KKN Univet 2021, Edukasi Pemanfaatan Sampah Organik Untuk Pupuk

Print Friendly and PDF

Aziz Abid Dede Saputra memberi edukasi pemanfaatan sampah menjadi pupuk organik. 


KKN Univet 2021, Edukasi Pemanfaatan Sampah Organik Untuk Pupuk

Sukoharjo- majalahlarise.com -Pandemi Covid-19 sudah menjadi pembicaraan mulai dari tahun 2019 hingga saat ini, yang sudah menimbulkan kematian bahkan memiliki dampak yang sangat merugikan dalam segala bidang, baik bidang ekonomi, pendidikan dan lainnya. Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara mandiri di desa masing-masing dikarenakan masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Aziz Abid Dede Saputra melaksanakan kegiatan KKN di lokasi Dusun Bangsan Rt 01/01, Desa Trosemi, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Iik Sartika, SKM., M.Kes. Dengan kondisi pandemi Covid-19 yang semakin panjang dan timbul banyak hobi masyarakat termasuk kalangan ibu-ibu yang suka mengkoleksi jenis tanaman. Maka dari itu dengan melihat kondisi yang sekarang yang tidak semua masyarakat bisa mengakses informasi melalui HandPhone Android, dengan ini Aziz Abid Dede Saputra memiliki beberapa proker, yang salah satunnya adalah memberi edukasi salah satu warga tentang pemanfaatan sampah organik untuk pupuk.

”Saya mengajak salah satu perwakilan warga untuk membantu melaksanakan salah satu proker saya yang bertujuan mngajak warga untuk memanfaatkan sampah daun-daun kering dan sampah rumah tangga untuk dijadikan bahan pembuatan pupuk kompos, dengan pelaksanaan pembuatan ini walaupun hanya di bantu perwakilan warga Dusun Bangsan Rt 01 saja semoga bisa memberi contoh ke warga lainnya dalam pembuatan pupuk kompos ini," terang Azis.

Lebih lanjut dikatakan Aziz, pembuatan ini dilaksanakan hanya perwakilan saja dikarenakan masih adannya pandemi Covid-19 yang menganngu kegiatan proses pengumpulan warga. Dalam pembuatan pupuk kompos ini menggunakan beberapa bahan untuk pembuatannya yaitu, daun-daun kering, nasi bekas, air, dan wadah untuk tempat pengkomposan. Setelah bahan sudah terkumpul siapkan daun-daun kering, campur nasi pada air yang sudah di siapkan (disesuaikan), siram daun-daun kering dengan air yang sudah di campur dengan nasi, jika sudah masukkan daun-daun yang sudah di basahi kedalam wadah yang tertutup, kemudian simpan di tempat yang lembab dan terhindar langsung dari sinar maatahari, dan jangan lupa dilakukan siram dengan air biasa saja jika sudah mulai kering, proses pengkomposan ini membutuhkan waktu sekitar 3 minggu-1 bulan. Dengan kegiatan ini semoga bermafaat untuk warga yang mempunyai tanaman dengan mengurangi biaya pembelian pupuk untuk perawatan tanamannya apalagi di masa pandemi yang membuat penurunan ekonomi di masyarakat. 

"Dalam pelaksanaan kegiatan ini pihak yang terlibat adalah Mahasiswa KKN dan perwakilan warga Dusun Bangsan Rt 01, Rabu 22 September 2021," ungkap Aziz. (Sofyan)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top