UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN RESITASI ATAU PENUGASAN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN BIMBINGAN KONSELING

Print Friendly and PDF

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN RESITASI ATAU PENUGASAN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN BIMBINGAN KONSELING 


Oleh: Tri Andriyastuti, S.Pd

Guru Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 2 Masaran, Sragen Jawa Tengah


Tri Andriyastuti, S.Pd


      Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

       Sedangkan menurut H. Horne, pendidikan merupakan proses yang terjadi secara terus-menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada Tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar, intelektual, emosional, dan kemanusian dari manusia.

       Dalam pelaksanaan pendidikan, minat dalam belajar harus ditumbuhkan dalam pembentukan karakter peserta didik. Dengan memiliki minat belajar yang tinggi maka hal tersebut mampu menciptakan proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang akan di tuju. Namun kenyataannya, tingkat minat belajar yang dimiliki oleh peserta didik itu berbeda-beda. Hal ini mempengaruhi proses belajar mengajar di setiap sekolah. 

       Pelaksanaan Praktik Lapangan oleh penulis di Kelas VII C SMP Negeri 2 Masaran dengan materi kurangnya minat belajar peserta didik menggunakan metode restasi atau penugasan telah terlaksana dengan baik. Pembelajaran yang dilakukan memiliki tujuan, diantaranya yaitu Peserta didik dapat memahami minat belajar rendah dan Peserta didik dapat memahami faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam meningkatkan minat belajar peserta didik.

       Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII C SMP N 2 Masaran kabupaten Sragen dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi dan penyebaran angket pada siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa minat belajar siswa sebagian besar rendah disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal.

       Dalam pemberian layanan ini, guru bimbingan dan konseling memberikan bimbingan klasikal dengan menggunakan metode pembelajaran Resitasi atau penugasan berupa pemberian informasi yang dituangkan ke dalam slide power point dan melakukan pemutaran video mengenai minat belajar rendah agar siswa dapat mengetahui penyebab yang mempengaruhi minat belajarnya dan dapat menginspirasi siswa untuk lebih berminat dalam belajar di kelas karena pembelajaran tidak monoton hanya dengan ceramah dan brainstorming. Selain itu membimbing siswa untuk mengisi lembar kerja dan melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.

       Proses penerapan metode pembelajaran resitasi atau penugasan dalam layanan bimbingan klasikal yaitu : a. Peserta didik mendengarkan guru BK menjelaskan terkait tujuan dan topik yang akan dibahas. b. Peserta didik mendengarkan pengarahan dari guru BK tentang model pembelajaran yang akan digunakan, yaitu resitasi atau penugasan. c. Peserta didik mengamati tayangan video yang disampaikan guru BK. d. Guru BK membagikan LKPD untuk menyimpulkan mengenai isi dari video yang telah di tayangkan. e. Peserta didik mempresentasikan hasil dari kesimpulan tayangan video. f. Guru BK melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses keaktifan peserta didik selama mengikuti layanan klasikal. 

       Dampak dari penerapan metode pembelajaran resitasi atau penugasan dipadukan dengan media video pembelajaran yang relevan dengan materi minat belajar rendah membuat pengetahuan peserta didik lebih meningkat karena dalam pembelajaran lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Secara berkesinambungan pemahaman peserta didik meningkat maka hasil belajar peserta didik pun turut meningkat.

       Berdasarkan analisis hasil belajar dapat diketahui bahwa siswa sebagian besar sudah memahami pembelajaran yang disampaikan. Diketahui dari 32 siswa yang mendapat nilai tuntas sebanyak 24 siswa dan 8 siswa belum tuntas. nilai tertinggi adalah 95 dan nilai terendah adalah 45 dengan KKM 75. Maka dapat disimpulkan bahwa layanan klasikal dengan menggunakan metode pembelajaran resitasi atau penugasan terbukti efektif. Respon yang diberikan siswa dalam penerapan layanan klasikal menggunakan metode pembelajaran resitasi atau penugasan yaitu siswa merasa terbantu dengan penggunaan layanan yang diberikan dan antusias peserta didik dalam proses layanan sangat baik terlihat pada saat peserta didik memperhatikan materi, mengerjakan tugas, dan mempresentasikan hasil pekerjaan mereka.Faktor keberhasilan dari pelaksanaan layanan ini adalah RPL sesuai dengan kebutuhan peserta didik, Peserta didik aktif dalam layanan klasikal, Pemberian layanan menggunakan metode inovatif yaitu Resitasi atau Penugasan, dan Guru BK menjadi fasiliator yang sesuai dengan harapan peserta didik. 



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top