Belajar Public Speaking, Lawan Diri dengan Itu Dia

Print Friendly and PDF

Tangkapan layar acara Program Certified Public Speaking by WelldoneSkills.


Belajar Public Speaking, Lawan Diri dengan Itu Dia

Solo– majalahlarise.com -Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta mengungkapkan Program Certified Public Speaking by WelldoneSkills sangat bermanfaat.

Guru sebagai tenaga pengajar di sekolah tidak henti-hentinya untuk belajar dan selalu akan mengikuti perkembangan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan. 

“Kebetulan saya sebagai guru dan wakasek kehumasan maka perlu belajar sepanjang hayat yang muaranya menjadi sosok yang berilmu, cerdas,dan berwawasan luas. Banyak hal-hal yang terus ingin saya ketahui terkait public speaking karena mampu membuat branding untuk sekolah yang berdiri sejak 1935 ini. Teima kasih atas ilmunya coach Nico Pracahya,” jelasnya, Senin Malam (18/12/2023). 

Guru penggerak Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) asal SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Dwi Jatmiko pernah diundang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) pada Kamis sore (25/08/2022).

Baca juga: E-Business Karya Tim Dosen UHW Perbanas Diterapkan di UMKM

Dirinya menyampaikan sebuah materi dengan sub tema Guru Penggerak UKS dalam Kampanye Sekolah Sehat untuk Mewujudkan Anak Indonesia Sehat, Kuat, dan Cerdas Berkarakter yang disiarkan langsung via YouTube Kemendikbud RI.

“Sukses suatu lembaga pendidikan sudah barang tentu dibarengi sukses membangun relasi dengan seluruh komponen yang terlibat dalam sebuah sistem yang dijalani, baik secara internal maupun eksternal,” bebernya.

Belajar public speaking, lawan diri dengan akronim itu dia! Hal inilah yang disampaikan Master Trainer WelldoneSkills Nico Pracahya dalam kegiatan Program Certified Public Speaking by WelldoneSkills.

Dia mengatakan kunci public speaking dengan pertama isi seperti analogi gelas kosong, gelar tertutup air zam-zam, gelas penuh air zam-zam, gelas kosong air zam-zam. Maka, dari itu jadilah seperti gelas yang kosong dan terbuka. 

“tuangkan selera anda, air putih, air sirup, juz buah, air madu. Ayo praktik tulislah tentang apapun yang paling anda sukai, dan dialirkan,” ujarnya.

Lalu, tips personal branding tentukan value, optimalkan kekuatan, tonjolkan keunikan, percantik penampilan, asah kemapuan.

“Perbanyak prestasi dan promosikan diri ,” jelasnya.

Sedangkan teknik bicara memukau sejak menit pertama, lanjutnya, dilakukan dengan cara sampaikan tentang PPH. Perasaan, pelajaran yang menarik dan harapan. (Sofyan)

Baca juga: Tingkatkan Profesionalitas, Guru dan Tenaga Kependidikan SD Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Baitul Arqam


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top