MGMP Wonogiri Gandeng Fakultas Geografi UMS, Perkuat Pembelajaran Berbasis Data Spasial

Print Friendly and PDF

Para guru saat menerima materi pemanfaatan teknologi drone.


MGMP Wonogiri Gandeng Fakultas Geografi UMS, Perkuat Pembelajaran Berbasis Data Spasial

Wonogiri – majalahlarise.com - Upaya mendorong transformasi pembelajaran geografi berbasis teknologi terus digencarkan. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Kabupaten Wonogiri berkolaborasi dengan Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar workshop pembelajaran inovatif, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi para guru geografi untuk memperkaya pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berbasis data spasial. Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan dua materi utama, yakni pemanfaatan teknologi drone serta aplikasi sistem informasi geografis (GIS) dalam pembelajaran.

Pada sesi pertama, Afif Ari Wibowo menguraikan penggunaan drone sebagai media pembelajaran di sekolah. Ia menjelaskan mulai dari prinsip kerja drone hingga teknik pengambilan citra udara untuk kepentingan pemetaan. Para peserta juga mengikuti praktik langsung pengoperasian drone serta simulasi jalur terbang.

“Teknologi ini membuka peluang bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih nyata. Siswa tidak hanya membayangkan, tetapi dapat melihat langsung representasi ruang melalui data visual,” ujar Afif.

Materi berikutnya disampaikan oleh Aziz Akbar Mukasyaf yang membahas pemanfaatan GIS dalam pembelajaran lingkungan hidup. Ia menekankan pentingnya integrasi data spasial untuk membangun kemampuan analisis siswa terhadap berbagai fenomena lingkungan.

Ketua MGMP Geografi Wonogiri, Dony Purnomo menyampaikan workshop ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ia menguraikan pembelajaran geografi perlu bergerak dari pendekatan hafalan menuju pemahaman berbasis analisis data.

“Guru perlu terus beradaptasi. Dengan teknologi geospasial, pembelajaran bisa lebih menarik sekaligus relevan dengan kebutuhan zaman,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Afif Ari Wibowo yang mengajak para guru mulai mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar-mengajar. Ia menuturkan, kesan geografi sebagai mata pelajaran yang identik dengan hafalan dapat diubah melalui pendekatan berbasis teknologi.

Salah satu peserta, Nofa Elfiana mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan ini. “Kami jadi lebih memahami bagaimana teknologi geospasial bisa diterapkan di kelas. Ini sangat membantu dalam merancang pembelajaran yang lebih menarik,” ujarnya.

Workshop ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara MGMP Geografi Kabupaten Wonogiri dan Fakultas Geografi UMS. Kerja sama ini diharapkan berlanjut melalui berbagai program pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, MGMP Geografi Wonogiri berharap para guru terdorong untuk terus berinovasi. Pembelajaran geografi tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu membangun kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa dalam memahami fenomena ruang di sekitarnya. (Sofyan)


Baca juga: Guru SD Muhammadiyah 1 Solo Implementasikan AI untuk Pembelajaran Islam


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top