GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pelatihan Literasi Menulis Opini UPT Bahasa UNIVET BANTARA, Dorong Mahasiswa dan Akademisi Suarakan Gagasan Kritis
![]() |
| Narasumber Ichwan Prasetyo saat memaparkan materi bertajuk Menuangkan Gagasan dalam Karya Tulis. |
Pelatihan Literasi Menulis Opini UPT Bahasa UNIVET BANTARA, Dorong Mahasiswa dan Akademisi Suarakan Gagasan Kritis
SUKOHARJO — majalahlarise.com - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menggelar kegiatan Pelatihan Literasi Menulis Opini sebagai Wahana Berekspresi pada Rabu–Kamis, 29–30 April 2026 di Gedung H Lantai 3 Univet Bantara. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ichwan Prasetyo, jurnalis sekaligus Manager Project Management Solopos Media Group.
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, dalam sambutan menyampaikan kegiatan ini memiliki peran penting dalam menghidupkan fungsi perguruan tinggi sebagai pusat peradaban dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat. Ia menguraikan, gagasan dan hasil penelitian tidak akan memberikan manfaat luas jika tidak dikomunikasikan kepada publik.
“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga harus memastikan ilmunya berdampak. Bagaimana mungkin berdampak jika tidak dikabarkan atau disiarkan. Karena itu, pelatihan ini penting agar pemikiran kritis bisa ditulis dan menjadi konsumsi publik untuk mencerdaskan masyarakat,” ujarnya.
![]() |
| Rektor Univet Prof. Dr. Farida Nugrahani beserta jajarannya saat foto bersama narasumber dan peserta pelatihan literasi menulis opini. |
Lebih lanjut, ia menuturkan menulis opini menjadi salah satu bentuk perjuangan intelektual dalam menyuarakan keadilan sosial. Menurutnya, kekuatan opini publik sangat besar dalam memengaruhi perubahan, termasuk dalam berbagai kebijakan.
“Perjuangan tidak harus selalu dengan senjata. Melalui tulisan, masyarakat bisa bersuara. Bahkan opini publik bisa memengaruhi banyak hal. Karena itu, mari kita sampaikan gagasan dengan data dan fakta yang kuat, serta bahasa yang mudah dipahami,” ungkapnya.
Ketua panitia sekaligus Kepala UPT Bahasa Univet Bantara, R. Adi Deswijaya, menjelaskan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi kritis di tengah derasnya arus informasi digital. Ia menyampaikan, menulis opini bukan sekadar hobi, melainkan instrumen strategis untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
“Kami percaya menulis opini bukan sekadar menyalurkan hobi, tetapi menjadi sarana bagi akademisi, pendidik, dan mahasiswa untuk menghadirkan gagasan yang konstruktif dan solutif,” tuturnya.
Ia menguraikan tujuan pelatihan ini antara lain memberikan pemahaman teknik penulisan opini yang mampu menembus media massa, mengasah daya kritis peserta terhadap isu-isu aktual, serta menjadikan tulisan sebagai media ekspresi yang santun, beretika, namun tetap tajam.
Peserta kegiatan tercatat sebanyak 52 orang yang berasal dari dosen, mahasiswa, guru, serta masyarakat umum. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari, dengan sesi lanjutan pada hari kedua dilakukan melalui pendampingan daring.
Dalam sesi materi bertajuk Menuangkan Gagasan dalam Karya Tulis, Ichwan Prasetyo menguraikan menulis esai dan opini merupakan proses intelektual yang penting dalam melatih berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.
“Esai yang saya maksud adalah alat untuk belajar lebih cepat, berpikir lebih dalam, dan mengungkapkan gagasan secara lebih jelas,” tuturnya.
Ia menjelaskan, tulisan opini memiliki fungsi strategis untuk menyebarluaskan gagasan sekaligus memengaruhi publik. Menurutnya, tulisan yang baik harus informatif, fokus, akurat, serta memiliki konteks yang jelas.
“Tujuan penulis opini adalah memengaruhi atau memancing reaksi pembaca, bukan sekadar memberi informasi,” ujarnya.
Dalam praktiknya, peserta diajak memahami tahapan menulis mulai dari menemukan ide, menyusun kerangka, hingga memperkuat tulisan dengan data dan logika yang runtut. Selain itu, penulis juga diingatkan untuk menjaga konsistensi dan tidak melebar dari topik utama. (Sofyan)
Baca juga: Santri PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Sambi Ukir Prestasi, Raih Juara 2 MTQ Boyolali 2026
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...


Tidak ada komentar: