GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Dapur AZZA: Dari Usaha Rumahan, Kini Jadi Andalan Snack dan Nasi Box di Sukoharjo
Dapur AZZA: Dari Usaha Rumahan, Kini Jadi Andalan Snack dan Nasi Box di Sukoharjo
Sukoharjo — majalahlarise.com - Berawal dari usaha rumahan sederhana, Dapur AZZA kini dikenal sebagai penyedia snack box, nasi box, hingga aneka jajanan tradisional di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya. Menu andalannya meliputi bubur sumsum, mega mendung, semar mendem, arem-arem, nasi tumpeng, dan beragam sajian rumahan lainnya.
Pemilik Dapur AZZA, Bu Uut, menceritakan bagaimana usahanya berawal dari keinginan sederhana untuk mandiri secara ekonomi. Meski omzet awal tidak seberapa, ia merasakan kepuasan tersendiri ketika mulai mampu memisahkan uang pribadi dan uang usaha.
“Seneng itu kalau kita tahu uang pribadi sekian, uang usaha sekian. Dari situlah saya belajar disiplin,” tuturnya.
Menurutnya, banyak pedagang kecil terjebak pada gaya hidup konsumtif dan tidak disiplin pencatatan. Hal inilah yang membuat usaha sulit berkembang, bahkan bisa terjebak pada lilitan hutang.
![]() |
| Nasi tumpeng. |
“Saya banyak lihat teman-teman ibu-ibu di pasar. Jualan tiap hari, tapi nggak tahu modalnya berapa, untungnya berapa. Padahal utangnya numpuk. Itu berarti bisnisnya nggak sehat,” jelasnya.
Bu Uut mengaku perjalanan hidupnya penuh liku. Ia sempat memiliki bakery, usaha laundry, hingga beberapa karyawan saat tinggal di Boyolali. Namun, semua ia jalani sambil terus belajar memperbaiki manajemen keuangan.
Hijrahnya ke dunia usaha kuliner justru terjadi ketika ia aktif mengikuti kegiatan masjid.
“Awalnya dari masjid, saya mulai hijrah. Ada yang pesan 400 nasi setiap Jumat. Dari situ makin banyak yang kenal, makin banyak order,” kenangnya.
Keberkahan makin terasa ketika banyak pesan datang lewat Facebook, WhatsApp, hingga pelanggan yang tiba-tiba mengirim uang untuk dibagikan sebagai sedekah kepada pemulung atau pekerja jalanan.
![]() |
| Nasi box. |
Dapur AZZA dikenal luas karena harga sajian yang ramah bagi kegiatan sosial. Untuk acara masjid dan kegiatan amal, Bu Uut bahkan memberikan potongan harga khusus.
“Kalau harga nasi boks aslinya Rp20 ribu, untuk kegiatan sosial saya kasih Rp17 ribu. Karena bagi saya, rezeki itu dari Allah, bukan dari memahalkan harga,” ujarnya.
Meski begitu, ia tetap mengutamakan kualitas dan menyesuaikan komposisi sesuai kebutuhan pelanggan.
Belum lama ini, nomor WhatsApp usahanya hilang sehingga seluruh pelanggan lama kehilangan kontak. Hal itu cukup memukul usahanya, tetapi ia tetap optimistis dan mulai membangun ulang jaringan melalui Facebook serta Google Maps.
“Google Maps itu pengaruh, betul. Banyak yang datang karena lihat lokasi di situ,” ungkapnya.
Kini, Bu Uut terus belajar digital marketing dan berusaha beradaptasi di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Meski banyak usaha sejenis bermunculan, Bu Uut meyakini rezeki sudah diatur. Baginya, yang terpenting adalah tetap berusaha, tetap jujur, dan tidak mencampuradukkan uang usaha dengan uang pribadi.
“Yang penting istiar. Rezeki sudah ada yang ngatur,” pungkasnya.
Dapur AZZA – Snack & Nasi Box
✔ Bubur sumsum
✔ Mega mendung
✔ Semar mendem
✔ Arem-arem
✔ Nasi tumpeng
✔ Snack box – Nasi box – Catering acara
📞 Pemesanan: +62 859-7375-3448
Reporter: Sofyan
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...



Tidak ada komentar: