Workshop Generative AI Dorong Transformasi Digital Pendidikan di Surakarta

Print Friendly and PDF

 

Winarno, peneliti kecerdasan buatan UNS. Dalam paparannya, ia memperkenalkan konsep Large Language Model (LLM) yang menjadi fondasi generative AI. 

Workshop Generative AI Dorong Transformasi Digital Pendidikan di Surakarta

Surakarta – majalahlarise.com - Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dunia pendidikan dituntut untuk beradaptasi agar tidak tertinggal. Menyadari urgensi tersebut, Riset Group Intelligent System and Humanized Computing Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Penerapan Generative Artificial Intelligence pada Bidang Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Senin (15/9/2025).

Kegiatan yang dihadiri guru perwakilan dari 28 SMP Negeri di Kota Surakarta ini dibuka dengan sambutan dari perwakilan Dinas Pendidikan, Abi Satoto, S.Pd., M.Si. Ia menjelaskan kehadiran AI harus disikapi secara bijak. “Guru dan pendidik tidak boleh merasa terancam, melainkan harus memanfaatkannya untuk memperkaya metode pengajaran dan mengikuti perkembangan teknologi,” ujarnya.

Acara berlanjut dengan penyerahan kenang-kenangan dari pihak riset group yang diwakili oleh Winarno, S.Si., M.Eng kepada Dinas Pendidikan Surakarta sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung transformasi digital.

Sesi utama dipandu langsung oleh Winarno, peneliti kecerdasan buatan UNS. Dalam paparannya, ia memperkenalkan konsep Large Language Model (LLM) yang menjadi fondasi generative AI. Para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga diajak praktik langsung: mulai dari mengenal cara kerja prompt, melakukan prompt engineering, hingga menyusun materi ajar dengan bantuan AI.


Salah satu sesi yang paling diminati adalah pembuatan rancangan pembelajaran dan kuis interaktif berbasis website dalam hitungan menit. Para guru tampak antusias, terlebih setelah menyadari potensi AI dalam menghemat waktu penyusunan materi tanpa mengurangi kualitasnya.

Workshop ini juga dilengkapi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil awal menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Bahkan, peserta mendapat fasilitas akun ChatGPT Plus versi GPT-5 untuk mendalami praktik penggunaan LLM.

Dalam penjelasannya, Winarno menekankan pentingnya etika penggunaan AI. Ia mengingatkan teknologi ini tidak boleh disalahgunakan, seperti siswa mengerjakan tugas dengan AI tanpa belajar. “Guru harus hadir sebagai pengarah. AI bukan pengganti proses belajar, tetapi mitra yang memperkuat pembelajaran,” tegasnya.

Interaksi dua arah mewarnai jalannya workshop. Guru yang aktif bertanya dan menjawab mendapatkan hadiah merchandise dari Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data. Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 15.50 WIB ditutup dengan penuh kehangatan oleh panitia.

Lebih jauh, workshop ini juga sejalan dengan beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menghadirkan metode pembelajaran inklusif dan relevan.

SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui dorongan inovasi digital di dunia pendidikan.

SDG 10: Mengurangi Kesenjangan, dengan membuka akses pembelajaran berkualitas bagi sekolah dengan keterbatasan sumber daya.

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, lewat sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

Bagi peserta, pengalaman ini menjadi pembuka wawasan. Seorang guru peserta workshop mengaku awalnya khawatir AI membuat siswa malas berpikir, namun kini melihat peluang besar dalam penggunaannya. “Ternyata AI bisa menjadi alat luar biasa untuk mendukung pembelajaran,” ungkapnya.

Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data UNS berkomitmen untuk menyusun modul pelatihan lanjutan, baik luring maupun daring, agar semakin banyak tenaga pendidik dapat merasakan manfaat teknologi ini.

Dengan semangat kolaborasi, workshop ini menjadi bukti nyata bahwa generative AI kini benar-benar hadir di ruang kelas, bukan sekadar wacana. Dengan bimbingan guru, teknologi ini dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan pendidikan yang cerdas, adaptif, dan berkelanjutan. (Sofyan)


Baca juga: Joko Raharjo Resmi Kembalikan Berkas Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Boyolali 2025–2027


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top