METODE PEMBELAJARAN PEER TEACHING BERBANTU VIDEO TUTORIAL MENINGKATKAN MOTIVASI, AKTIVITAS, PEMAHAMAN DAN HASIL BELAJAR

Print Friendly and PDF

METODE PEMBELAJARAN PEER TEACHING BERBANTU VIDEO TUTORIAL MENINGKATKAN MOTIVASI, AKTIVITAS, PEMAHAMAN DAN HASIL BELAJAR 

Oleh : Endang Hastuti Lestari, S.Pd.

Guru Matematika SMK Negeri 1 Wonosari Gunungkidul Yogyakarta


Endang Hastuti Lestari, S.Pd.


       Pendidikan merupakan salah satu tempat yang dapat mewujudkan peningkatan sumber daya manusia sebagai tenaga terdidik dan peserta didik menjadi terampil (Ahmad tafsir,2008:26).

       Pendidikan di sekolah formal dilalui dengan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru kepada siswanya secara individu maupun keseluruhan baik di dalam kelas maupun diluar kelas guna mengasah pengetahuan, keterampilan maupun karakter. Menurut Winkel dalam (Nurrahma,1991:14) Belajar menghasilkan suatu perubahan tingkah laku keterampilan, kemampuan dan kecakapan serta perubahan-perubahan aspek-aspek lainnya yang ada pada diri siswa  yang melakukan kegiatan belajar. Melalui pembelajaran inilah akan dapat meningkatkan kecerdasan, keterampilan, pengembangkan potensi diri serta dapat membentuk karakter siswa.

       Dalam hal pendidikan guru mempunyai peran yang utama karena guru merupakan ujung tombak keberhasilan dalam pendidikan. Oleh sebab itu, dalam melaksanakan proses pembelajaran di tuntut memiliki strategi, menguasai teknik-teknik pengajaran maupun menguasai metode dalam mengajar. Metode mengajar adalah cara yang dilakukan untuk saling  berinteraksi sehingga proses berjalan dengan baik  dan tujuan pembelajaran  dapat tercapai (Suprijono, Agus, Cooperative Learning ,Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2009 hal 4). Metode belajar juga dapat di artikan  sebagai   a way in achieving something(Sanjaya,2008). Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun  dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran termasuk juga pada mata pelajaran matematika.

       Mata pelajaran ini merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di sekolah. Mata pelajaran matematika sangat penting bagi kehidupan, karena bertujuan membekali para siswanya dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, kreatif dan bekerja sama. Oleh karena itu di dalam struktur kurikulum, mulai dari tingkat SD hingga SMA, pelajaran matematika selalu mendapatkan alokasi waktu yang lebih besar dibandingkan mata pelajaran lainnya. Menurut Erman Suherman (2001: 29) matematika merupakan sumber ilmu dari ilmu yang lain, dengan kata lain matematika tumbuh dan berkembang untuk dirinya sendiri sebagai suatu ilmu, serta dapat melayani kebutuhan ilmu pengetahuan dalam pengembangan dan operasionalnya. Banyak ilmu-ilmu yang penemuan dan pengembangannya bersumber dari matematika, contohnya pada ilmu fisika, kimia modern, ekonomi, akuntansi maupun pelajaran yang lainya. 

       Sayangnya tidak sedikit dari siswa menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang  sulit, menakutkan dan menjadi momok bagi siswa. Diantara beberapa alasan yang ditemui di lapangan, mengapa matematika dianggap sebagai pelajaran yang sulit sehingga siswa tidak menyukainya adalah karena kurangnya motivasi dalam belajar serta kesulitan dalam menguasai pemahaman dasar-dasar matematika sehingga menyebabkan mereka mengalami kebingungan ketika naik kelas dan melanjutkan pelajaran matematika ke tingkat yang lebih sulit. Selain itu Faktor guru ketika menyampaikan materi kurang menarik serta kurang tepat dalam menggunakan metode maupun memanfaatkan media pembelajaran sehingga membuat siswa semakin bingung. Guru matematika perlu mengetahui hal-hal yang melatarbelakangi siswa yang merasa sulit dalam belajar dan mampu mencari solusi,salah satunya dengan menerapkan metode pembelajaran yang tepat dan terukur.

       Penulis yang tercatat sebagai guru matematika di SMK N 1 Wonosari Gunungkidul semester gasal tahun pelajaran 2023/2024 khususnya kelas X mengalami kendala yaitu beberapa siswa yang menurun motivasi dalam belajar khususnya pada saat menyampaikan materi Barisan dan Deret. Pada saat guru menyampaikan materi dijumpai beberapa siswa kurang motivasi dan tidak aktif dalam mengikuti pelajaran, hal ini tentunya membawa permasalahan dengan menurunnya pengetahuan, pemahaman, penguasaan materi, keterampilan dan hasil belajarnya. Penurunan tersebut dapat dilihat saat guru memberikan soal untuk latihan kepada seluruh siswa kelas X Tata Busana sejumlah 72 anak,hasilnya hanya sekitar 78% yang terlihat aktif sehingga paham dan menguasai materi dan berhasil mendapatkan nilai rata-rata 80 diatas nilai minimal yang ditentukan sedang  21% siswa memang perlu segera diberikan solusi dalam belajar agar tidak ketinggalan dengan yang lainnya. Setelah penulis melakukan evaluasi, salah satu penyebab yaitu metode pembelajaran yang kurang tepat sehingga motivasi,aktifitas siswa menurun. Untuk mengatasi masalah tersebut pada pertemuan selanjutnya guru memilih menerapkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dengan menerapkan metode  Peer Teaching dan memanfaatkan video tutorial sehingga pembelajaran berubah menjadi menjadi menarik, aktif , menyenangkan, mudah dipahami dan dipelajari. 

       Peer Teaching atau tutor sebaya menurut Makarao [2009] adalah metode pengajaran yang memberi kesempatan pada siswa untuk mengajarkan dan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan pada siswa yang lain.Video tutorial merupakan video pembelajaran yang dibuat oleh penulis yang berisi tentang pemaparan materi dan cara penyelesaian soal-soal. Melalui video ini akan memudahkan siswa dalam belajar.

       Adapun langkah-langkah pembelajaran yang telah dilakukan penulis yaitu : 1] Guru membuat video tutorial dan menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan. 2] Guru membuka pelajaran, menyampaikan tujuan dan proses pembelajaran. 3] Untuk menarik perhatian guru menayangkan video pembelajaran kemudian memaparkan materi dan tanya jawab. 4] Guru memberi kesempatan siswa untuk berlatih mengerjakan tugas atas bimbingan guru,  kemudian memilih siswa yang pandai untuk dijadikan tutor. 5] Siswa pilihan diberi materi yang akan dipelajari dan menjelaskan latihan serta evaluasi yang akan lakukan. 6] Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok heterogen dan membagi setiap tutor pilihan pada setiap kelompok. 7] Guru memberikan tugas yang harus dikerjakan setiap kelompok, tutor sebaya membantu teman dalam mengerjakan tugas dan memberikan penjelasan materi yang belum dipahami. 8] Setiap kelompok mempresentasikan tugasnya. 9] Guru mengamati aktifitas belajar dan memberi penilaian. 10] Diakhir kegiatan guru memberi penguatan, evaluasi. tugas belajar dan motivasi. 

       Melalui penerapan metode di atas mampu membawa perubahan yang positif bagi siswa. Seluruh siswa sudah termotivasi sehingga terlibat aktif dalam belajar dengan kerjasama secara kelompok. Bimbingan dari teman dan video tutorial telah memberi kemudahan dalam memecahkan tugas sehingga meningkatkan  pemahaman, daya ingat pengetahuan dan nilai hasil belajarnya. Penguasaan materi dan peningkatan hasil belajar dapat dilihat setelah guru mengadakan ulangan harian pada seluruh siswa kelas X Tata Busana total 72 anak telah meningkat menjadi 100%  aktif dan memahami materi sehingga nilainya menjadi rata-rata 87 melampaui batas yang ditentukan.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top