GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Milad ke-6 SD Aisyiyah 01 Boyolali Meriah dengan Pagelaran Wayang Golek Pitutur
Milad ke-6 SD Aisyiyah 01 Boyolali Meriah dengan Pagelaran Wayang Golek Pitutur
Boyolali - majalahlarise.com – Suasana riuh penuh keceriaan menyelimuti halaman SD Aisyiyah 01 Boyolali pada Senin pagi. Dalam rangka milad ke-6 sekolah, sebuah pagelaran istimewa Wayang Golek Pitutur menghadirkan perpaduan seni budaya dan dakwah yang memikat hati. Pentas ini dibawakan oleh Ust. Ki Dalang Pujiono, anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, dengan membawakan lakon “Lahire Aisyiyah Pencerah Peradaban”.
Sejak awal pertunjukan, siswa, guru, wali murid, hingga masyarakat sekitar larut dalam sajian yang memadukan cerita sarat nilai akhlak mulia dengan humor segar. Ki Dalang Pujiono mampu menyampaikan pesan moral Islami secara ringan namun membekas, menjadikan pertunjukan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga pembelajaran karakter yang menyenangkan.
Acara turut dihadiri jajaran tokoh penting, di antaranya PDM Boyolali Drs. Aminudin Aziz, Ketua PDA Boyolali Sri Widayati, Umi Muslikhah, dan Sri Mulyani. Sambutan hangat juga disampaikan Korwil Dikdas LS Teras, Mulyo Harjono, S.Pd. Deretan tamu VIP antara lain Kepala Desa Mojolegi Joko Pramono, Ketua PCM Wiyono, serta sesepuh Muhammadiyah Syarafudin, M.Ag. Kehadiran perwakilan sekolah-sekolah K3S Teras semakin menambah semarak perayaan.
Kepala SD Aisyiyah 01 Boyolali, Sunaidi, menegaskan bahwa seni tradisi dapat menjadi media efektif dalam pendidikan karakter. “Ki Dalang Pujiono berhasil menyampaikan pesan Islami yang mudah diterima anak-anak, sekaligus menghibur semua yang hadir,” ujarnya.
Puncak acara ditandai dengan doa bersama sebagai wujud syukur atas perjalanan dan prestasi sekolah selama enam tahun. Milad tahun ini menjadi bukti nyata bahwa seni tradisi seperti wayang golek masih relevan, mampu menginspirasi generasi muda, dan menjadi sarana dakwah yang menyentuh hati. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...


Tidak ada komentar: