Desain Interior ISI Solo Raih 3rd Winner Most Favorite Category IFFINA 2023

Print Friendly and PDF

Mahasiswa Desain Interior ISI Solo meraih 3rd Winner Most Favorite Category IFFINA 2023.


Desain Interior ISI Solo Raih 3rd Winner Most Favorite Category IFFINA 2023

Solo- majalahlarise.com -Prodi Desain Interior ISI Surakarta tahun 2023 ikut dalam pameran IFFINA (International Furniture and Craft Fair Indonesia) 14-17 September 2023 di ICE BSD, Tangerang. Pameran bertajuk The New Sourcing Circle in Asia terdiri kategori utama furniture, craft, project design, homeware, home fabric, dan decorative & gift. Kegiatan pendukung meliputi munas, sharring, seminar, workshop, penghargaan desain. Perserta terdiri dari pelaku usaha dalam dan luar negeri dan Perguruan Tinggi.

Peserta perguruan tinggi dari 11 perguruan tinggi se-Indonesia. Prodi Desain Interior ISI Surakarta menjadi salah satu peserta pameran membawa prototipe mebel hasil pembelajaran. Ersnathan, selaku dosen pendamping pemeran, menyatakan meskipun persiapan pameran sangat minim dan mepet namun pengunjung cukup antusias karya sketsa desain.

Pameran IFFINA (International Furniture and Craft Fair Indonesia) 14-17 September 2023 di ICE BSD, Tangerang. 


Baca juga: Tim Struktural SD Muhammadiyah PK Banyudono Studi Banding ke SD UMP Purwokerto

Kategori penghargaan desain Allif Arwenda Bismialban Mahasiswa Prodi Desain Interior angkatan 2018 meraih penghargaan 3rd Winner Most Favorite Category. Desain kursi berjudul Shield of Throne berbahan kayu jati dan rotan. Shield artinya perisai atau pelindung, throne yang artinya tahta atau singgasana. Shield of Throne adalah desain kursi yang memberikan perlindungan, kenyamanan sekaligus kemegahan bagi penggunanya laksana sebuah singgasana. Jati sebagai bahan kayu dengan kualitas terbaik, dan rotan dikenal dengan pengerjaan handmade yang memerlukan ketekunan, keterampilan dan ketelitian untuk menghasilkan produk dengan kualitas tinggi.

Sumarno selaku Dosen Pengampu Desain Mebel menyatakan bahwa keunggulan desain kursi Arwen, selain kemampuan dalam menerjemahkan konsepnya juga pada kualitas pengerjaanya presisi, halus dan rapi. 

"Kualitas produk menjadi problem bagi mahasiswa dalam perwujudan desain, dan monitoring produksi menjadi penting bagi mahasiswa sebagai desainernya," terangnya. (Sofyan)

Baca juga: Wakil Rektor lll Unisri Lantik 22 UKM dan Ormawa Tingkat Universitas


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top