GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Tim Dosen Ilmu Komunikasi Univet Bantara Gelar Pelatihan Audiobook, Dorong Literasi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Sukoharjo
![]() |
| Tim dosen pengabdian yang terdiri dari Henny Sri Kusumawati, S.Sos., M.I.Kom saat menjelaskan materi tentang teknik dasar olah vokal yang penting dalam proses pengisian suara audiobook. |
Tim Dosen Ilmu Komunikasi Univet Bantara Gelar Pelatihan Audiobook, Dorong Literasi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Sukoharjo
SUKOHARJO – majalahlarise.com - Tim dosen Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar kegiatan pelatihan pembuatan audiobook sebagai media literasi inklusif bagi penyandang disabilitas tubuh. Kegiatan bertajuk IBM Pelatihan Audiobook sebagai Media Literasi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas Tubuh tersebut dilaksanakan di Perkumpulan Difabel Sehati Sukoharjo, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini melibatkan tim dosen pengabdian yang terdiri dari Henny Sri Kusumawati, S.Sos., M.I.Kom., (Ketua), Dr. Joko Suryono, M.Si., (Anggota) dan Hariyanto, S.Sos., M.I.Kom (Anggota). Turut hadir sebagai pemateri Sofyan Yuli Antonius, S.Sos, seorang praktisi radio dan media online. Selain itu, kegiatan juga diikuti para anggota difabel yang tergabung dalam Perkumpulan Difabel Sehati Sukoharjo dengan penuh antusias.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi digital bagi penyandang disabilitas melalui media audiobook. Media ini dinilai menjadi salah satu alternatif pembelajaran dan penyebaran informasi yang lebih inklusif, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam mengakses media visual.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Veteran Bangun Nusantara, Dr. Joko Suryono, M.Si., yang juga menjadi anggota tim pengabdian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
![]() |
| Tim dosen Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Ilmu Komunikasi saat foto bersama peserta pengabdian pelatihan pembuatan audiobook. |
“Terima kasih atas waktu yang diberikan kepada kami. Yang kami hormati Bapak Edy, Ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Sukoharjo beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota yang pada sore hari ini bisa hadir bersama kita semuanya. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan tim pengabdian masyarakat serta mahasiswa yang turut terlibat dalam kegiatan ini,” ujarnya saat membuka acara.
Ia menjelaskan kegiatan pelatihan tersebut merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kami dari Univet Bangun Nusantara ingin berbagi ilmu dan teknologi, khususnya dalam pengembangan literasi digital melalui audiobook,” ungkapnya.
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki potensi besar yang perlu terus didorong agar dapat berkembang dan berkarya di berbagai bidang, termasuk di bidang media dan literasi digital.
“Kami menyadari teman-teman disabilitas memiliki potensi luar biasa, terutama dalam aspek vokal dan pendengaran. Oleh karena itu, media audiobook ini kami harapkan dapat menjadi jembatan bagi teman-teman untuk terus berkarya serta mengakses informasi secara lebih luas,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Perkumpulan Difabel Sehati Sukoharjo yang telah menyediakan tempat serta memfasilitasi kegiatan pengabdian tersebut.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi dapat berlanjut dalam berbagai program pemberdayaan lainnya pada masa mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Difabel Sehati Sukoharjo, Edy Supriyanto, SE, M.Si., mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada komunitas difabel untuk menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Veteran Bangun Nusantara yang telah memberikan kepercayaan kepada kami, Perkumpulan Disabilitas Sukoharjo, untuk belajar bersama tentang audiobook. Nantinya ini juga dapat menjadi media pengembangan bagi teman-teman difabel,” tuturnya.
Ia menjelaskan selama ini banyak anggota difabel yang memiliki kemampuan olah vokal, namun belum memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut secara lebih profesional.
“Selama ini vokal dan olah suara teman-teman masih terbatas. Kadang nadanya sama, baik untuk membaca berita maupun cerita. Mudah-mudahan melalui pelatihan ini teman-teman dapat memperoleh ilmu baru untuk meningkatkan kualitas pengisian suara,” ujarnya.
Edy juga berharap kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dapat terus terjalin dalam rangka pemberdayaan komunitas difabel.
“Kami sangat senang jika ke depan teman-teman dari perguruan tinggi dapat terus berbagi pengalaman dan ilmu, termasuk memperkenalkan lebih jauh mengenai disabilitas serta berbagai kebutuhan dan kapasitas yang dimiliki teman-teman difabel,” ungkapnya.
Dalam sesi materi, Ketua Tim Pengabdian Henny Sri Kusumawati, S.Sos., M.I.Kom., memberikan penjelasan mengenai teknik dasar olah vokal yang penting dalam proses pengisian suara audiobook.
Ia memaparkan beberapa keterampilan yang harus dikuasai oleh pengisi suara audiobook, salah satunya adalah announcing skill, yaitu kemampuan menyampaikan pesan secara jelas, menarik, dan komunikatif kepada pendengar.
Selain itu, ia juga menjelaskan pentingnya artikulasi dalam pengucapan kata. Artikulasi yang baik akan membuat setiap kata terdengar jelas dan mudah dipahami oleh pendengar.
“Artikulasi merupakan cara pengucapan kata secara jelas. Kuncinya ada pada pengucapan huruf vokal seperti a, i, u, e, dan o sehingga setiap kata dapat terdengar dengan baik,” jelasnya.
Henny juga menekankan pentingnya penggunaan intonasi dalam membaca naskah audiobook.
“Intonasi adalah naik turun nada suara yang disesuaikan dengan emosi maupun alur cerita. Dengan intonasi yang tepat, pendengar akan lebih mudah memahami pesan yang disampaikan dalam cerita,” terangnya.
Selain itu, tempo membaca juga harus diperhatikan agar nyaman didengar.
“Kecepatan membaca yang ideal mengikuti standar penyiaran, yaitu sekitar 120 hingga 130 kata per menit. Dengan tempo yang tepat, pendengar tidak akan merasa terlalu cepat maupun terlalu lambat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan penggunaan jeda atau pause dalam membaca naskah sangat penting untuk memberikan ruang bagi pendengar dalam memahami isi cerita.
“Pause atau jeda biasanya ditandai dengan tanda garis miring atau titik-titik dalam naskah. Fungsi jeda ini untuk membantu pendengar memahami makna dari setiap bagian cerita,” jelasnya.
Sementara itu, Hariyanto, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan materi mengenai teknik perekaman suara dan proses penyuntingan audio menggunakan aplikasi Lexis Audio Editing.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada langkah-langkah teknis mulai dari proses rekaman suara, pengaturan kualitas audio, hingga teknik editing untuk menghasilkan suara yang lebih jernih dan nyaman didengar.
Peserta juga diajak langsung mempraktikkan proses rekaman menggunakan perangkat sederhana seperti telepon genggam dan aplikasi pengolah audio.
Pada sesi berikutnya, Sofyan Yuli Antonius, S.Sos., yang merupakan praktisi radio dan media online, memberikan materi mengenai konsep audiobook, manfaatnya dalam dunia literasi, serta peluang yang dapat dikembangkan oleh penyandang disabilitas melalui media tersebut.
Ia menjelaskan audiobook merupakan buku dalam bentuk rekaman suara yang memungkinkan seseorang menikmati isi buku melalui pendengaran.
“Audiobook menjadi salah satu media literasi yang sangat relevan di era digital. Melalui audiobook, seseorang dapat mengakses pengetahuan tanpa harus membaca teks secara langsung,” ujarnya.
Ia juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence dalam proses pembuatan naskah audiobook, salah satunya menggunakan Gemini AI.
Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu proses pembuatan naskah menjadi lebih cepat dan efektif.
“Artificial Intelligence dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun naskah cerita, membuat struktur narasi, hingga membantu proses kreatif dalam produksi audiobook,” jelasnya.
Kegiatan pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tampak aktif bertanya serta mengikuti setiap sesi dengan penuh antusias.
Pada akhir kegiatan, peserta melakukan praktik langsung membuat rekaman audiobook berdasarkan naskah yang telah dibuatnya. Hasil rekaman kemudian diputar bersama untuk memberikan evaluasi mengenai teknik vokal, intonasi, tempo, serta kualitas audio.
Melalui kegiatan pengabdian tersebut, tim dosen Ilmu Komunikasi Universitas Veteran Bangun Nusantara berharap keterampilan produksi audiobook dapat menjadi salah satu sarana pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.
Selain meningkatkan kemampuan literasi digital, keterampilan tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang baru bagi teman-teman difabel untuk berkarya di bidang media kreatif serta memperluas akses informasi bagi masyarakat secara lebih inklusif. (Sofyan)
Baca juga: SMA Veteran 1 Sukoharjo Gelar Santunan Anak Yatim di Pondok Roohiatul Jannah Combongan
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...


Tidak ada komentar: