Sejak Dini Siswa Dilatih Murajaah dan Shalat Dhuha

Print Friendly and PDF

Siswa SD Muhammadiyah 1 Solo saat melaksanakan shalat Dhuha.


Sejak Dini Siswa Dilatih Murajaah dan Shalat Dhuha

Solo- majalahlarise.com -SD Muhammadiyah 1 Solo di Jalan Kartini 1 Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa sejak dini melalui pembiasaan shalat Dhuha dan murajaah terkhusus dalam hal mengulang bacaan alquran, Jumat (24/5/2024).

Shalat Dhuha berjamaah menjadi kegiatan rutin sebelum anak -anak menerima pembelajaran yang lain. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman sekolah sehat tepat pukul 07.00 WIB. 

Shalat dilaksanakan berjamaah agar anak dapat melakukan ibadah secara istiqomah dan ajeg yang dimulai sejak di sekolah dasar. Selain itu dapat menanamkan  keimanan dan ketakwaan pada anak kekinian.

Siswa SD Muhammadiyah Solo saat melakukan murajaah.

Baca juga: Dido yang Baik Hati, Antarkan Balqis Raih Juara 1 Lomba Bercerita Tingkat Jawa Tengah

Kepala Sekolah Sri Sayekti mengatakan, shalat Dhuha berjamaah bagian dari kurikulum Ismuba Al Islam, Kemuhammadiyah, dan Bahasa Arab (Ismuba). Salah satu perbedaan dengan sekolah lain. 

Di sekolah yang berdiri sejak 1935 ini dan akan milad ke-89 dalam hal implementasi kurikulum Ismuba berbasis aktivitas dan program pembiasaan seperti salat Dhuha dan muraja’ah alquran.

“SD Muhammadiyah 1 Solo selalu melatih dan membiasakan salat dhuha dan membaca al quran bagi siswa dan guru,” ujarnya.

Program pembiasaan inilah yang nanti pada praktiknya semua warga sekolah terlibat. Lembaga pendidikan yang sudah banyak makan asam garam kehidupan. Selalu terdepan dalam kegiatan seperti Hizbul Wathan, Tapak Suci, kegiatan harian, doa harian, tahfiz, tahsin, dan sebagainya. 

Sri Sayekti di sisi lain berharap Ismuba akan menjadi pembelajaran yang bermakna dan menggembirakan. Artinya Ismuba akan menjadi praktik kehidupan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di luar sekolah.

Kedepannya akan terbangun generasi yang berbeda dengan sebelumnya karena mereka terbangun dari kebiasaan dari dalam sekolah dan juga luar sekolah. Ini adalah praktik keagamaan yang dijalankan, dilaksanakan, dan diamalkan.

“Insya Allah adanya Kurikulum Ismuba mampu memunculkan generasi yang unggul dalam prestasi dilandasi akhlakul karimah bersih sehat hijau dan lestari,” jelasnya.

Dengan taat beribadah punya modal paling mahal dalam hidup yakni selalu dekat dengan Allah dan nanti melahirkan kesalehan. 

“Maka selain taat beragama, adalah berakhlak mulia. Usaha  kita ini meniru nabi dalam berkata dan bertindak harus sebaik mungkin. Siswa sesuai janji pelajar Muhammadiyah selalu berbuat baik kepada orang tua, guru dan sesama,” pungkasnya. (Sofyan) 

Baca juga: Dido yang Baik Hati, Antarkan Balqis Raih Juara 1 Lomba Bercerita Tingkat Jawa Tengah




Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top