Orientasi Akademik Mahasiswa PPG Univet Bantara Sukoharjo

Print Friendly and PDF

Mahasiswa PPG Periode 1 Univet Bantara Sukoharjo saat mengikuti Orientasi Akademik. 

Orientasi Akademik Mahasiswa PPG Univet Bantara Sukoharjo

Sukoharjo-majalahlarise.com-Sebanyak 177 mahasiswa baru Pendidikan Profesi Guru (PPG) angkatan 1 Universitas Veteran Bangun Nusantara mengikuti Orientasi Akademik. Selasa (22/1/2019). Bertempat  di Aula Gedung H lantai 3 kampus setempat.

Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ali Mursyid, W.M, M.P mengatakan Univet mendapatkan amanah dari Kemenristek Dikti menyelenggarakan PPG dengan memperoleh enam rombongan belajar satu kelas 30 mahasiswa yang terdiri PGSD empat rombel, metematika satu rombel,  bimbingan konseling satu rombel.

 "Hari ini mahasiswa PPG mengikuti orientasi akademik. Dalam tahap awal pembelajaran mahasiswa PPG menggunakan metode pembelajaran full daring selama enam sampai delapan minggu. Mahasiswa pasca masa orientasi akademik pulang ke rumah masing-masing semua pembelajaran melalui during full. Mereka nantinya juga praktik tentang keguruan, workshop, PPL ke sekolah mitra," tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam satu tahun Univet menyelenggarakan tiga kali periode. Mahasiswa rata rata dari sekolah Jawa Tengah paling banyak sekolah dari Solo Raya.

"Dengan adanya PPG ini berkontribusi meningkatkan kualitas guru. Ini PPG dalam jabatan artinya mereka sudah menjadi guru tapi belum memperoleh sertifikat profesi. Predikat profesional merupakan satu syarat harus lulus pendidikan profesi guru. Pendidikan ditempuh selama tiga sampai empat bulan," katanya.

Pihaknya berpesan pada mahasiswa PPG bahwa kelulusan tergantung dari mahasiswa sendiri. Sebab modus penipuan mulai muncul di grup pengelola PPG antar perguruan tinggi dengan modus menelepon mengaku Dekan dari FKIP salah satu universitas bisa membantu menjanjikan untuk mempermudah mahasiswa. Padahal itu tidak mungkin bisa. Karena tahap awal melalui daring terpantau lewat sistem bahkan ada mahasiswa sehari tidak membuka membaca modul langsung ketahuan karena semua tercatat.

"Mahasiswa aktif membuka, menanyakan lewat sistem ada aktifitas. Kalau tidak membuka berarti tidak melakukan proses. Padahal proses ada penilaiannya," ungkapnya.

Senada disampaikan Dekan FKIP, Toni Harsan bahwa mahasiswa PPG dalam jabatan mereka semua sudah menjadi guru tapi belum mempunyai syarat sebagai guru profesional. Maka mereka harus mengikuti PPG.

"Sesuai keputusan Menteri, mahasiswa PPG dalam jabatan sistem menggunakan hibrid learning campuran antara pola pembelajaran dalam jaringan dengan tatap muka. Sehingga ada pertemuan tatap muka, during dan PPL," terangnya.

Menurut Toni Harsan, setiap mahasiswa wajib mengerjakan semua apa yang diperintahkan yang sudah tercantum di dalam aplikasi daring sehingga per mata kegiatan mereka harus mengerjakan tugas-tugas sesuai yang ada di dalam modul.

"Mereka harus bisa menyelesaikan program itu dalam waktu tertentu sehingga para mahasiswa minimal harus empat jam belajar secara daring. Masing-masing pelajaran dalam daring terbagi menjadi beberapa modul tiap-tiap modul ada tugas yang dikerjakan. Setiap akhir program mengerjakan kuis atau soal. Mereka juga bisa berkomunikasi dengan dosen karena dosen harus merespon dalam pembelajaran itu, harus mengoreksi, diskusi,  tanya jawab dapat dilakukan dalam pola itu," jelasnya. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top