Ikatan Janji Ruhiyah Berkemajuan Jadi Pengingat Umat di Tengah Era Digital

Print Friendly and PDF

Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko.


Ikatan Janji Ruhiyah Berkemajuan Jadi Pengingat Umat di Tengah Era Digital

Solo – majalahlarise.com - Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, menjelaskan pentingnya Ikatan Janji Ruhiyah Berkemajuan bagi umat Islam di tengah tantangan zaman serba digital dan derasnya arus informasi.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam kajian rutin di Kantor Mentari FM, Balai Muhammadiyah Surakarta, Kamis malam (28/8/2025). Kajian yang berlangsung pukul 20.00–21.00 WIB ini disiarkan secara langsung dan mendapat perhatian jamaah.

Dalam paparannya, Jatmiko mengutip ayat ke-83 surah Al-Baqarah yang berisi perjanjian antara Bani Israil dengan Allah SWT. Menurutnya, perjanjian itu merupakan bentuk ikatan ruhiyah tidak langsung yang menuntut kesiapan untuk mengikuti dan menaati ajaran para Rasul.

“Secara redaksional, ayat ini memang menjelaskan jejak riwayat Bani Israil. Namun secara substansial, pesan itu berlaku juga untuk kita, umat Nabi Muhammad SAW,” jelas anggota Korps Mubalig Muhammadiyah Surakarta tersebut.

Ia mengajak umat Islam untuk senantiasa mengingat janji keimanan kepada Allah melalui lisan yang mengakui kebenaran Allah dan Rasul-Nya. “Ayo kita pelajari kembali Ikatan Janji Ruhiyah Berkemajuan,” ujarnya.

Sebagai implementasi, lanjutnya, umat Islam wajib mengesakan Allah, berbuat baik kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, serta orang miskin. Selain itu, menjaga tutur kata yang baik kepada sesama, menegakkan salat, dan menunaikan zakat juga menjadi bagian dari janji ruhiyah tersebut.

Jatmiko menambahkan, ketaatan kepada orang tua merupakan kewajiban utama selama perintahnya tidak bertentangan dengan ajaran Allah SWT. “Tidak diperbolehkan sedikit pun mendurhakai dan menyakiti keduanya. Seorang muslim tidak boleh mendurhakai apa saja yang diperintahkan orang tua,” tegasnya.

Kajian tersebut diakhiri dengan ajakan untuk memperkuat kembali ikatan ruhiyah sebagai pondasi kehidupan beragama di tengah derasnya arus digitalisasi. (Sofyan)


Baca juga: Kades Ponggok Respon Soal Dugaan Kasus Penipuan, Masalah Pribadi dan Sudah Selesai



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top