PENINGKATAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 2 TAMBAKREJO DENGAN MENGGUNAKAN PICTURE SERIES PADA MATERI RECOUNT TEXS

Print Friendly and PDF

PENINGKATAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 2 TAMBAKREJO DENGAN MENGGUNAKAN PICTURE SERIES PADA MATERI RECOUNT TEXS 


Oleh: Aris Saiful Hamami, Arin Arianti, Atika Hernian Asri

Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo


Aris Saiful Hamami



       Latar belakang penulisan Recount Texs adalah Rendahnya Minat Belajar belajar peserta didik. Kondisi ini terjadi dikarenakan kurang tepatnya guru dalam pemilihan model pembelajaran, yang sesuai dengan karakter Peserta Didik dengan diferensiasi. Peserta didik belum terbiasa untuk mengembangkan pola berpikir kritis analitis merupakan penyebab rendahnya capaian hasil belajar peserta didik.

        Hasil wawancara dari rekan sejawat, wakil kepala sekolah dan pakar didapatkan; peserta didik belum terbiasa mengelaborasikan antara konsep yang diberikan dalam pembelajaran dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari untuk memecahkan permasalahan, kurangnya bernalar kritis disebabkan karena kurangnya latihan dalam Menyusun kalimat sederhana dalam bentuk recount texs.

       Pada saat pembelajaran guru harus melibatkan Peserta Didik pada proses belajar mengajar. Oleh karena itu guru perlu menyusun strategi pembelajaran dengan menggunakan model Problem Best Learning ( BPL) dan menerapkan  picture  series  sebagai  media pengajaran  mengubah suasana pengajaran.  Siswa menjadi lebih  aktif dan  dampak  baik  dari kondisi  ini  adalah hasil  evaluasi  meningkat.

       Model Problem Base Learning (PBL) dapat meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik, Penerapan model Problem Based Learning sebagai alternatif kegiatan belajar yang menyenangkan. setelah melewati sintaks-sintak yang mengarahkan pola pikir peserta didik. (Tegoh Wijaksono Isma dkk., Maret 2021 .

       Guru juga memiliki peran untuk mendidik bukan hanya mengajar, sehingga penanaman karakter juga harus diikut sertakan dalam pembelajaran bermakna untuk mendidik generasi muda yang berkarakter Pancasila. Terdapat banyak kelebihan setelah menggunakan model pembelajaran Problem Base Learning (PBL) diantaranya keaktifan Peserta Didik meningkat, pembelajaran semakin interaktif, menjadi student centred atau lebih banyak berpusat kepada Peserta Didik, guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran, mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi Peserta Didik, memberikan kesempatan Peserta Didik untuk memanajemen sendiri kegiatan penyelesaian tugas, dan memberikan pemahaman pengetahuan secara lebih mendalam kepada Peserta Didik (Sumargiyani 2023) 

       Berdasarkan uraian masalah yang melatar belakangi tersebut, saya perlu mengadakan Penelitian ini menggunakan model PBL untuk memperbaiki pembelajaran agar lebih meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar.

       Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan dilakukan di kelas VIII-A SMP Negeri 2 Tambakrejo, pada materi Recount Texs dengan media Picture Series dengan jumlah peserta didik sebanyak 22 siswa dengan jumlah peserta didik putra sebanyak 10 siswa dan jumlah peserta didik putri sebanyak 12 siswa. Rata-rata kemampuan menulis recount text pada mata pelajaran bahasa Inggris para siswa di kelas ini sangat rendah yang dikarenakan minimnya minat baca peserta didik, kurangnya penguasaaan kosa kata ( Vocabulary) dan kurangnya ide-ide yang muncul dalam menulis cerita. Hal ini ditunjukkan dengan rendahnya nilai siswa dalam menulis recount text.

       Langkah – langkah yang dilakukan untuk mengetahui Tingkat kemampuan peserta didik tersebut adalah dengan meminta peserta didik untuk mengerjakan LK yang dibantu dengan media Picture Series, kemudian peserta didik untuk mempresentasikan hasil LK pembuatan recount Texs didepan kelas. dengan memberikan kegiatan yang mendukung presentasi seperti melempar pertanyaan dan memberi respond atau tanggapan dari pertanyaan yang telah dilontarkan temannya, guru memberi sisipan ice    breaking, untuk kendala alur yang tentukan guru dapat membuat skrip dengan rinci sesuai langkah pembelajaran.

       Dengan model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Jika keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam proses pembelajaran meningkat maka dapat dipastikan capaian hasil belajar juga akan meningkat. (Mudatsir, dkk., 2022 dan Nugraha, dkk., 2021). Penilaian sikap yang dilakukan yaitu Sikap Mandiri dengan mampu memecahkan masahnya sendiri contohnya membuka kamus atau gaway untuk mencari arti kata yang tidak diketahui, peserta didik dengan hasil 83,3% peserta didik mendapat predikat sangat baik. Adapun penilaian Pengetahuan dengan bisa membuat recount texs berdasarkan picture series 85,76%, penilain Presentasi yaitu peserta didik berani mempresentasika hasil LK didepan kelas 87,35%.

       Pembelajaran yang telah dilakukan dapat dikatakan berhasil apabila peserta didik dapat mencapai KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran) pada materi yang diajarkan, peserta didik mampu membuat Recount Texs dengan media picture series dan hasil yang didapat dari pembelajaran dilakukan dapat meningkatkan capaian hasil pembelajaran pada LKPD. dapat dilihat dari peningkatan presentase capaian belajar dalam pretest dan posttest. Penilaian yang telah dilakukan dapat dikatakan penilaian komprehensif dikarenakan sudah mengukur aspek pengetahuan berupa posttest, sikap berupa lembar penilaian, dan    penilaian produk.

       Saran yang dapat diberikan guru untuk mengatasi masalah capaian hasil belajar peserta didik yang masih belum mencapai KKTP setelah mengikuti pembelajaran adalah dengan memberikan waktu di luar jam pembelajaran khusus untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih. Saran lain yang dapat diberikan oleh guru yaitu dengan lebih sering memberi dorongan peserta didik untuk aktif dalam presentasi dengan memberi reward bagi yang mau bertanya, memilih penggunaan kalimat positif untuk merespon peserta didik, dan sering memberi afirmasi positif bahwa peserta didik mampu melakukan dengan baik.



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top