Manfaatkan Teknologi NFC, Dosen UHW Perbanas Majukan UKM Kuliner Sehat

Print Friendly and PDF

 

Tim dosen UHW Perbanas membuat dummy makanan berbentuk mainan sebagai media informasi produk kuliner sehat UKM Rayu Manis. 


Manfaatkan Teknologi NFC, Dosen UHW Perbanas Majukan UKM Kuliner Sehat

Surabaya - majalahlarise.com - Universitas Hayam Wuruk Perbanas senantiasa mendorong inovasi dan pemberdayaan terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kali ini, tim dosen UHW Perbanas membuat dummy makanan berbentuk mainan sebagai media informasi produk kuliner sehat UKM Rayu Manis. 

Dosen UHW Perbanas Thomas Hanandry Dewanto, S.T., M.T., menjelaskan pengunjung atau calon pembeli produk bisa memanfaatkan smartphone untuk memindai tiruan produk cake atau produk lainnya. 

”Jadi bentuknya adalah toys hasil 3D printing yang dilengkapi dengan teknologi NFC (Near Field Communication,-red). Adanya inovasi ini, pelayan tidak banyak menjelaskan produk, namun pengunjung bisa langsung men-scan dari NFC melalui handphone masing-masing,” jelas Thomas. 

Metode ini pun menjadi cara baru bagi pembeli dalam melihat produk secara langsung tanpa merusak makanan. Bahkan, mereka bisa mendapatkan inovasi informasi interaktif tentang bahan, cara penyimpanan, hingga penyajian. 

”UKM Rayu Manis merupakan produsen makanan sehat bebas gluten yang memiliki keterbatasan ruang dan display produk hanya diletakkan dalam chiller. Terkadang, costumer yang datang ada yang menyentuh atau membau produk sehingga produk jadi tidak layak jual,” ceritanya. 

Akhirnya, Thomas Hanandry Dewanto, Nanang Setiyoko, dan Haekal Ridho Afandi menawarkan solusi terhadap permasalahan UKM Rayu Manis berupa inovasi produk layanan hingga strategi penjualan secara digital. Kegiatan ini pun didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui program pemberdayaan kemitraan masyarakat.

Pemilik UKM Rayu Manis, Citra Purba Erwina mengaku merasa terbantu dengan adanya inovasi tersebut. Dirinya bisa lebih mendetailkan lagi informasi terkait nutrisi maupun kandungan dari setiap produk kuliner sehat buatannya. 

”Sekarang customer itu jadi getok tular buat datang. Soalnya NFC-nya ini jadi gimmick, customernya jadi dateng buat nyobain NFC di dummy makanan, dan ngajak temen atau kenalannya yang lain untuk dateng nyoba,” kesannya. (Sofyan)


Baca juga: Pinsar Boyolali Tampilkan Inovasi Telur Premium di Bulan Bakti Peternakan 2025


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top