Mahasiswa Univet Bantara Raih Juara 1 Tari Tradisional di Ajang Internasional VOYAGES 2025

Print Friendly and PDF

 

Mutiara Yusi Nanda Seti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (Jawa), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), berhasil meraih Juara 1 Traditional Dance Competition tingkat internasional.


Mahasiswa Univet Bantara Raih Juara 1 Tari Tradisional di Ajang Internasional VOYAGES 2025

Sukoharjo – majalahlarise.com -Kabar membanggakan datang dari Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo. Mutiara Yusi Nanda Seti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (Jawa), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), berhasil meraih Juara 1 Traditional Dance Competition tingkat internasional dalam acara bergengsi Visionary Outreach by Young Academics for Global Enrichment and Sustainability (VOYAGES 2025).

Kompetisi internasional VOYAGES 2025 diselenggarakan pada 19–26 September 2025, dengan tiga cabang lomba utama, yaitu Essay Competition, Traditional Dance Competition, dan Batik Painting Competition (onsite). Lomba Traditional Dance Competition digelar pada 19–20 September, dengan Yusi tampil di panggung internasional pada 20 September 2025.

Dalam ajang ini, sekitar 100 mahasiswa dari berbagai negara berkompetisi menunjukkan bakat terbaiknya. Para peserta datang dari universitas di Indonesia, Malaysia (Universiti Kuala Lumpur/Uni KL), Madagascar, Timor Leste, Jepang, dan negara-negara lainnya.

Yusi saat dikonfirmasi majalahlarise.com mengaku dirinya tidak memiliki waktu panjang untuk melakukan persiapan. Namun, pengalaman panjang di bidang seni tari membuatnya mampu tampil percaya diri.

“Latihan untuk lomba ini cukup singkat karena informasinya datang mendadak. Tapi Alhamdulillah, saya bisa tampil dengan baik karena memang sudah terbiasa menari sejak SMP. Saya juga sering mengajar tari di sekolah-sekolah, jadi setiap ada lomba mendadak pun saya tidak kaget,” ungkapnya penuh syukur.

Mahasiswi yang aktif dalam berbagai kegiatan seni ini mengaku sejak lama mengembangkan garapan tari tradisional Jawa. “Sejak SMP hingga sekarang saya terus mengasah karya-karya tari. Selain itu, saya juga membimbing anak-anak SD, SMP, hingga SMA untuk belajar menari. Jadi seni tari sudah menjadi bagian dari hidup saya,” tambah Yusi.

Lebih dari sekadar lomba, Yusi menjelaskan keikutsertaannya adalah bentuk tanggung jawab untuk membawa nama baik budaya Indonesia.

“Saya ingin membanggakan Universitas Veteran Bangun Nusantara, dosen-dosen saya, dan khususnya memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia. Tari tradisional kita itu sangat dikagumi oleh negara lain. Banyak peserta asing yang bilang tari Indonesia sulit diikuti. Mereka kagum, tapi juga merasa kesulitan menirukan gerakan kita,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini harus menjadi dorongan bagi generasi muda Indonesia untuk lebih mencintai warisan lokal.

“Anak muda sekarang banyak yang suka budaya luar seperti K-pop, padahal budaya kita sendiri tidak kalah menarik. Harapan saya, teman-teman bisa lebih bangga dengan tari tradisional, karena tidak semua orang bisa membawakannya. Tari Jawa, misalnya, sangat unik dan penuh makna,” ujarnya.

Yusi tidak lupa memberikan apresiasi kepada tim teater, teman-teman kampus, dosen, hingga keluarganya yang terus memberi dukungan. “Kalau tidak ada mereka, mungkin saya tidak bisa tampil sebaik ini. Saya berterima kasih juga kepada teman-teman teater yang membantu take video dan semua pihak yang mendukung,” katanya.

Kemenangan ini sekaligus menjadi motivasi untuk mahasiswa lain agar tidak ragu berkarya dan mengembangkan potensi. “Saya berharap prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi anak muda Indonesia untuk mencintai budaya lokal. Tari tradisional itu warisan yang mahal, harus kita lestarikan. Dan saya bersyukur bisa menjadi bagian kecil yang mengenalkan tari Jawa ke dunia,” pungkas Yusi.

Prestasi gemilang ini tak lepas dari dukungan kampus. Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, FKIP Univet Bantara, Tri Widiatmi, M.Pd., menuturkan pencapaian Yusi menjadi bukti kualitas mahasiswa prodi PBSD.

“Keberhasilan ini merupakan kebanggaan besar. Mahasiswa PBSD tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, peka budaya, dan mampu bersaing di tingkat internasional. Ini menjadi bukti bahwa seni dan kearifan lokal bisa dikembangkan serta dikenalkan ke dunia global,” katanya.

Tri Widiatmi menambahkan, prodi PBSD secara konsisten melakukan pembinaan melalui pendampingan intensif, kegiatan ekstrakurikuler seni budaya, serta memberi ruang mahasiswa untuk tampil di berbagai ajang nasional maupun internasional.

“Ke depan, kami akan memperkuat pembinaan lewat kelas-kelas kreatif, workshop seni budaya, dan program pertukaran pelajar. Kami juga akan memperluas jejaring kerjasama internasional agar mahasiswa punya lebih banyak kesempatan mengharumkan nama kampus dan bangsa,” tambahnya.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., serta Dekan FKIP, Dr. Singgih Subiyantoro, M.Pd., yang telah memberikan dukungan penuh hingga Yusi dapat berangkat dan meraih prestasi terbaik di VOYAGES 2025.

Dengan kemenangan ini, Univet Bantara sekali lagi menunjukkan dirinya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga sukses menumbuhkan talenta seni budaya yang mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. (Sofyan)


Baca juga: Pemberdayaan Kelompok Tani SPPS, Univet Bantara Latih Pembuatan Mie Instan Sehat Berbasis Porang



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top