BELAJAR BIOLOGI DENGAN TALKING STICKY NOTES

Print Friendly and PDF

BELAJAR BIOLOGI DENGAN TALKING STICKY NOTES

Oleh : Windi Nur Apriyani Putri, S.Pd

SMA Negeri 1 Jatisrono, Wonogiri Jawa Tengah

Windi Nur Apriyani Putri, S.Pd


       Dalam konteks pembelajaran yang menyenangkan, peserta didik diarahkan untuk memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar dengan menciptakan situasi yang menyenangkan dan menggembirakan. Pembelajaran dikatakan menyenangkan apabila di dalamnya terdapat situasi yang rileks, bebas dari tekanan, aman, menarik bangkitnya minat belajar, adanya keterlibatan penuh, perhatian peserta didik tercurah, lingkungan belajar yang menarik, bersemangat, perasaan yang gembira, konsentrasi tinggi. Sementara sebaliknya pembelajaran menjadi tidak menyenangkan apabila suasana tertekan, perasaan terancam, takut, merasa tidak berdaya, tidak bersemangat, malas, tidak berminat, jenuh, membosankan, suasana pembelajaran yang monoton dan tidak menarik.

       Begitupun dengan pembelajaran biologi, yang diantaranya menuntut adanya aktivitas peserta didik, dengan demikian pengembangan media pembelajaran diarahkan pada langkah-langkah berikut 1.  Menganalisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik; 2. Merumuskan tujuan pembelajaran; 3. Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Peserta didik banyak yang berasumsi bahwa belajar biologi itu sulit dan membosankan karena dalam mempelajari biologi selalu berhubungan dengan istilah-istilah latin, klasifikasi, anatomi, morfologi, fisiologi yang harus dihafalkan oleh peserta didik. Hal ini membangun persepsi bahwa belajar biologi itu identik dengan hafalan. Padahal bukanlah demikian, biologi merupakan ilmu yang memerlukan pemahaman, aplikasi, sintesis atau berfikir tingkat tinggi. Hal ini akan memberikan kesan kurang baik jika pendidik kurang mampu mengembangkan kreativitas mengajarnya diantaranya adalah pemilihan metode pembelajaran yang diterapkan kurang sesuai dengan IPK pada KD yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik. Akibatnya hasil belajar biologi menjadi kurang maksimal. Misal materi sistem pencernaan makanan pada KD 3.6 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem pencernaan makanan dalam kaitannya dengan nutrisi, bioproses, dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan manusia yang bersifat hafalan. Jika pembelajaran berlangsung dengan menerapkan metode ceramah atau diskusi, ternyata banyak peserta didik yang kurang berminat untuk mengikuti pelajaran. Dalam diskusi kelompok, beberapa peserta didik bersikap pasif, hanya numpang nama dan asik dengan gadgetnya masing-masing. Pembelajarn yang berlangsung menjadi tidak bermakna dan cenderung monoton.

       Kondisi tersebut menyadarkan penulis untuk mencari metode pembelajaran yang tepat, yang dapat meningkatkan minat belajar siswa pada materi ini. Pemilihan metode yang sesuai akan mempengaruhi minat belajar peserta didik, ketercapian KD, dan hasil  belajar peserta didik. Untuk itulah, agar pembelajaran biologi menjadi menyenangkan dan dapat meningkatkan minat belajar, maka penulis memilih metode pembelajaran Discovery Learning dengan model pembelajaran kontekstual melalui media pembelajaran Talking Sticky Notes.

       Pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning adalah kegiatan pembelajaran yang menyampaikan materi dengan cara mengaitkannya dengan kehidupan nyata peserta didik. Discovey learning adalah proses untuk memahami suatu konsep dari materi secara aktif dan mandiri untuk kemudian diperoleh suatu kesimpulan. Pada metode ini, guru tidak secara aktif menjelaskan materi pada peserta didik. Peran guru sebagai fasilitator hanya memberikan sejumlah pertanyaan berkaitan dengan materi. Selanjutnya peserta didiklah yang harus menemukan, menyelidiki, menganalisis dan menyimpulkan hasil temuannya sebagai modal untuk menjawab pertanyaan dari guru.

       Sticky notes merupakan potongan-potongan kertas berukuran kecil dengan berbagai macam warna dan terdapat strip lem di bagian atasnya. Di Indonesia sticky notes dikenal dengan sebutan Post it. Pada pembelajaran kali ini sticky notes berguna sebagai media pembelajaran yang sederhana dan menyenangkan. Oleh karena itu, penulis memberikan istilah Talking Sticky Notes karena dengan kertas kecil itulah guru dapat menggali informasi dari peserta didik berkaitan dengan KD sistem pencernaan makanan yang sedang dipelajari. Sticky notes berperan sebagai Student News artinya sticky notes digunakan untuk menulis catatan atau hal-hal penting yang diperoleh peserta didik, serta Contens review yaitu sticky notes digunakan sebagai alat untuk menjawab pertanyaan.

       Kegiatan pembelajaran diawali dengan menyapa peserta didik dengan hangat dan ramah, menciptakan suasana yang rileks      untuk menanamkan keberanian kepada peserta didik dalam mengemukakan pendapatnya, membagian materi melalui WAG. Selanjutnya guru menyampaikan tujuan dan pokok materi sistem pencernaan makanan. Peserta didik mengamati gambar  “Pelangi Sumber Makanan” yang disajikan oleh guru, peserta didik harus menuliskan nama masing-masing pada kertas sticky notes yang dibagikan kemudian menuliskan hal yang paling menarik pada gambar yang disajikan. Jawaban dari setiap peserta didik kemudian ditempelkan di papan tulis secara acak. Guru menunjuk salah satu peserta didik untuk maju ke depan, dan membacakan salah satu jawaban milik temannya, kemudian meminta teman yang menuliskan jawaban tersebut untuk menjelaskan alasannya. Setelah peserta didik tersebut selesai menjelaskan jawabannya, maka berikutnya peserta didik yang ada di depan menunjuk rekannya secara acak, untuk bergantian maju ke depan dan membacakan salah satu jawaban yang dituliskan rekannya.

       Pada sesi kedua, peserta didik membaca dan memahami artikel yang dibagikan oleh guru melalui WAG, kemudian dengan    menggunakan kertas sticky notes lagi, peserta didik menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Pada sesi ini adalah  kesempatan untuk menggali berbagai jawaban siswa. Beragam jawaban yang diberikan oleh siswa dari mulai level kognitif menyebutkan, menjelaskan, mengelompokkan, hingga menganalisis isi artikel tertuang pada kertas sticky notes. Selama pembelajaran seluruh siswa terlibat aktif, sehingga suasana kelas menjadi lebih dinamis, menyenangkan dan bermakna. Minat peserta didik untuk mengikuti pelajaran biologi semakin meningkat dibandingkan dengan pembelajaran-pembelajaran sebelumnya. Setiap siswa secara aktif dan antusias saling bertukar pendapat, hingga mampu menyimpulkan materi secara mandiri oleh peserta didik, dan tentunya tetap dituntun oleh guru. Pembelajaran selama durasi 90 menit menjadi tidak terasa, peserta didik tidak merasa bosan ataupun jenuh.

      Di akhir pembelajaran, guru memberikan umpan balik dan penguatan berkaitan dengan materi yang telah dipelajari. Melalui refleksi, penulis mendapati bahwa sebagian besar peserta didik menyukai pembelajaran dengan mengunakan metode discovery learning tipe talking sticky notes dan dapat memahami materi dengan baik. Penerapan tipe pembelajaran talking sticky notes ini sangat mudah dilakukan dan tidak membutuhkan banyak biaya sehingga dapat diterapkan juga untuk pembelajaran mata pelajaran selain biologi.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top