Kemah Pelantikan Penggalang SMP Negeri 4 Wonogiri Bentuk Pribadi Mandiri dan Berbudi Luhur

Print Friendly and PDF

Upacara pembukaan Perkemahan Penggalang.

Kemah Pelantikan Penggalang SMP Negeri 4 Wonogiri Bentuk Pribadi Mandiri dan Berbudi Luhur

Wonogiri – majalahlarise.com -Deru semangat terdengar di halaman SMP Negeri 4 Wonogiri pada Jumat pagi (8/8/2025). Di bawah langit cerah, 16 regu pramuka Gudep 01.035/01.036 berbaris rapi, siap memulai Kemah Pelantikan Penggalang. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para siswa untuk resmi menyandang status Penggalang setelah menjalani proses pembinaan.

Dengan tema “Dengan semangat Trisatya dan Dasa Darma, kami siap menjadi Penggalang yang tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab”, kemah ini diikuti 11 regu putra dan 5 regu putri. Selama dua hari, Jumat–Sabtu (8–9/8/2025), halaman sekolah menjadi saksi lahirnya generasi muda yang tangguh dan siap mengabdi.

Hari pertama diisi dengan berbagai kegiatan pembinaan, mulai dari Peraturan Baris Berbaris (PBB), keterampilan tali-temali, pionering, dan permainan kekompakan. Para peserta juga belajar manajemen waktu, mengatur peralatan kemah, dan bekerja sama dalam tim.

Peserta mengikuti permainan melatih kerjasama tim.


Menjelang malam, suasana menjadi hangat dengan penyalaan api unggun. Nyala api memantulkan wajah-wajah antusias peserta yang menyanyikan yel-yel regu. Dilanjutkan dengan jelajah malam, para peserta diajak menaklukkan rute yang menguji keberanian dan kerjasama.

Hari kedua menjadi puncak kegiatan. Prosesi pelantikan dilakukan dengan penuh khidmat. Pembina memanggil nama-nama calon Penggalang baru untuk maju dan menerima tanda kecakapan umum sebagai simbol resmi bergabungnya mereka dalam jajaran Penggalang SMP Negeri 4 Wonogiri.

Kepala SMP Negeri 4 Wonogiri sekaligus Kamabigus, Saleha, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menjelaskan pramuka adalah wadah pembentukan karakter yang sangat penting.

Permainan ketangkasan.


“Kegiatan ini bertujuan membangun kedisiplinan, kemampuan komunikasi, dan kolaborasi. Harapannya, lahir generasi mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan berbudi luhur,” tegasnya.

Bagi para siswa, kemah ini bukan sekadar ujian keterampilan, tetapi juga kesempatan membangun persaudaraan. Makan bersama, berbagi perlengkapan, hingga saling membantu mendirikan tenda menjadi pelajaran berharga yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas.

Salah satu peserta, Bagus dari regu putra, mengaku banyak belajar dari kegiatan ini. “Kami belajar disiplin, kerja sama, dan berani mengambil keputusan. Rasanya bangga sekali bisa dilantik,” ujarnya. (Sofyan)


Baca juga: Industri Karoseri Nasional Menguat, PT Indosan Resmi Buka Pabrik Di Kartasura


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top