Jambore Ranting 2025 Giritontro Angkat Tema Ketahanan Bangsa dan Edukasi Kebakaran

Print Friendly and PDF

 

Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, S.STP., selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (KAMABIRAN) menyematkan tanda peserta sebagai pertanda dimulainya pelaksanaan Jamran Giritontro 2025.


Jambore Ranting 2025 Giritontro Angkat Tema Ketahanan Bangsa dan Edukasi Kebakaran

Wonogiri — majalahlarise.com - Sorak yel-yel penuh semangat menggema dari Lapangan Giritontro, Selasa (12/8/2025) pagi. Sejak pukul 07.00 WIB, peserta dari berbagai sekolah mulai berdatangan dengan seragam pramuka rapi, membawa bendera regu, perlengkapan tenda, dan peralatan kegiatan. Suasana pagi yang cerah seakan menjadi penyemangat tambahan bagi 480 pramuka penggalang yang siap mengikuti Jambore Ranting (Jamran) 2025 selama tiga hari, Selasa–Kamis (12–14/8/2025).

Acara dibuka dengan upacara resmi yang dipimpin langsung Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, S.STP., selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (KAMABIRAN). Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa pramuka merupakan salah satu ujung tombak pembinaan generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli sosial.

“Pramuka adalah investasi masa depan. Lewat kegiatan seperti ini, anak-anak belajar nilai persatuan, gotong royong, dan kemandirian. Mereka akan menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.


Peserta dan Tema Kegiatan
Ketua Panitia, Marsudhi Wibowo, S.H., memaparkan Jamran 2025 diikuti oleh 32 regu penggalang SD/MI dan 8 regu penggalang SMP/MTs, dengan jumlah 240 peserta putra dan 240 peserta putri. Tahun ini, panitia mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”.

“Tema ini kami pilih karena generasi muda harus punya semangat kerja sama lintas sekolah, lintas usia, dan lintas latar belakang, agar terbentuk ketahanan bangsa yang kuat,” jelasnya.

Marsudhi juga merinci kelompok kegiatan yang diikuti peserta yaitu Keagamaan, Pembinaan akhlak dan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Pendidikan dan seni budaya lomba pentas seni, membaca puisi, dan penampilan musik tradisional. Scouting skills keterampilan kepramukaan seperti simpul, pioneering, dan penjelajahan. Pengetahuan baris-berbaris melatih kekompakan, kedisiplinan, dan ketegasan. Penyuluhan pengetahuan Damkar edukasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Bakti sosial  membersihkan lingkungan sekitar lapangan dan fasilitas umum. Prestasi lomba-lomba ketangkasan yang mengasah kecepatan, ketepatan, dan kreativitas. Penguatan karakter diskusi kelompok, simulasi kepemimpinan, dan pembiasaan hidup bersih.

Materi Kebakaran, yang pertama Kali dihadirkan yang paling mencuri perhatian peserta adalah hadirnya tim Pemadam Kebakaran yang memberikan penyuluhan penanggulangan kebakaran. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya mendengar teori, tetapi juga melihat langsung simulasi pemadaman api menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan peralatan sederhana.

“Kami sengaja menghadirkan materi ini karena di musim kemarau daerah Giritontro rawan kebakaran, baik lahan maupun pemukiman. Peserta harus tahu bagaimana mencegah dan menangani kebakaran secara tepat,” tegas Marsudhi.

Suasana Perkemahan dan Kebersamaan
Selama tiga hari, area lapangan dipenuhi deretan tenda regu yang tertata rapi. Peserta bergantian menjaga kebersihan, mengatur jadwal memasak, dan membantu regu lain jika ada kesulitan. Malam hari menjadi momen yang dinantikan dengan agenda api unggun, penampilan pentas seni antar-regu, hingga lomba yel-yel kreatif.

Sorak tawa pecah saat regu-regu menampilkan yel-yel unik, mulai dari yang berirama semangat pramuka hingga yang memadukan unsur lagu populer. 

Panitia berharap kegiatan ini tidak berhenti di lapangan saja. Nilai-nilai yang dipelajari peserta seperti disiplin, kemandirian, kepedulian lingkungan, dan kerja sama tim diharapkan bisa diterapkan di rumah, sekolah, dan masyarakat.

“Pramuka mengajarkan bahwa setiap anggota adalah bagian dari solusi. Harapan kami, ilmu dan pengalaman di sini menjadi bekal mereka untuk berkontribusi positif di lingkungannya,” pungkas Marsudhi.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah kecamatan, sekolah, dan masyarakat, Jamran Giritontro 2025 bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga investasi pembentukan generasi penerus yang tangguh, terampil, dan peduli terhadap bangsa. (Sofyan)


Baca juga: Nuansa Merah Putih Sambut HUT RI ke-80, Ratusan Warga Perum Solo Elok dan Pesona Mojosongo Antusias Ikuti Senam dan Jalan Sehat



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top