Trend Kebaya Lawas sebagai Seragam Baru Murid dan Mahasiswa

Print Friendly and PDF

Trend Kebaya Lawas sebagai Seragam Baru Murid dan Mahasiswa

Oleh: Alya Wulandari

Mahasiswa Program Studi Antropologi Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Alya Wulandari


      Saat masih kecil ketika umur seorang anak telah mencapai batas usia memasuki sekolah, semua orang tua akan berbondong-bondong untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah yang paling banyak diminati. Setelah berhasil memasuki dunia pendidikan hal pertama orang tua yang akan persiapkan untuk anaknya yakni membeli seragam. Sudah menjadi hal yang lumrah bahwa setiap sekolah memiliki seragam dengan ciri khasnya masing-masing. Dengan memakai seragam, secara tidak langsung memperlihatkan wujud identitas dari seseorang. Maka dari itu tidak heran jika dari dulu hingga saat ini penggunaan seragam sekolah masih dipertahankan. Akan tetapi disisi lain terdapat beberapa sekolah yang tidak mewajibkan anak untuk memakai seragam sekolah.

      Melihat keadaan tersebut sebenarnya telah menjadi bahan obrolan bagi penulis dan teman-teman selagi duduk di bangku SMA. Apakah penggunaan seragam atau non seragam sudah menjadi salah satu pilihan terbaik bagi murid ketika berangkat ke sekolah? tentu hal ini masih belum menemukan jawaban yang sesuai. 

       Di sisi lain, terdapat juga sekolah yang mewajibkan murid untuk menggunakan pakaian dengan nuansa adat atau budaya. Hal ini juga sempat di singgung oleh Nadiem  selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan beberapa waktu lalu. Namun pemberitaan mengenai pakaian adat tersebut telah menuai pro dan kontra masyarakat Indonesia. 

     Padahal sebelum Nadiem menganjurkan untuk memakai pakaian adat ke sekolah, pihak sekolah pun ada yang telah menerapkan peraturan untuk memakai kebaya pada hari Kamis, lebih tepatnya saat Kamis Pahing. Seperti yang dahulu setiap hari Kamis murid akan menggunakan seragam batik sekolah, akan tetapi ketika terdapat hari Kamis Pahing dalam tanggalan Jawa maka sekolah mewajibkan murid untuk bebas menggunakan kebaya dengan sopan. 

      Tentu dengan memakai kebaya dengan motif yang beragam cukup membuahkan sebuah tren di media sosial belakangan ini. Apalagi tren menggunakan kebaya juga didukung oleh beberapa artis dan influencer salah satunya adalah Dian Sastro (@therealdisastr) dan Rania Yamin (@raniaayamin). Kedua tokoh tersebut cukup sering membagikan foto di laman instragramnya ketika sedang menggunakan kebaya. Melihat keanggunannya dengan kebaya yang sangat cantik membuat warga netizen bertanya-tanya di mana mendapatkan kebaya cantik tersebut. Melihat antusias yang cukup tinggi akhirnya Rania Yamin sempat membagikan bahwa kebaya yang ia dapatkan merupakan kebaya lawas yang ditemukannya di Pasar Triwindu, Solo. 

       Setelah mengetahui lokasi dari toko kebaya tersebut akhirnya mulai banyak Masyarakat Indonesia yang berantusias untuk berburu kebaya lawas. Tidak hanya itu saja, sekarang di instagram juga terdapat banyak toko online yang menjual kebaya lawas dengan range harga Rp. 100.000 sampai Rp. 250.000. Tren memakai kebaya telah menghasilkan massa yang cukup positif saat ini, bahkan penggunaan kebaya tidak hanya di sekolah saja. Namun sudah sampai dipergunakan oleh mahasiswa dan pekerja dalam pakaian sehari-hari.



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top