan angket dan observasi dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan motivasi dan partisipasi siswa.
Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kelas yang menggunakan model deep learning. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 72,5 menjadi 85,3. Partisipasi aktif dalam kelas digital naik dari 65% menjadi 88%, sementara kepuasan siswa terhadap pembelajaran meningkat dari 70% menjadi 92%. Peningkatan tersebut menunjukkan efektivitas deep learning dalam meningkatkan kualitas interaksi, pemahaman, dan motivasi siswa.
Penerapan deep learning memungkinkan sistem pembelajaran menyesuaikan materi berdasarkan performa dan minat siswa. Misalnya, algoritma adaptif dapat menganalisis pola belajar untuk merekomendasikan materi tambahan atau latihan yang sesuai. Contoh penerapan serupa dapat ditemukan pada aplikasi pembelajaran seperti Duolingo atau Coursera, yang menyesuaikan tingkat kesulitan berdasarkan kemampuan pengguna.
Namun demikian, penerapan deep learning juga menghadapi sejumlah tantangan. Diperlukan infrastruktur digital yang memadai, literasi teknologi yang kuat bagi guru, serta kebijakan perlindungan data siswa. Guru perlu memahami dasar kerja algoritma agar dapat menginterpretasikan hasil analisis sistem secara tepat dan etis.
Kesimpulan
Model pembelajaran berbasis deep learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa di kelas digital. Pendekatan ini mendukung terciptanya pembelajaran yang adaptif, personal, dan interaktif sesuai kebutuhan peserta didik. Integrasi deep learning dengan teknologi digital juga mendorong perubahan paradigma dari pembelajaran berpusat pada guru menuju pembelajaran berpusat pada siswa.
Ke depan, penerapan deep learning perlu disertai dukungan kebijakan pendidikan digital, pelatihan guru, serta kolaborasi antara pendidik dan pengembang teknologi agar sistem ini dapat diterapkan secara etis, inklusif, dan berkelanjutan.
Daftar Pustaka
Alim, M., & Suryani, N. (2022). Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan Digital: Peluang dan Tantangan. Jakarta: Prenadamedia Group.
Davis, F. D. (2019). Deep Learning and Constructivism in Education. New York: Springer.
Goodfellow, I., Bengio, Y., & Courville, A. (2016). Deep Learning. MIT Press.
Keengwe, J., & Kidd, T. (2010). Advances in Online Education: Pedagogical Frameworks and Applications. Hershey: IGI Global.
Kemendikbudristek. (2023). Panduan Transformasi Digital dalam Pembelajaran Abad 21. Jakarta: Ditjen Dikti.
Popenici, S. A. D., & Kerr, S. (2017). Exploring the Impact of Artificial Intelligence on Teaching and Learning. Research and Practice in Technology Enhanced Learning, 12(22).
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...



Tidak ada komentar: