Seminar Teknoagripreneur Fakultas Pertanian Univet Bantara, Dorong Generasi Muda Melek Pertanian dan Digital

Print Friendly and PDF

 

Narasumber Janu Hari Setiawan menjelaskan materi Agrilnfluencer Menginspirasi Lewat Konten Agribisnis.


Seminar Teknoagripreneur Fakultas Pertanian Univet Bantara, Dorong Generasi Muda Melek Pertanian dan Digital

SUKOHARJO – majalahlarise.com - Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-58 Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Fakultas Pertanian menggelar seminar Teknoagripreneur bertajuk Agro Techno Planner, Rabu (15/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang seminar Gedung H lantai 3 ini menghadirkan tiga narasumber inspiratif dari bidang agribisnis, konten kreator, hingga pelaku usaha kopi.

Tiga narasumber tersebut yakni Janu Hari Setiawan dengan materi Agrilnfluencer Menginspirasi Lewat Konten Agribisnis, Suroto, S.Pd., Gr. (Otto-Pangarit Berserdik) dengan materi Bangun Personal Branding Peternak di Era Influencer, serta M. Ridho Qoiri yang menyampaikan praktik pembuatan kopi masa kini.

Dekan Fakultas Pertanian Univet Bantara, Dr. Novian Wely Asmoro, S.TP., M.Sc menyampaikan kegiatan ini secara khusus ditujukan untuk mendorong generasi muda agar lebih peduli terhadap sektor pertanian yang memiliki peran strategis dalam kehidupan.

Narasumber Suroto, S.Pd., Gr menguraikan materi Bangun Personal Branding Peternak di Era Influencer.


“Seminar ini kami hadirkan untuk generasi muda agar lebih care dan peduli terhadap pertanian. Sektor pertanian sangat penting, apalagi saat ini berkaitan dengan ketahanan pangan dan energi. Kalau bukan generasi muda yang peduli, lalu bagaimana pertanian Indonesia bisa berkembang,” ujarnya.

Ia juga menguraikan melalui kegiatan ini pihaknya menghadirkan narasumber yang tidak hanya ahli di bidang pertanian, tetapi juga mampu mengemas pertanian menjadi lebih menarik melalui konten digital.

“Kami ingin pertanian ini lebih dikenal masyarakat luas, salah satunya melalui konten kreator. Harapannya, anak-anak SMA dan SMK yang hadir bisa tertarik melanjutkan studi di Fakultas Pertanian dan ke depan mampu mengembangkan teknologi pertanian,” jelasnya.

Narasumber M. Ridho Qoiri menjelaskan praktik pembuatan kopi masa kini.  


Ketua panitia, Dr. Engkus Ainul Yakin, S.P., M.Sc menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi Fakultas Pertanian dalam menyemarakkan Dies Natalis ke-58 Univet Bantara.

“Tujuan kegiatan ini selain menambah wawasan, juga membuka jejaring dan memunculkan ide-ide baru di bidang pertanian yang lebih update. Kami berharap peserta mendapatkan inspirasi langsung dari para narasumber,” katanya.

Sementara itu, narasumber Janu Hari Setiawan menuturkan materi yang disampaikannya berfokus pada peluang besar menjadi agri-influencer di era digital.

“Konten kreator di bidang pertanian di Indonesia masih sangat sedikit. Justru ini peluang besar bagi anak muda. Kita bisa mengangkat aktivitas pertanian sehari-hari menjadi konten yang bermanfaat sekaligus peluang bisnis,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, konten yang dibuat tidak harus sempurna di awal, melainkan dimulai secara natural sesuai aktivitas sehari-hari.

“Tidak perlu takut atau minder. Mulai saja dari apa yang kita lakukan. Rekam aktivitas harian, upload, lalu belajar memperbaiki konten setiap hari. Manfaatnya luar biasa, jangkauan bisa sampai global,” tambahnya.

Janu juga menjelaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pertanian, baik secara langsung (on-farm) maupun melalui peran digital (off-farm).

Dekan fakultas pertanian, jajaran dosen, peserta seminar saat foto bersama dengan para narasumber.


“Harapan saya, anak muda mau terjun ke pertanian. Bisa langsung bertani atau menjadi konten kreator yang mempromosikan potensi pertanian di daerahnya,” ujarnya.

Narasumber lainnya, Suroto, S.Pd., Gr menguraikan pentingnya personal branding dan konsistensi dalam membangun konten, khususnya di bidang peternakan.

“Kunci utama itu percaya diri dan konsisten. Jangan terlalu fokus pada hasil, tapi jalani prosesnya. Upload konten setiap hari, nanti ide akan muncul dengan sendirinya,” tuturnya.

Ia juga membagikan tips bagi pemula yang ingin mendapatkan peluang kerja sama atau endorsement.

“Kalau belum dapat endorsement, tidak masalah. Tetap rutin produksi konten yang menarik sesuai target market yang dituju. Dari situ nanti akan menarik brand untuk berkolaborasi,” jelasnya.

Sementara itu, M. Ridho Qoiri menguraikan materi praktik pembuatan kopi sekaligus membagikan peluang bisnis kopi yang dinilai terus berkembang di Indonesia.

“Untuk pemula, mulai dari kopi yang sederhana seperti kopi susu atau long black. Yang penting memahami dulu karakter produk yang kita sukai,” katanya.

Ia juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan industri kopi di Indonesia yang memiliki potensi besar dari hulu hingga hilir.

“Industri kopi di Indonesia sangat menjanjikan. Mulai dari petani, pengolahan, hingga penyajian, semuanya memiliki peluang besar untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Melalui seminar ini, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis dan inspirasi nyata untuk mengembangkan potensi di bidang pertanian dan agribisnis berbasis digital. (Sofyan)


Baca juga: Rihlah Edukatif ke UMM Malang, Siswa SMA Muhammadiyah PK PonpesMu Boyolali Didorong Lanjutkan Studi Kedokteran



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top