Guna Menyelesaikan Tugas Akhir, Mahasiswa Prodi PGSD Univet Bantara Gelar Drama dan Tari

Print Friendly and PDF

Penampilan Drama Asmaraloka yang ditampilkan mahasiswa semester 5D Prodi PGSD Univet Bantara Sukoharjo. (Foto: dok PGSDS5C).


Guna Menyelesaikan Tugas Akhir, Mahasiswa Prodi PGSD Univet Bantara Gelar Drama dan Tari

Sukoharjo- majalahlarise.com -Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menyelenggarakan kegiatan Gelar Seni dan Budaya dalam rangka Ujian Praktik Mata Kuliah, Pameran Media Pembelajaran (Semester 3), Drama dan Tari (Semester 5), dan Inovasi dan Kebijakan Pendidikan (Semester 7). Senin (8/1/2024).

Kegiatan berlangsung sangat meriah yang bertempat di gedung Graha Wisata Niaga Surakarta dihadiri beberapa dosen dan mahasiswa Univet Bantara dimulai pukul 09.00 sampai selesai ini menampilkan atraksi yang menarik dan menghibur. Dalam kegiatan Gelar Seni dan Budaya ini semester 5D mendapat bagian tampil di pukul 12.30 siang. 

Terkait dengan berlangsungnya kegiatan yang didukung oleh FKIP Univet Bantara dan Multimedia Prodi Teknologi Pendidikan, kelas D semester 5 mengeluarkan biaya keseluruhan sebesar 12 juta rupiah. Dengan tugas akhir laporan yang berisikan keterangan proses tahapan pembuatan Sendratari. Dengan dosen pengampu Pardyatmoko, M.Pd. 

Mahasiswa PGSD Semester 5 dan Pelatih. (Foto: dok PGSDS5C).

Baca juga: Jaga Ekosistem Alam, Siswa-Siswi Kelas 7 SMP Muhammadiyah PK Solo Tanam Bibit Mangrove

“Untuk biaya keseluruhan yang dikeluarkan khusus kelas D semester 5 ini sebesar 12 juta rupiah,” ujar Miftah, mahasiswa kelas D semester 5. 

Lebih lanjut dikatakan, pada kegiatan ini kelas D semester 5 menampilkan drama Asmaraloka yang diadaptasi langsung dari naskah novel Rahwana Putih, yang lebih menonjolkan dari sudut pandang Rahwana. Dilatih oleh saudara Riky Wahyu Saputro dan Jae. Dalam dram ini mahasiswa kelas D  semester 5 terlibat langsung dalam proses pembuatan seni drama dan tari, terdiri dari 3 peran diantaranya aktor, penari, dan kru. 

“Persiapan sendratari membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan, diambil setiap 1 minggu 3 kali setiap hari senin, selasa, dan jum’at. Namun setelah mendekati hari H jadwal berubah menjadi setiap hari,” tambahnya.

Miftah berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat berupa rasa tanggung jawab, solidaritas, dan juga arti kerjasama antar tim. Selain nilai yang didapat pengalaman adalah salah satu hal yang berharga dalam proses penyelenggaraan drama dan tari ini. (Yheshinta)

Baca juga: Unisri Gelar Seminar Proyek Kemanusiaan Keslametriyadian


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top