GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Belajar Hidup Sederhana dan Merakyat Untuk Kemaslahatan Umat Sepanjang Hayat
Belajar Hidup Sederhana dan Merakyat Untuk Kemaslahatan Umat Sepanjang Hayat
Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S. M.Hum.
Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA
Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa
![]() |
| Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum |
"Bercerita dengan segala rasa dan kerinduan yang menyelimuti kata, frasa, klausa, kalimat, paragraf, dan wacana sebagai upaya untuk mengekspresikan mimpi dan imajinasi yang sesungguhnya sepanjang masa "
Suasana pagi yang cerah ceria saat matahari pagi mulai tersenyum dari balik pohon duwet, akhirnya saya sampai juga di warung kopi (warkop) Kang Dardi yang terletak di pinggir sungai Solo utara. “Selamat pagi Mas Mamad? Sapa Kang Dardi, melihat saya menyandarkan sepeda onthel di samping warkopnya. Mas Mamad: “Selamat pagi Kang Dardi, bagaimana kabarnya. Sudah plong ya, setelah semua perasaan dan beban hidup warga di sampaikan dalam rembug RT tadi malam? Kang Dardi: “Betul sekali Mas Mamad”. Ini sebagai upaya penyelesaian masalah tanpa masalah di tingkat RT Mas Mamad. Lha kalau semua masalah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sejak pada tingkat kelurahan, kecamatan, kota, kabupaten, gubernuran, dan nasional semua permasalahan dapat didiskusikan dan dirembug dengan baik sebenarnya bisa tho Mas Mamad. Jangan kalah dengan penggadean, “menyelesaikan masalah tanpa masalah”
Mas Mamad: “He..3x, sebentar, saya dibuatkan kopi dulu. Biar ada penghangat untuk saling berbagi pengalaman yang terbaik agar dapat diteladani dan jadi sumber literasi Ratulisa (rajin menulis dan membaca) bagi multigenerasi NKRI dan menjadi bahan diskusi dan literasi pada Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa (rajin menulis dan membaca) dan komunitas DIKLISA (Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra). Banyak hal yang dapat dibagikan sebagai teladan bagi multigenerasi NKRI, baik secara langsung maupun melalui tulisan buku, artikel, dan topik-topik diskusi yang dilaksanakan secara rutin. Hal tersebut sebagai upaya untuk mewujudkan 5B: bersilaturahmi, berkomunikasi, berkolaborasi, beraksi, dan berliterasi dengan ratulisa secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan memantik semangat bersilaturahmi dan berbagi terus-menerus diyakini dapat menjadi pendidika karakter yang terbaik bagi multigenerasi NKRI.
Belajar pada peristiwa kurang menyenangkan hati, mata, dan pikiran seluruh Masyarakat NKRI dan disaksikan oleh seluruh masyarakat NKRI di dalam dan luar negeri sejak tanggal 25 Agustus 20205 sampai dengan 31 Agustus 2025, seharusnya dapat dijadikan refleksi seluruh elemen Pemimpin NKRI, DPR, Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Lurah, Ketua RW, Ketua RT, dan seluruh masyarakat NKRI. Bapak Presiden dan wakil Presiden NKRI sebagai pemimpin tertinggi RI-1 dan RI-2, seharusnya juga selalu kompak, bersama-sama, membangun supertim untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat NKRI dan menyejahterakan seluruh masyarakat NKRI. Banyak turun menemui rakyat ke seluruh wilayah NKRI, untuk mendengarkan seluruh keluh kesah masyarakat. Apabila Bapak Presiden belum dapat turun langsung ya langsung saja disampaikan kepada seluruh masyarakat NKRI bahwa Bapak Presiden RI, mengutus Wakil Presiden RI dan Menteri-menterinya untuk turun menemui masyarakat dan mendengarkan keluh kesah masyarakat di 38 provinsi.
Tugas dapat dibagi-bagi kepada seluruh pembantu Presiden RI yang dikomandani oleh Wakil Presiden RI, Panglima TNI RI, dan Kapolri RI. Hasil keliling dan mendengarkan keluh kesah dan aspirasi masyarakat kemudian dibahas dalam rakor kabinet merah putih, dan dibuat skala prioritas untuk diselesaikan segala permasalahan yang dihadapi oleh seluruh rakyat Indonesia yang tersebar pada 38 provinsi. Dengan demikian, seluruh masyarakat tahu kekompakan supertim Bapak Presiden RI, Wakil Presiden RI, dan seluruh menteri-menterinya. Kantor komunikasi Kepresidenan RI juga harus dapat diberdayakan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran informasinya. Informasi-informasi yang memantik provokasi dan hoaks segera diklarifikasi dan jangan dibiarkan berlarut-larut. Semua niat baik yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan dipastikan akan menemukan jalan kebenaran sejati yang dapat menentramkan dan menyamankan kehidupan seluruh masyarakat NKRI.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dan juga DPR Daerah Kabupaten dan kota juga harus mengevaluasi diri masing-masing. Semua harus menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), katanya wakil rakyat ya belajar hidup sederhana dan membaur dengan rakyat, kemudian mendengarkan keluh kesah dan derita yang dirasakan seluruh rakyat yang diwakili. Masing-masing dewan tentu sudah memiliki daerah yang diwakili, apabila semua menjalankan tugas pokok dan fungsinya, kemudian disatukan hasilnya, dan dibahas secara menyeluruh pastilah akan ditemukan solusi terbaik untuk kebaikan dan kesejahteraan seluruh masyarakat NKRI.
DPR pusat dan daerah sebagai wakil rakyat juga harus membuka ruang-ruang penyampaian aspirasi rakyat baik secara langsung maupun digital. Sekarang ini sudah era digital sehingga seluruh masukan dan saran dapat ditampung melalui website, kotak pesan digital, dan juga dikirim langsung yang dibuat secara resmi oleh anggota dewan sesuai dengan daerah pemilihan yang diwakili. Jangan pernah memiliki sifat sombong, arogan, takabur, ria’ dan aneka sikap yang tidak disukai oleh seluruh masyarakat NKRI. Jangan pernah merasa bisa tetapi bisalah merasa dan jangan merasa paling bisa tetapi bisalah untuk mendengarkan suara dan aspirasi masyarakat secara ikhlas dan segera ditindaklanjuti secara bertahap dan berkelanjutan.
Para menteri, gubernur, bupati, walikota, camat, lurah, kepala desa, ketua rukun warga (rw), ketua rukun tetangga (rt) sebagai tangan panjang Bapak Presiden RI dan Wakil Presiden RI juga harus melakukan refleksi bersama agar menjadi lebih baik dan terbaik untuk rakyatnya. Bagaimana kedekatan dan kepemimpinannya selama ini. Apabila ada yang kurang ya segara minta maaf dan diperbaiki. Sambung silaturahmi dan sering-seringlah berbagai rezeki kepada rakyatnya, minimal zakat 2,5 persen penghasilan yang diperoleh dibagikan kepada rakyat yang berada pada sektor 25 persen paling bawah dibandingkan rakyat lainnya. Kemudian juga mengajak para dermawan dimasing-masing wilayahnya untuk terus berbagi yang dikoordinir secara bersama-sama untuk membantu masyarakat yang kurang mampu di wilayahnya masing-masing.
Dengan upaya silaturahmi dan berbagi yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan tentu saja juga akan menjadi modal dasar untuk melatih dan mengedukasi bagi seluruh masyarakat NKRI yang memiliki rezeki berlebih akhirnya sebagian dapat dibagikan kepada masyarakat yang memerlukan. Hal ini harus dilakukan dengan latihan bertahap dan berkelanjutan. Nanti kalau meninggal dunia, semua harta benda kita juga tidak akan dibawa. Jadi mulai sekarang harus dilatih dan dimulai dari pimpinan tertinggi, yaitu Bapak Presiden RI, Wakil Presiden RI, menteri, gubernur, bupati, walikota, camat, lurah, kepala desa, ketua rukun warga, ketua rukun tetangga, dan para dermawan yang tersebar di 38 provinsi di wilayah NKRI. Selamat berlatih bersilaturahmi dan berbagi untuk seluruh rakyat NKRI.
Seluruh rakyat NKRI juga harus mulai belajar dan mengambil hikmah terbaik pada peristiwa-peristiwa yang kurang baik yang telah terjadi di seluruh wilayah NKRI. Apabila semua kejadian dan kerusakan yang terjadi di mana-mana itu akan merugikan NKRI sendiri maka jangan pernah diulangi lagi. Terlepas siapa yang harus bertanggung jawab, tentu polisi, TNI, BIN, dan pihak-pihak yang berwenang akan menjalankan tupoksinya untuk dapat menyampaikan secara transparan kepada seluruh masyarakat NKRI. Oleh karena itu, seluruh rakyat NKRI juga harus selalu belajar berliterasi dengan Ratulisa sebagai modal bersikap, berpikir, dan bertindak secara bijak dan cerdas dalam multikonteks kehidupan.
Hal ini agar tidak terjadi kericuhan dan masalah-masalah sejenis pada waktu yang akan datang. Kolaborasi yang difasilitasi oleh pemerintah pusat dan daerah, DPR pusat dan daerah, dan seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian dan empati kepada seluruh masyarakat NKRI tentu saja akan dapat menjadi pedoman dan teladan bagai seluruh masyarakat NKRI. NKRI ini milik kita, rumah kita, dan untuk anak cucu kita ke depannya maka harus dijaga dan dibangun bersama-sama dengan bergotong royong dan Bersatu padu. Oleh karena itu, wahai seluruh masyarakat NKRI, mulai sekarang stop kekerasan, kesombongan, sikap arogan, sara, dan seluruh perilaku pamer kekayaan kepada masyarakat, baik secara langsung maupun dunia media sosial. Hindari pilihan diksi yang memantik kesalahpahaman dan perpecahan. Pilih diksi-diksi yang menyenangkan dan menyejukkan hati lawan tutur dan partisipan dalam multikonteks komunikasi dalam kehidupan. Mari bersama-sama seluruh masyarakat NKRI mulai berlatih dan belajar berbahasa yang benar, baik, dan santun serta saling menghargai dan menghormati sesama masyarakat di seluruh wilayah NKRI.
Para mahasiswa, penggiat literasi, aktivis, dan multigenerasi NKRI, dan seluruh Masyarakat NKRI yang tersebar di seluruh wilayah NKRI yang tulus ikhlas menyuarakan aspirasi rakyat pada 38 provinsi, diucapkan terima kasih dan pastikan bahwa aspirasi dan gerakan yang teman-teman mahasiswa jalani jelas-jelas murni, bersih, dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Silahkan menyuarakan aspirasi dengan baik, benar, dan santun untuk menjaga kedamaian dan kesejahteraan seluruh masyarakat NKRI.
Komitmen bersama untuk membangun NKRI harus diwujudkan secara bertahap dengan 7 langkah praktis, yaitu: (1) berniat ikhlas untuk membangun NKRI, (2) mengidentifikasi keunggulan dan kekurangan masing-masing diri, (3) merencanakan program kerja yang betul-betul berorientasi untuk membangun dan menyejahterakan rakyat di seluruh wilayah NKRI, (4) melaksanakan semua program secara bertahap dan sesuai sekala prioritas, (5) mengevaluasi semua program kerja yang sudah berjalan, sesuai atau tidak dengan tujuan untuk kesejahteraan rakyat NKRI, (6) menindaklanjuti semua hasil evaluasi yang kurang dan lemah agar menjadi lebih baik, (7) berdoa bersama-sama seluruh pemimpin dan masyarakat NKRI agar dijauhkan dari ujian, cobaan, dan hal-hal yang dapat merusak dan memantik perpecahan seluruh masyarakat NKRI sehingga akan menggangu persatuan dan kesatuan seluruh rakyat NKRI. Selamat Bersatu dan bergotong royong, jangan saling fitnah dan mencurigai untuk dapat wujudkan NKRI yang adem, ayem, subur, damai, cerdas, bahagia, dan Sejahtera sepanjang masa.
Begitulah ceritanya Kang Dardi, tambah lagi dong kopinya. Jadi sebaiknya semua pihak harus duduk bersama, menjaga lisan, hati, dan pikiran secara bijak. Kemudian melakukan evaluasi diri secara mendalam dan menindaklanjuti secara bertahap. Semua langkah-langkah praktisnya disosialisasikan kepada rakyat secara efektif dan efisien. Kang Dardi: “Nah begitulah seharusnya ya Mas Mamad”. Apabila para pemimpin dan dermawan di seluruh wilayah NKRI dapat berbagi saling bantu-membantu masyarakat di sekitarnya secara bertahap akan dapat teratasi semua permasalahan, kemiskinan, pendidikan, pengangguran, dan kesenjangan antarmasyarakat dan pemimpin di wilayah NKRI.
Baiklah Kang Dardi, kita doakan bersama semoga Bapak Presiden RI dan Wakil Presiden RI, serta semua elemen DPR pusat dan daerah serta pemimpin di seluruh wilayah NKRI dapat merefleksi diri dan terus berbenah untuk meningkatkan kesejahteraaan seluruh masyarakat NKRI. Mas Mamad: “Kang Dardi, saya mohon pamit dulu, melanjutkan perjalanan dulu ya. Terima kasih kopi dan pisang gorengnya” Kang Dardi: “Siap graks, Mas Mamad. Hati-hati di jalan ya. Kalau pas longgar mampir ngopi lagi” Mas Mamad: “Siap graks bosquu”, sambil naik sepeda ontelnya menuju pasar burung Depok Surakarta.
“Keheningan hati dan pikiran akan menjadi kerinduan yang tidak dapat dikatakan kecuali hanya dengan doa terbaik dalam pelukan_Nya yang dititipkan kepada angin sepanjang masa”
Istana Arfuzh Ratulisa dan DIKLISA Surakarta, 6 September 2025
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...

Tidak ada komentar: