Bersih Dusun Ngudal Platarejo 2026, Tradisi Leluhur Satukan Warga dalam Guyub Rukun dan Budaya

Print Friendly and PDF

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Wahyu Purba Sejati yang dibawakan oleh Ki Dalang Ki Jangkung Sugiyanto, S.Sn. 


Bersih Dusun Ngudal Platarejo 2026, Tradisi Leluhur Satukan Warga dalam Guyub Rukun dan Budaya

Wonogiri – majalahlarise.com - Tradisi adat Bersih Dusun kembali digelar masyarakat Dusun Ngudal, Desa Platarejo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah pada Rabu Legi, 29 April 2026. Kegiatan tahunan tersebut berlangsung meriah dan sarat makna, menjadi simbol kuatnya budaya gotong royong serta kebersamaan masyarakat pedesaan yang terus terjaga hingga kini.

Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan dusun. Mulai dari jalan kampung, saluran air, tempat ibadah, area pemakaman, hingga lingkungan rumah warga dibersihkan secara bersama-sama. Suasana guyub rukun dan penuh kekompakan terlihat jelas, mencerminkan nilai kebersamaan yang masih mengakar kuat di tengah masyarakat.

Bersih Dusun tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan membersihkan lingkungan secara fisik, namun juga sebagai bentuk pembersihan batin dan doa bersama. Melalui tradisi ini, masyarakat berharap mendapatkan keselamatan, kesejahteraan, serta kehidupan yang tenteram.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kenduri bersama yang diikuti seluruh warga. Dalam suasana penuh kekeluargaan, masyarakat membawa aneka hidangan untuk didoakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, kesehatan, serta hasil panen yang melimpah.

Warga antusias menyaksikan pagelaran wayang.


Memasuki malam hari, kemeriahan semakin terasa dengan digelarnya pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Wahyu Purba Sejati yang dibawakan oleh Ki Dalang Ki Jangkung Sugiyanto, S.Sn. di halaman rumah Ketua RW setempat. Selain itu, warga juga disuguhkan pertunjukan kesenian ganong yang menjadi hiburan rakyat sekaligus bagian penting dalam pelestarian budaya Jawa. Berbagai kalangan usia tampak memadati lokasi acara dengan penuh antusias.

Ibu RW Dusun Ngudal, Atik Istiqomah, menyampaikan Bersih Dusun merupakan tradisi turun-temurun yang memiliki nilai sosial, budaya, dan spiritual yang sangat penting bagi masyarakat.

“Bersih dusun menjadi bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas nikmat kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang diberikan. Selain itu juga sebagai doa bersama agar dusun selalu aman, tenteram, dijauhkan dari bencana, dan masyarakat tetap hidup rukun,” tuturnya.

Ia menguraikan, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar warga melalui kegiatan gotong royong, kenduri, hingga hiburan rakyat yang dinikmati bersama tanpa membedakan status sosial.

“Atas adanya wayang dan kesenian ganong, ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pemuda Dusun Ngudal, Pantoro, mengatakan pentingnya kegiatan positif bagi generasi muda melalui olahraga, pelestarian budaya, maupun pengembangan keterampilan.

“Anak-anak muda harus tetap mengenal budaya dan tradisi. Dari sinilah nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap warisan leluhur bisa terus dijaga,” ujarnya. (Syarif)


Baca juga: SMA Veteran 1 Sukoharjo Ukir Deretan Prestasi Akademik dan Nonakademik, Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berkarya



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top