Moot Court Tingkatkan Kompetensi Hukum Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Surakarta

Print Friendly and PDF

Peserta saat mengikuti kompetisi Moot Court.

Moot Court Tingkatkan Kompetensi Hukum Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Surakarta

Sukoharjo- majalahlarise.com -Fakultas Syariah IAIN Surakarta menyelenggarakan Pekan Prestasi Mahasiswa dalam rangka Dies Natalis ke-28 dengan menggelar aneka lomba untuk meningkatkan prestasi dan penggalian bakat-bakat yang berpotensi menjadi keunggulan di masa yang akan datang.

Salah satu mata lomba yang dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi skill dan keunggulan dalam bidang peradilan adalah Competision Moot Court sidang semu.

Kompetisi sidang semu diikuti oleh 2 tim yang masing-masing memerankan tim pertama sidang perkara pidana dengan mengangkat isu peradilan korupsi. Tim kedua menjadi tim perdata yang mengangkat isu penyelesaian sengketa hak hadlonah anak. Kedua tim bersaing untuk menjadi yang terbaik dengan memerankan skenario sistem peradilan pidana dan perdata di Indonesia.

Baca juga: Unisri Lantik 22 UKM dan Ormawa Periode 2020/2021
Masing-masing tim terdiri dari 8-10 peserta. Tim perdata terdiri 10 mahasiswa; hakim ketua, hakim anggota 1, hakim anggota 2, penuntut umum 1,2,3, penasehat hukum 1 dan 2, terdakwa, saksi terdakwa, saksi ahli, panitera, juru sumpah. 

Sementara tim perdata terdiri dari 8 mahasiswa yang memerankan sebagai hakim ketua, hakim anggota 1, hakim anggota 2, penggugat, tergugat, saksi penggugat, sakti tergugat, hakim mediator, panitera, juru sumpah.



Koordinator lomba Muhammad Julianto, S. Ag., M. Ag. menjelaskan tujuan lomba ini untuk meningkatkan kompetensi dalam hukum material dan hukum formil.

Baca juga: Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Univet Selenggarakan Webinar Teknik Formulasi Pakan Unggas Secara Sederhana

"Kompetisi menghadirkan 3 juri yaitu juri pertama Jaka Susila SH MH sekaligus ketua Dewan Juri yang menilai kemampuan kreativitas. Juri kedua menilai kemampuan penguasaan hukum material Siti Kasiati, S. Ag., M. Ag. Dan juri ketiga Abdullah Tri Wahyudi, S. Ag., SH., MH. menilai kemampuan penguasaan hukum formil," terangnya. Kamis (27/8/2020).

Lebih lanjut dikatakannya, kedua tim bersaing ketat untuk memperebutkan prestasi yang terbaik setelah melalui pelaksanaan semua rangkaian persidangan dari awal sampai akhir sidang pertama hingga putusan majelis hakim. Dewan juri menyaksikan, mencermati, memutuskan tim pidana sebagai tim pertama menempati peringkat satu dan dan peringkat kedua direbut oleh tim 2 tim perdata.

Pria yang akrab disapa Julianto ini berharap ajang ini menjadi modal dalam mengembangkan karier dalam professional hukum di masa yang akan datang, tentunya dengan melengkapi berbagai skill hingga layak meraih posisi terhormat.



"Terima kasih diucapkan kepada civitas akademika Fakultas Syariah Dekan Dr. Ismail Yahya, S. Ag., MA dan seluruh jajarannya, demikiam juga teman-teman SLO Syariah Law Community SLC Eva, Wildan, Paula, syafira, Tiara, Fuaida mewakil tim 1 dan tim 2. semoga sukses selalu aamiin," ucapnya.

Ketua dewan juri Jaka Susila SH MH memberikan apresiasi luar biasa kepada kegigihan kedua tim dalam menunjukkan kemampuan penguasaan dalam kreativitas, hukum materiil dan hukum formil. Setelah melalui sidang juri memutuskan Tim 1 yang memerankan persidangan pidana dinyatakan sebagai juara1 dan tim 2 menjadi juara 2.

"Terus tingkatkan skill dalam sistem peradilan jadikan evaluasi kekurangan di dalam kompetisi ini, sehingga bisa menyempurnakan dengan baik dan kelak menjadi profesional hukum yang bermanfaat di masa yang akan datang," jelasnya.

Baca juga: THP Univet Selenggarakan Webinar Potensi, Tantangan dan Inovasi Industri Pangan Era Revolusi Industri 4.0

Tim 2 memiliki kesan dengan latihan yang hanya persiapan satu minggu ini sangat terkesan sekali. Latihan dari pagi sampai malam, sangat luar biasa temen-temen semangatnya.

“Semoga tahun depan bisa mengikuti ajang kompetisi ini tingkat nasional, internasional, aamiin," harapnya.

Sementara Tim 1 mempunyai kesan sendiri. "Kisah 15 hari dengan 15 hati diiringi para hati yang tak letih menemani langkahnya dalam suatu perkara bulan ini yang akan kami ingat sampai nanti. Terima kasih kepada  Demis, Pengurus, Dosen, Pak Satpam, Abang Bakso dan sosok yang sudah memberi banyak pelajaran dalam kisah ini, terima kasih sudah memberi warna baru dalam kurun waktu 15 hari ini. Semangat untuk malanjutkan perjuangan di kisah-kisah selanjutnya. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top