KETERAMPILAN MENULIS GEGURITAN MENINGKAT DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN MEDIA DADU GURIT

Print Friendly and PDF

KETERAMPILAN MENULIS GEGURITAN MENINGKAT DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN MEDIA DADU GURIT

Oleh: Indah Sari, S.Pd

Guru SMP PGRI 5 Petarukan, Pemalang Jawa Tengah 


Indah Sari, S.Pd


       Proses pembelajaran bahasa Jawa menulis geguritan hendaknya direncanakan dan dilaksanakan lebih bermakna sehingga menghasilkan hasil prestasi peserta didik yang tinggi, untuk itu guru harus kreatif dan inovatif dalam mengembangkan strategi pembelajaran. Guru merencanakan proses pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan memanfaatkan secara optimal aktivitas belajarnya. Kegiatan pembelajaran dirancang sedemikian rupa untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.  

       Selama ini keterampilan menulis geguritan bagi peserta didik masih sangat sulit berkembang, peserta didik cenderung kesulitan dalam merangkai kata-kata agar menjadi puisi Jawa atau geguritan. Peserta didik mengalami kesulitan dalam mengekspresikannya ke dalam tulisan. Akibatnya, peserta didik tidak dapat melanjutkan kegiatan menulis. Peserta didik merasakan kegiatan menulis sebagai suatu beban yang berat. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan menulis geguritan masih rendah. Berhasil tidaknya proses pembelajaran menulis geguritan ditentukan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kreativitas dan inovasi guru dalam melaksanakan pembelajaran. Guru yang juga sebagai fasilitator diharapkan dengan segala kemampuannya dapat memfasilitasi peserta didik dalam pelajaran Bahasa Jawa dalam hal ini sarana, media, dan metode pembelajaran yang memadai dan relevan memungkinkan peserta didik mengembangkan keterampilan menulis geguritan secara maksimal. Salah satu cara yang dapat dipakai agar mendapatkan hasil yang optimal seperti yang diinginkan adalah memberi tekanan dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dilaksanakan dengan memilih salah satu metode pembelajaran dan media yang tepat karena pemilihan metode pembelajaran dan media yang tepat pada hakikatnya merupakan salah satu upaya dalam mengoptimalkan hasil belajar peserta didik. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diupayakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk membuat pembelajaran lebih bermakna dan dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Salah satunya adalah dengan menerapkan pembelajaran kooperatif dengan disertai media pembelajaran. 

       Salah satu komponen pembelajaran yang penting adalah penggunaan strategi pembelajaran yang tepat. Karena strategi pembelajaran yang tepat akan memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada peserta didik terutama metode yang berbasis kooperatif. Hubungan makna di atas dengan pendidikan adalah segalah situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. seorang guru di tuntut mampu menyelaraskan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran sekarang ini guru hanya sebagai fasilitator dimana peserta didik tidak hanya menerima akan tetapi menggali atau mencari pengetahuan melalui banyak membaca dan berfikir kreatif terkait materi pelajaran dan dituntut lebih aktif dalam proses pembelajaran agar hasil belajar menyenangkan, dan menarik, dalam pembelajaran guru sebagai fasilitator bukan pemberi ilmu.

      Banyaknya jenis strategi pembelajaran, tapi juga harus disesuaikan penggunaanya dalam proses pembelajaran. Apabila pembelajaran mudah dipahami dan menggunakan strategi yang tidak membosankan, maka peserta didik akan aktif dalam proses pembelajaran karena pembelajaran merupakan proses penyampaian materi yang melibatkan semua komponen belajar, yaitu peserta didik dan pendidik mempunyai tingkat keaktifan yang sama. Kebiasaan beberapa peserta didik masih ribut di dalam proses pembelajaran. Ketika dijelaskan kurang memperhatikan.

       Dengan demikian salah satu solusi pemecahan masalah di atas adalah dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe Jigsaw dan media dadu gurit. Seperti yang penulis lakukan di sekolah tempat penulis mengajar yaitu di SMP PGRI 5 Petarukan. Media dadu gurit sendiri dapat membantu peserta didik memilih tema secara adil dalam membuat geguritan. Dengan melambungkan dadu gurit ke atas mereka dapat memilih tema geguritan sesuai dengan hasil lemparan dadu tersebut. Belajar kelompok dalam model pembelajaran kooperatif terdiri dari lima unsur pokok, yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok.



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top