Mahasiswa Prodi PPKn UNISRI Kenalkan 8 Dimensi Profil Lulusan kepada Siswa SD di Desa Malangan

Print Friendly and PDF

Mahasiswa FKIP PPKn, Nur Azizah, memperkenalkan nilai-nilai karakter kepada siswa sejak dini.


Mahasiswa Prodi PPKn UNISRI Kenalkan 8 Dimensi Profil Lulusan kepada Siswa SD di Desa Malangan

Klaten - majalahlarise.com - Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan masa depan, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Tahun Akademik 2024/2025 menggelar kegiatan edukatif bertajuk "Pengenalan 8 Dimensi Profil Lulusan kepada Siswa Kelas 5 SD Negeri 1 Malangan".

Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan KKN dengan tema besar “Sinergi UNISRI, Pemerintah, dan Masyarakat Desa: Penguatan Potensi Lokal Guna Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan”. Berlangsung di SDN 1 Malangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Kamis (7/8/2025) program ini dirancang oleh mahasiswa FKIP PPKn, Nur Azizah, sebagai upaya memperkenalkan nilai-nilai karakter kepada siswa sejak dini.

Delapan dimensi profil yang dikenalkan meliputi: Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan dan Komunikasi. Semua nilai ini merupakan bagian dari upaya nasional dalam mewujudkan Pelajar Pancasila yang ideal.


Kegiatan dilaksanakan secara menyenangkan dan partisipatif. Sesi dimulai dengan ice breaking untuk membangun suasana belajar yang hangat, dilanjutkan dengan penyampaian materi melalui presentasi visual yang menarik. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan menyebutkan contoh penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Program ini disambut antusias oleh para siswa. Mereka menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Salah satu momen paling berkesan adalah saat siswa melakukan pengecapan tangan menggunakan cat warna-warni di atas kertas putih sebagai simbol komitmen mereka untuk menerapkan delapan dimensi tersebut dalam kehidupan mereka.

Selain sebagai bentuk edukasi, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat keterlibatan emosional dan sosial siswa terhadap nilai-nilai karakter bangsa. Dengan pendekatan kontekstual dan menyenangkan, diharapkan siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam perilaku sehari-hari mereka, baik di rumah maupun di sekolah.

“Melalui metode seperti ini, anak-anak tidak hanya mendengar dan melihat, tetapi juga mengalami langsung proses belajar yang bermakna. Ini yang membuat pembelajaran menjadi lebih hidup,” ujar Nur Azizah selaku pelaksana kegiatan.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi siswa, tetapi juga mendorong penguatan sinergi antara sekolah dan masyarakat. Harapannya, nilai-nilai karakter yang dikenalkan dapat terus dikembangkan dalam lingkungan belajar siswa, serta menjadi bagian dari pembiasaan sikap dalam kehidupan bermasyarakat. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top